Kehamilan

15 Hal Yang Membuat Kehamilan Kedua Berbeda Dari Kehamilan Pertama

15 Hal Yang Membuat Kehamilan Kedua Berbeda Dari Kehamilan Pertama

Pasti Bunda tahu kalau setiap kehamilan itu berbeda, tapi mungkin Anda masih membayangkan kehamilam kedua akan sama seperti kehamilan pertama. Tentu wajar bila mengingat kembali pengalaman pribadi di kehamilan sebelumnya, tapi Anda mungkin akan segera tahu kalau kehamilan yang kedua tidak sama dengan yang pertama.

Ada beberapa hal yang cenderung berubah setelah kehamilan pertama tapi ada juga yang tetap sama. Penting untuk diingat, tiap kehamilan unik. Ketika bicara tentang kehamilan, kita tidak bisa memprediksi akan seperti apa kehamilan yang akan kita jalani.

  1. Lebih Cepat Terlihat Hamil

    Pada kehamilan pertama, Anda menghabiskan waktu lama di depan cermin dan bertanya-tanya sendiri kapan perut membesar dan akan terlihat hamil. Bahkan banyak ibu yang sudah sampai pertengahan kehamilan masih belum juga terlihat sedang hamil. Ini semua karena otot perut Anda.

    Di kehamilan kedua, otot ini sudah tidak ada lagi. Tubuh akan terlihat hamil lebih cepat dari kehamilan sebelumnya. Bahkan Anda mungkin tidak perlu lagi membeli alat tes kehamilan. Anda tidak bisa menutupi kehamilan di 12 minggu pertama karena perut sudah terlihat buncit di usia tersebut.

    Ini bukan karena bayi tumbuh lebih cepat. Ini karena otot perut, yang lebih kencang saat hamil pertama, kini menjadi lebih longgar, jadi otot tersebut tidak menahan kehamilan dengan efisien. Jadi bersiaplah untuk mengenakan pakaian hamil lebih awal, ya Bunda.

  2. Tanggal perkiraan kelahiran

    Anda menghabiskan kehamilan pertama dengan menghitung mundur hari perkiraan kelahiran, karena ini jadi hari Anda bertemu si kecil. Anda tahu persis berapa minggu dan hari yang tersisa sampai si kecil lahir karena memang Anda tunggu-tunggu. Dan ketika hari itu tiba, Anda menunggu persalinan dimulai.

    Di kehamilan kedua, tanggal perkiraan lahir tak lebih dari sekedar tanggal acak yang tercantum pada data USG. Anda hanya tahu si bayi akan lahir di bulan tertentu tanpa memastikan tanggalnya atau Anda bahkan tidak bisa mengingat tanggal perkiraan kelahirannya.

  3. Lebih Cepat Lelah

    Kehamilan pertama memang melelahkan. Anda seharian bekerja dan langsung tertidur di sofa saat tiba di rumah. Anda bangun saat makan malam lalu langsung tidur setelah melawan rasa lelah. Anda bisa menghabiskan banyak waktu dengan tidur-tiduran atau bermalasan di kehamilan pertama. Tapi ini tidak akan terjadi di kehamilan kedua, apalagi kalau anak pertama Anda masih di usia balita.

    Anda akan merasa kurang tidur dan kelelahan sepanjang waktu. Si Kakak mungkin masih suka membangunkan Anda di malam hari, tidak ada waktu untuk tidur siang, dan sekedar berbaring saja tak sempat. Ya, Anda memang sangat lelah di kehamilan kali ini.

    Banyak wanita mengatakan mereka merasa lebih lelah di kehamilan kedua. Tidak heran, ini terjadi karena sudah ada anak. Dan Anda mungkin kurang dimanja suami yang mengira Anda sudah berpengalaman dari kehamilan sebelumnya.

    Coba kurangi aktivitas yang kurang perlu dan istirahatlah lebih banyak. Jangan ragu untuk menghubungi keluarga atau teman bila Anda membutuhkan bantuan.

  4. Nyeri dan rasa sakit di kehamilan kedua

    Kemungkinan Anda merasakan lebih banyak nyeri. Nyeri punggung, misalnya, cenderung terjadi pada tiap kehamilan, khususnya bila Anda mengalami nyeri punggung di kehamilan sebelumnya.

