Kehamilan Dibaca 564 kali

7 Persiapan Menjadi Ayah, Mulai dari Keuangan Sampai Gaya Hidup

Share info ini yuk ke teman-teman
Stephanie
7 Persiapan Menjadi Ayah, Mulai dari Keuangan Sampai Gaya Hidup

Ayah sudah tidak sabar untuk punya anak? Jangan hanya membayangkan hal-hal yang bahagia saja ketika menggendong si Kecil nanti, tapi Ayah juga perlu menyiapkan diri untuk bisa menjadi Ayah yang baik.

Dilansir dari Healthline, berikut ini beberapa persiapan menjadi Ayah yang perlu dilakukan.

  1. Persiapkan Kesehatan

    Nggak hanya istri yang perlu mempersiapkan kesehatan untuk menjadi calon ibu, Ayah juga perlu. Apa yang Ayah konsumsi sehari-hari, akan berpengaruh pada kesehatan sperma lho. Ikuti yuk beberapa tips dari Baby Center berikut untuk persiapan menjadi ayah.

    • Pola makan seimbang

      Makan dengan seimbang menjadi hal yang cukup penting dalam persiapan menjadi Ayah. Ayah disarankan untuk mengonsumsi karbohidrat, protein rendah lemak, memperbanyak makan buah dan sayuran serta minum susu atau yogurt yang juga rendah lemak demi meningkatkan kualitas sperma. 

    • Konsumsi vitamin

      Ada beberapa nutrisi yang penting untuk meningkatkan kesuburan pria, yaitu zinc dan selenium. kedua nutrisi ini cukup vitall untuk kualitas dan pergerakan sperma. Vitamin D dikatakan dapat meningkatkan pergerakan sperma, dan bahkan ada pula yang menyatakan kalau vitamin D bisa meningkatkan jumlah sperma. Sedangkan, folat berperan untuk meningkatkan kualitas sperma. Nah, antioksidan juga penting nih untuk meminimalisasi radikal bebas yang bisa merusak sperma.

    • Menjaga berat badan

      Menjaga berat badan juga penting dilakukan oleh para calon Ayah lho karena saat berat badan ideal, Ayah turut menjaga kesehatan dan kualitas sperma. Calon ayah dengan berat badan berlebih, apalagi obesitas, cenderung memiliki kualitas sperma yang buruk. Untuk menjaga berat badan tetap ideal, Ayah bisa menerapkan pola makan sehat dan rutin berolahraga.

    • Jauhi gaya hidup tidak sehat

      Upayakan pula untuk segera mengurangi merokok dan konsumsi minuman beralkohol.

    Selain itu, mempersiapkan kesehatan juga nggak kalah penting untuk Anda bekerja dan menemani istri selama kehamilannya. Misalnya, ketika istri sulit tidur di malam hari, istri mengalami keterbatasan dalam mengurus keperluan rumah, belum lagi ketika anak sudah lahir nanti. Kalau Yah memiliki kesehatan yang prima, tentu Ayah bisa maksimal dalam merawat si kecil juga.

  2. Belajar Tentang Kehamilan dan Parenting

    Walaupun nggak ikut merasakan kehamilan, Anda sebagai calon ayah juga wajib, loh, mengetahui seluk-beluk tentang kehamilan, proses melahirkan dan tentang pola asuh anak. Dengan belajar, Anda bisa turut memahami apa yang dirasakan istri, memahami apa yang menjadi kebutuhannya, dan tahu apa yang mesti dilakukan untuk membantunya.

    Intinya adalah Anda belajar untuk men-support pasangan. Selain memperbanyak banyak buku dan ulasan di internet, yuk, mulai untuk berkonsultasi dengan orang sekitar yang sudah berpengalaman dan aktif bertanya ketika berkonsultasi dengan dokter sebagai langkah persiapan menjadi Ayah.

  3. Mapankan Keuangan

    Salah satu alasan seseorang menunda untuk menikah atau menunda punya anak adalah agar dapat mapan dulu dalam hal keuangan. Sebagian orang bilang hal ini sama saja dengan membuang waktu, padahal, alasan ini yang bijak, loh.

    Setelah menikah, Anda bertanggung jawab atas kebutuhan istri, belum lagi, kalau Anda masih menanggung harus kebutuhan keluarga. Dengan adanya anak, pastinya tanggung jawab Anda semakin banyak. Punya anak itu nggak main-main, loh, karena kebutuhannya luar biasa banyak. 

    Untuk persiapan menjadi ayah, Anda mesti menyiapkan keuangan dalam beberapa pos berikut.

    • Kebutuhan biaya konsultasi dan pemeriksaan selama kehamilan.

    • Kebutuhan pemenuhan nutrisi selama kehamilan.

    • Biaya melahirkan. Pastikan Anda menyiapkan uang sekian persen lebih banyak dari biaya yang sudah disebutkan. Uang cadangan ini penting banget, untuk berjaga-jaga seandainya ada tindakan tambahan yang dibutuhkan. 

    • Kebutuhan setelah anak lahir. Misalnya biaya untuk pemeriksaan kesehatan, vaksinasi, susu, popok, dst.

    • Asuransi kesehatan anak. Penting banget, nih. Sistem kekebalan tubuh anak, kan, masih rendah, maka anak cenderung mudah sakit. Dengan adanya asuransi kesehatan, diharapkan anak bisa mendapatkan pengobatan dengan lebih mudah dan lancar. Asuransi kesehatan juga akan meringankan dari segi biaya.

