Last update on .

Kenali 5 Jenis Lendir Serviks Untuk Mengetahui Kapan Masa Subur Anda
Kenali 5 Jenis Lendir Serviks Untuk Mengetahui Kapan Masa Subur Anda

Kenali 5 Jenis Lendir Serviks Untuk Mengetahui Kapan Masa Subur Anda

Lendir serviks adalah cairan yang diproduksi oleh serviks. Serviks akan mengeluarkan lendir sebagai respon peningkatan level estrogen. Bunda bisa lho memeriksa lendir serviks sendiri. Dengan melakukan ini, Anda bisa menentukan posisi Anda pada siklus menstruasi.

 

Fungsi Lendir Serviks


Tapi sebelum membahas lebih jauh, Bunda perlu tahu fungsi dari lendir serviks dan kenapa lendir serviks penting untuk sistem reproduksi. Lendir serviks menghalangi bakteri masuk ke sistem reproduksi. Lendir menjadi penghalang dan ini penting untuk kesehatan sistem reproduksi. Bila bakteri bisa masuk, Anda akan mengalami infeksi dan resiko lebih tinggi untuk penyakit menular seksual. Beberapa penyakit menular seksual mempengaruhi kondisi lendir, membuatnya lebih mudah terkena infeksi.

 

Bunda yang berencana hamil perlu tahu seperti apa lendir serviks saat terjadi ovulasi, untuk tahu apakah Bunda sedang sbur atau tidak, agar memiliki kesempatan untuk hamil lebih tinggi. Ketika mendekati ovulasi, tingkat estrogen mulai meningkat, dan ini menyebabkan serviks mengeluarkan lebih banyak lendir serviks dan disebut juga “lendir masa subur.” Lendir serviks masa subur juga dikenal dengan lendir serviks putih telur yang jernih dan elastis mirip dengan konsistensi putih telur. Lendir serviks akan berubah setelah Anda hamil, jadi Bunda yang memeriksa lendir serviks juga dapat menentukan apakah Anda sedang hamil atau tidak.

 

5 Jenis Lendir Serviks


Jenis lendir serviks jadi cara yang terbukti ampuhdapat menentukan apakah Anda sedang subur atau tidak. Lendir serviks menjadi indikator perubahan hormon di tubuh. Tingkat hormon menyebabkan lendir jadi lebih pekat atau lebih encer. Bahkan warnanya bisa berubah dari warna transparan menjadi putih krem.

 

Ada 5 jenis utama lendir serviks:

 

  • Kering dan lengket. Lendir serviks dengan tekstur seperti ini terjadi setelah menstruasi



  • Warna putih krem dan lengket. Lendir ini keluar selama pra-ovulasi



  • Encer dan basah. Perubahan pada fase pra-ovulasi yang mengindikasikan ovulasi segera terjadi. Ini waktunya Bunda perlu meningkatkan frekuensi hubungan intim untuk bisa hamil



  • Seperti putih telur dan elastis. Lendir serviks selama ovulasi warnanya seperti putih telur, dan elastis di  sela jari. Ini adalah lendir serviks sebelum menstruasi.



  • Kering dan lengket. Lendir serviks ini terjadi setelah ovulasi dan sebelum menstruasi. Jumlah lendir menurun selama fase ini dan menjadi lebih lengket.


 

Cara Memeriksa Lendir Serviks


Bila Anda ingin memeriksa lendir serviks sendiri, prosesnya cukup sederhana.

 

1. Cuci tangan hingga bersih


Anda akan memasukkan jari tengah dan telunjuk ke vagina. Mencuci tangan hingga bersih perlu dilakukan untuk melihat lendir dari dekat, dan tangan Anda bisa saja penuh bakteri jahat. Anda mungkin habis menyentuh hewan peliharaan, pegangan pintu, dan banyak benda lain yang menyisakan bakteri pada tangan. Selalu bersihkan tangan sebelum memeriksa lendir serviks. Sebaiknya periksa lendir serviks setelah mandi untuk memastikan seluruh tubuh bersih. Ini akan menurunkan resiko infeksi atau bakteri masuk ke serviks.