    Bila punya anak kecil, Anda mungkin akan lebih banyak berlarian, mengangkat barang-barang, serta menekuk tubuh, yang bisa berisiko nyeri pada punggung. Pastikan untuk selalu menekuk lutut dan mengangkat sesuatudari posisi jongkok untuk mengurangi tekanan pada punggung.

    Menurut beberapa penelitian, varises juga cenderung bertambah parah pada tiap kehamilan. Bila Anda mengalami varises selama kehamilan sebelumnya, selalu naikkan posisi kaki ketika memungkinkan di kehamilan saat ini. Olahraga selama hamil juga bisa membantu mengatasi keluhan ini.

  5. Tendangan bayi dan kontraksi Braxton Hicks di kehamilan kedua

    Kemungkinan besar Anda akan merasakan kontraksi Braxton Hicks lebih awal di kehamilan kedua. Wajar bila Anda merasakan tendangan bayi beberapa minggu lebih awal dibanding kehamilan pertama, mungkin karena Anda sudah familiar dengn sensasinya.

    Tiap kehamilan itu berbeda, tapi Anda kemungkinan mengalami beberapa rasa tidak nyaman yang pernah Anda alami di kehamilan sebelumnya. Mengetahui hal ini bisa memotivasi untuk melakukan apa yang Anda bisa untuk menguranginya atau mencegahnya.

    Misalnya, bila Anda sebelumnya mengalami konstipasi atau hemoroid, coba cegah sejak awal, seperti dengan makan banyak serat atau minum suplemen serat, minum banyak air putih, dan olahraga teratur. Melakukan senam Kegel juga bisa membantu mencegah inkontinensia urin.

    Bila Anda mengalami stretch marks di kehamilan pertama, Anda mungkin akan mendapat stretch marks baru di kehamilan kedua ini. Dan kemungkinan stretch marks akan meningkat seiring pertambahan usia. Tidak ada banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk menghindarinya, tapi berhati-hatilah dengan tidak menambah berat badan berlebihan.

  6. Komplikasi di kehamilan kedua

    Bila Anda wanita yang sehat dan tidak mengalami komplikasi di kehamilan sebelumnya, Anda memiliki risiko kecil untuk mengalami komplikasi di kehamilan kedua. Memang benar kalau semakin banyak bayi yang Anda lahirkan, semakin tinggi risiko komplikasi tertentu, seperti abrupsi plasenta atau pendarahan setelah persalinan. Tapi ini biasanya menjadi kecemasan bagi wanita yang telah melahirkan banyak anak.

    Bila Anda sebelumnya mengalami komplikasi kehamilan seperti persalinan prematur, preeklampsia, abrupsi plasenta, atau pendarahan pasca persalinan, Anda punya risiko lebih tinggi mengalami komplikasi tersebut di kehamilan kali ini. Anda juga berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi tertentu bila Anda mengalami kondisi medis yang kronis seperti tekanan darah tinggi, obesitas, atau diabetes.

    Sebaliknya, bila Anda belum pernah mengalami preeklampsia sebelumnya dan Anda hamil dengan pasangan yang sama dan tidak mengalami hipertensi, kemungkinan untuk mengalaminya selama kehamilan ini jauh lebih rendah dibanding kehamilan pertama.

    Hal utama yang perlu dipahami adalah riwayat medis bisa mempengaruhi risiko masalah di kehamilan berikutnya. Jadi pastikan dokter menyadari komplikasi yang Anda miliki serta masalah yang bayi alami. Dengan begitu ia bisa menentukan cara terbaik untuk menjaga kehamilan Anda.

  7. Jadwal pemeriksaan di kehamilan kedua

    Bila Anda tidak mengalami komplikasi selama kehamilan sebelumnya dan tidak mengalami masalah medis di kehamilan yang sekarang, Anda bisa jalani konsultasi ke dokter kandungan secara rutin. Ini bergantung berapa lama jarak dari kehamilan sebelumnya. Anda bisa menjalani tes untuk mendeteksi Down syndrome dengan tes diagnostik seperti CVS dan amniocentesis.

    Kebanyakan tes darah yang pernah Anda jalani selama kehamilan pertama perlu diulangi, tapi tidak semua. Misalnya, bila Anda atau ayah bayi sebelumnya dites untuk mengetahui adanya gangguan genetik, tes ini tidak perlu diulangi karena hasilnya tetap sama.