    • Tabungan biaya pendidikan. Sudah tahu, dong, semahal apa biaya sekolah anak zaman sekarang. Nah, dengan menyicil tabungannya sejak dini, pastinya akan meringankan Anda. Tabungan ini bisa berupa uang, emas atau asuransi pendidikan.

    • Biaya darurat. Selalu miliki biaya darurat atau biaya cadangan, ya.

  4. Ketahui Perubahan Pola Seks Saat Hamil dan Setelah Melahirkan

    Setuju banget, kalau seks adalah kebutuhan dan merupakan hak bagi setiap pasangan. Namun, aktivitas ini bakal mengalami perubahan sejak istri hamil hingga beberapa waktu setelah ia melahirkan. 

    Amankah melakukan hubungan intim saat istri hamil? Menurut MayoClinic, selama kehamilan tersebut dalam keadaan normal, maka melakukan seks saat hamil adalah aman. Selagi istri merasa nyaman, Ayah bebas mencoba posisi seks dan jenis seks apa pun (misalnya oral), asalkan nggak memberikan tekanan pada perut. Selain itu, istri boleh, kok, turut mengalami orgasme saat berhubungan intim. 

    Ada hal penting, nih, yang perlu Ayah ketahui, yaitu Ayah wajib menggunakan kondom jika menderita penyakit menular seksual (sexually transmitted diseases), misalnya HIV, herpes atau klamidia, karena penyakit ini bisa membahayakan kesehatan janin. 

    Kegiatan seks biasanya disarankan dihentikan setelah memasuki minggu-minggu terakhir kehamilan, karena ada suatu hormon yang ada di dalam sperma yang bisa memicu kontraksi. 

    Ayah dan Ibu juga akan disarankan untuk tidak berhubungan intim selama kehamilan jika:

    • Istri berisiko mengalami keguguran atau pernah terjadi keguguran sebelumnya.

    • Istri berisiko melahirkan bayi prematur.

    • Istri mengalami kram perut, keputihan atau pendarahan saat hamil tanpa sebab yang jelas.

    • Istri mengalami lepas membran (ruptured membrane) atau ketuban rembes (bocor).

    • Istri mengalami pembukaan lebih awal.

    • Istri sedang hamil bayi kembar.

    • Istri mengalami placenta previa. Ini adalah kondisi di mana plasenta atau ari-ari berada di bagian bawah rahim, sehingga menutupi sebagian atau seluruh jalur lahir.

    Nah, sesi bercinta bisa kembali dilakukan setelah empat hingga enam minggu setelah istri melahirkan. Waktu yang dibutuhkan mungkin akan lebih lama jika istri melahirkan mellaui operasi caesar, mengalami luka robek pada vagina atau mengalami episiotomy (penyayatan vagina).

    Menunda untuk berhubungan intim perlu dilakukan untuk memberikan waktu buat tubuh istri agar bisa pulih kembali, menghindari memperparah rasa sakit setelah melahirkan dan meminimalisasi risiko komplikasi setelah melahirkan.

    Ada pun beberapa komplikasi yang mungkin terjadi setelah melahirkan, misalnya infeksi postpartum pada rahim, ginjal dan kandung kemih. Lainnya adalah nyeri pada bagian perineal (dari vagina hingga ke anus), hemorrhage (pendarahan), keputihan, wasir, payudara bengkak, dst.

  5. Mulai Bangun Usaha Sampingan

    Mungkin saat ini Ayah sudah memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap. Namun, belajar dari situasi yang terjadi, seperti adanya wabah covid-19 misalnya, kita ternyata nggak bisa, tuh, mengandalkan pekerjaan dan penghasilan kantoran saja karena perusahaan pun bisa ada ‘pasang dan surut’nya.

    Maka, ada baiknya untuk memulai usaha sampingan sebagai persiapan menjadi Ayah. Usaha sampingan ini bisa dibangun bersama istri atau teman-teman. Buat istri yang nggak bekerja kantoran, usaha sampingan ini bisa menjadi pengisi waktu luang, atau bahkan ‘uang jajan’.

    Jangan remehkan usaha sampingan, ya, karena jika dibangun dengan baik, penghasilannya bisa melebihi gaji kantoran, loh. Selain itu, siapa tahu, kelak usaha yang Anda bangun, bisa diteruskan pada anak dan membantu masa depannya juga. 

  6. Berbagi Tugas dengan Istri

    Jika sebelumnya Anda punya pandangan, ‘saya mencari uang, istri mengurus rumah’, maka perlahan pandangan ini perlu diubah, ya. Setelah memasuki masa kehamilan, istri akan memiliki keterbatasan dalam beraktivitas, terlebih lagi, setelah anak Anda lahir. Intinya, ulurkan bantuan Anda untuk meringankan tugas istri di rumah.

    Contoh, bantu buatkan susu dan untuk istri Anda di pagi hari, membantu menjemur pakaian, atau membuat meal preparation di akhir pekan. Walaupun Anda mampu menggunakan jasa ART di rumah untuk membantu istri, namun, bantuan dari Anda akan amat berarti bagi istri.

  7. Belajar Menjadi Teladan Untuk Anak

    Saatnya mengoreksi dan memperbaiki diri, nih. Ingat, ya, pada dasarnya, anak belajar dengan mencontoh apa yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya, terutama orang tuanya. Nah, Anda pastinya berharap si anak akan tumbuh kembang menjadi pribadi yang baik, dong, maka dari itu, Anda wajib memberi contoh yang baik pula.

Semoga semua persiapan menjadi Ayah diberi segala kemudahan, ya!

(Stephanie)