 

2. Masukkan jari dan periksa lendir


Anda perlu memasukkan jari ke vagina untuk memeriksa lendir. Bila Anda mengeluarkan jari dan tidak melihat adanya lendir, berarti Anda perlu memasukkannya lebih dalam. Kemungkinan Anda  perlu beberapa kali mencoba sebelum tahu seberapa dalam Anda perlu memasukkan jari. Tapi jangan takut, ini tidak akan berbahaya, Bun. Lakukan perlahan saja, dan sebelumnya pastikan Anda telah memotong kuku dan melepas cincin atau perhiasan pada tangan. Anda tak perlu menggunakan pelumas karena bisa mengubah tampilan tekstur dari lendir serviks.

 

3. Sesuaikan posisi tubuh


Anda perlu menemukan posisi yang nyaman untuk memasukkan jari ke vagina. Bila Anda tidak menemukan posisi yang nyaman, akan terasa sakit dan tidak nyaman saat jari masuk ke vagina. Beberapa posisi berikut paling dipilih kebanyakan wanita, dan Anda bebas memilih yang Anda suka:

 

  • Jongkok. Pada posisi jongkok, lebih mudah memasukkan jari lebih dalam ke vagina. Anda bisa lakukan ini di kamar mandi atau kamar tidur, yang pasti di area pribadi.



  • Kaki di atas. Bila Anda di kamar mandi atau dekat kursi, angkat satu kaki dan letakkan di toilet atau permukaan lain. Posisi ini memberi ruang untuk memasukkan jari dan Anda bisa memasukkannya lebih dalam.



  • Selain dua posisi tadi, Anda bisa coba berbaring dan cari posisi terbaik.


 

4. Buka jari-jari setelahnya


Bila Anda ingin melihat lendir serviks setelah ovulasi, Anda perlu lebih dulu melihat lendir selama ovulasi. Karakteristik utama lendir selama ovulasi adalah elastis. Memasukkan telunjuk dan jari tengah ke vagina membuat Anda bisa menilai seberapa lengket lendir serviks Anda.

 

5. Ketika mengeluarkan jari


  • Sebarkan jari

  • Perhatikan panjang lendir menyebar

  • Perhatikan kepekatan lendir.




Bila lendir serviks menyebar lebih dari 1 inci, ini adalah tanda ovulasi. Ini waktunya Anda meningkatkan frekuensi hubungan intim bila Anda sedang berusaha hamil. Tapi bila Anda mengeluarkan jari dan lendir kering serta lengket, berarti Anda berada pada fase setelah ovulasi. Manfaat bisa menentukan dan dengan tepat mendeteksi lendir pada saat ini adalah Anda tahu menstruasi sebentar lagi terjadi.

 

Bila Anda sedang berusaha hamil, Anda bisa gunakan lendir untuk menentukan apakah kehamilan telah terjadi. Ini bisa dilakukan bersama dengan pengukuran suhu basal tubuh, dan tentu Anda perlu menggunakan tes kehamilan untuk memastikan kehamilan Anda.

 

Lendir Serviks Selama Kehamilan


Selama kehamilan tubuh mengalami berbagai perubahan dan perubahan lendir serviks konsisten terjadi. Ketika teksturnya menjadi seperti putih telur dan lengket, lendir serviks menciptakan lingkungan yang sehat untuk kehamilan. Perubahan ini untuk melindungi sperma pria dan menyediakan lingkungan yang membuat sperma berenang lebih mudah.

 

Estrogen memiliki peran pada perubahan lendir di tubuh dan ketika hamil tingkat estrogen naik-turun. Di masa kehamilan, serviks bergerak ke posisi lebih rendah dibanding biasanya. Ini untuk melindungi janin dan menjadi tanda kehamilan terus berlanjut. Lendir serviks akan jadi lebih pekat untuk melindungi janin dari bakteri luar yang bisa membahayakannya.

 

Lendir serviks akan menjadi sangat pekat yang kemudian membentuk sumbat lendir. Sumbat lendir ini menjadi pelindung utama untuk janin. Sumbat  lendir yang keluar menjadi tanda persalinan segera terjadi.

 

Pada awal kehamilan, lendir serviks berwarna putih, krem dan tidak berbau. Bila Anda di tahap awal kehamilan, Anda akan melihat lendir disertai warna merah muda atau coklat. Warna ini disebabkan oleh proses implantasi. Lendir serviks meningkat untuk membantu aliran darah vagina. Lendir serviks selama awal kehamilan bukan hal yang perlu dikhawatirkan karena sangat normal dan sehat.



(Ismawati)