  8. Menyusui saat hamil kedua

    Anda bisa terus menyusui selama hamil. Beberapa dokter mungkin menyarankan Anda berhenti menyusui bila Anda berisiko mengalami persalinan prematur, atau Anda memutuskan menyapih saat hamil bila Anda terlalu lelah atau tidak tertarik melakukan tandem nursing setelah melahirkan.

    Pada akhirnya, Si Kakak bisa membuat keputusan untuk Anda. Saat hamil, persediaan ASI akan menurun dan rasanya berubah. Satu penelitian menemukan kalau lebih dari dua pertiga anak yang menyusu ASI berhenti dengan sendirinya ketika ibu hamil.

  9. Apakah saya bisa punya pengalaman kehamilan lebih baik dibanding sebelumnya?

    Bila sebelumnya Anda mengalami pengalaman kehamilan yang mengecewakan, Anda mungkin ingin melakukan beberapa perubahan. Mungkin Anda ingin berganti dari dokter kandungan ke bidan, atau sebaliknya. Atau Anda memilih melahirkan di rumah sakit atau di rumah, atau tempat lainnya. Bila berganti dokter, pastikan yang baru mendapat salinan dari dokumen riwayat kesehatan Anda.

    Bila sebelumnya Anda menjalani operasi caesar, apakah Anda ingin melahirkan normal kali ini? Kalau iya, Anda perlu dokter yang mau dan bersedia membantu vaginal birth after cesarean (VBAC). Apakah Anda ingin punya anak lagi setelah kelahiran anak kedua? bila ya, Anda perlu cari dokter yang akan mendukung keputusan ini.

  10. Pemulihan Setelah Melahirkan Anak Kedua

    Anda mungkin mengalami rasa sakit lebih intens setelah melahirkan. Kram disebabkan oleh kontraksi rahim ketika mengerut kembali ke ukuran sebelum kehamilan. Pada ibu baru, rasa sakitnya ringan dan pendek tapi bisa terasa tidak nyaman setelah kelahiran kedua dan biasanya bertambah parah pada tiap kehamilan. Ini karena ibu baru punya otot rahim lebih baik sehingga rahim cenderung berkontraksi.

    Jangan kaget bila Anda butuh waktu lebih lama untuk kembali ke bentuk tubuh semula setelah melahirkan anak kedua. Seperti pada kehamilan pertama, mengurangi berat badan setelah melahirkan saja tidak akan mudah dilakukan, Anda perlu berolahraga setelah melahirkan untuk memperoleh kembali kelenturan otot yang baik.

  11. Reaksi orang sekitar

    Mengumumkan kehamilan pertama seolah perayaan di sebuah pesta. Tiap orang ingin tahu bagaimana perasaan Anda setiap harinya di 9 bulan kehamilan. Anda menerima banyak pesan masuk yang menanyakan kesehatan Anda. Teman dan keluarga ingin tahu tentang jadwal pemeriksaan dengan bidan serta rencana kelahiran Anda. Kehamilan pertama tak hanya menyenangkan bagi Anda tapi juga orang di sekitar Anda.

    Lalu di kehamilan kedua, Anda menerima beberapa ucapan selamat, tapi unsur kejutannya sudah hilang. Orang tidak lagi bertanya kondisi Anda tiap saat, karena mereka tahu Anda pernah berhasil hamil sebelumnya. Bahkan teman baik Anda tidak ingat kapan hari perkiraan lahir Anda. Reaksi dari teman dan keluarga terasa kurang antusias.

  12. Persiapan informasi

    Di kehamilan pertama Anda membaca banyak buku dan meminta banyak saran pada teman dan keluarga. Anda mengikuti kelas pranatal, kelas menyusui, dan kursus pertolongan pada bayi. Anda menghabiskan banyak waktu belajar semua hal tentang menjadi ibu. Anda tidak akan sesiap ini untuk bayi kedua. Tentu ini karena Anda sudah melakukan semua sebelumnya sehingga membuatnya lebih mudah. Tapi ingat, ada kemungkinan Anda lupa tentang cara merawat bayi lho. Jadi nggak salahnya untuk “belajar” lagi.

  13. Waktu santai

    Selama kehamilan pertama, Anda merawat diri seolah Anda seorang putri. Anda bisa rileks saat dipijat atau relaksasi di sesi yoga pranatal. Anda tidak mengangkat apapun yang berat. Anda minum 8 gelas air, makan makanan organik, bebas dari junk food, dan tidur setidaknya 10 jam sehari di tempat tidur yang nyaman.

    Itu biasanya jarang terjadi pada kehamilan kedua. Tidak ada pijatan spesial, kecuali tangan si batita yang selalu mendorong-dorong punggung Anda. Tidak ada yoga, Anda akan berolahraga dengan mengejar anak di sekitar rumah, memungut mainan, dan bergulat untuk menidurkannya di malam hari. Anda akan mandi, tapi tak ada lilin aromaterapi. Saat ini Anda dikelilingi mainan berwarna cerah di kamar mandi dan kemungkinan anak Anda akan menganggu ketika Anda berusaha rileks di kamar mandi.

  14. Benda yang dibeli

    Segera setelah tahu hamil anak pertama, Anda biasanya mulai membuat daftar belanja. Setiap benda diteliti sebelum diputuskan untuk dibeli. Bahkan untuk produk yang terlihat bagus, satu ulasan negatif cukup untuk mengendurkan niat Anda membelinya. Bayi Anda hanya memakai barang terbaik. Tapi di kehamilan kedua, Anda jauh lebih santai. Setidaknya Anda menyadari setengah dari jumlah barang yang Anda beli di kehamilan pertama hanya menghabiskan uang saja.

  15. Adakah cara untuk memprediksi kapan persalinan terjadi?

    Para ahli tidak sepenuhnya memahami apa yang memicu persalinan, dan seperti pada kehamilan sebelumnya, tidak ada cara untuk memprediksi kapan persalinan akan terjadi. Anda tidak merasakannya tapi serviks mulai membuka sedikit lebih banyak di beberapa minggu sebelum persalinan.

    Menunggu persalinan dimulai bisa membuat Ibu stres saat ada anak yang lebih besar yang harus diurus. Tapi, persalinan di kehamilan kedua akan berlangsung lebih cepat dibanding pada kehamilan pertama.

Bunda, selain perut terlihat hamil lebih awal, seperti telah disebutkan di atas, Anda juga merasakan gerakan bayi lebih dini dibanding anak pertama. Meski telah merasakan sensasi ini sebelumnya, gerakan pertamanya tetap terasa menakjubkan. Nyeri persendian panggul terasa lebih berat dibanding pada kehamilan pertama. Kehamilan membuat persendian bawah lebih menegang, terutama bila Anda sudah memiliki anak. Menekuk lutut ketika memungut benda membantu mengurangi tegangan dari punggung dan panggul. Sebaiknya topang punggung dengan bantal kecil ketika Anda duduk.

Bila mengalami mual ringan di kehamilan sebelumnya, Anda kemungkinan tidak akan mengalaminya di kehamilan kali ini. Tapi bila Anda mengalami morning sickness berat (hyperemesis gravidarum) di kehamilan sebelumnya, Anda lebih mungkin mengalaminya kembali. Sekitar 15 persen wanita yang pernah mengalami hyperemesis gravidarum akan mengalaminya kembali.

Sisi positifnya, Anda lebih waspada dengan gejala kehamilan yang pernah dialami, obat yang perlu Anda minum, dan perubahan gaya hidup yang bisa membantu. Anda yang tahu benar tentang tubuh sendiri, dan tips serta trik yang Anda pelajari di kehamilan sebelumnya akan berguna untuk melewati kehamilan kali ini.

Tips kehamilan kedua yang sehat

Memang agak sulit untuk merawat diri ketika sudah ada anak yang harus diurus. Tapi ini tetap jadi bagian kehamilan yang penting. Ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk kehamilan yang sehat meski Anda sudah beberapa kali hamil sebelumnya.

  • Makan makanan seimbang untuk memastikan nutrisi yang cukup untuk Anda dan bayi.

  • Minum 400 mikrogram asam folat sehari hingga kehamilan 12 minggu. Asam folat membantu melindungi bayi dari masalah perkembangan pada sistem saraf seperti spina bifida.

  • Lakukan olahraga ringan setiap hari yang sesuai untuk Anda. Bila ada batita, Anda bisa mengajaknya berjalan kaki atau lakukan latihan kehamilan sederhana di rumah dan biarkan si batita ikut serta.

  • Batasi asupan kafein hingga 200 mg per hari atau sekitar dua gelas teh atau dua gelas kopi instan.

(Ismawati)