Kehamilan Dibaca 88 kali

Tersiksa Karena Heartburn? Coba Tips Ini Untuk Ibu Hamil

Share info ini yuk ke teman-teman
Stephanie
Tersiksa Karena Heartburn? Coba Tips Ini Untuk Ibu Hamil

Ibu sering merasakan nyeri dada ketika hamil? Mungkin Ibu mengalami heartburn. Heartburn adalah salah satu keluhan pada ibu hamil yang sering dirasakan. Contoh keluhan kehamilan lainnya misalnya, nyeri punggung, sulit tidur, kaki bengkak, dst. Bagi Ibu yang belum mengetahui, merasakan nyeri di dada saat hamil, bisa jadi hal yang mengkhawatirkan, karena banyak orang yang mengira, ini adalah salah satu gejala dari penyakit jantung. Heartburn dan penyakit jantung, tentu berbeda, ya, Bu. Supaya nggak khawatir lagi, yuk, kita simak informasi tentang heartburn di bawah ini.

Heartburn pada ibu hamil adalah hal yang wajar, bahkan, lebih dari setengah ibu hamil mengalami hal ini, terutama, sejak kehamilan memasuki trimester kedua. Heartburn, atau yang sering disebut juga dengan acid indigestion, adalah kondisi di mana katup yang berada di antara perut dan esofagus (kerongkongan), gagal mencegah asam lambung (acids) naik kembali ke kerongkongan, sehingga asam tersebut mengiritasi kerongkongan. Singkat kata, heartburn adalah kondisi asam lambung naik ke kerongkongan. 

Penyebab Heartburn pada Ibu Hamil

Heartburn pada ibu hamil bisa disebabkan oleh perubahan kadar hormon. Perubahan ini memengaruhi sistem pencernaan, yaitu menyebabkan otot-otot pada bagian tersebut menjadi rileks dan mengendur, sistem pencernaan pun jadi bekerja lebih lambat. Tujuannya, untuk memberikan waktu, agar makanan yang Ibu makan, bisa diserap dengan maksimal oleh janin. Selain itu, rahim yang membesar juga memicu asam terdorong ke atas. Apalagi jika Ibu menderita penyakit maag, maka Ibu bakal berisiko lebih besar mengalami heartburn saat hamil.

Tanda-tanda Heartburn pada Ibu Hamil

Ada beberapa gejala heartburn pada ibu hamil menurut webmd.com, yaitu 

  • Nyeri atau rasa panas di dada dan ulu hati. Biasanya, nyeri akan semakin terasa, setelah Ibu selesai makan;

  • Perut terasa penuh dan kembung;

  • Banyak berserdawa;

  • Mulut terasa pahit atau pun asam; dan

  • Sering batuk atau sakit tenggorokan.

Mencegah Heartburn pada Ibu Hamil

Lakukan beberapa langkah berikut untuk mencegah timbulnya heartburn saat hamil.

  1. Makan dalam porsi kecil

    Betul banget, nafsu makan akan meningkat saat hamil. Namun, supaya heartburn nggak kambuh, sebaiknya Ibu makan dalam porsi kecil, sebanyak beberapa kali dalam sehari. Banyak dokter yang menyarankan saran sederhana berikut, yaitu bagi dua setiap porsi makan Ibu, dan berikan jeda satu jam untuk setiap setengah porsi makan.

  2. Makan perlahan

    Dengan makan perlahan dan sedikit-sedikit, makanan yang turun ke perut menjadi lebih mudah dicerna, artinya, kerja dari sistem pencernaan lainnya menjadi lebih ringan. Selain itu, makan buru-buru juga bikin banyak udara masuk, sehingga perut menjadi lebih bergas.

  3. Hindari makanan pemicu heartburn

    Yaitu menghindari makanan yang digoreng, makanan pedas, berlemak dan daging yang sudah diolah, selain itu, hindari juga mengonsumsi minuman yang mengandung kafein (misalnya sida, teh dan kopi). 

  4. Batasi jam makan

    Disarankan agar Ibu berhenti makan dalam porsi besar setidaknya dua jam sebelum waktu tidur. 

  5. Hindari terlalu banyak minum saat makan

    Minum di sela makan dikatakan bisa membantu melancarkan pencernaan, tapi hindari minum terlalu banyak, ya. Ibu bisa memperbanyak minum beberapa waktu setelah selesai makan.

  6. Hindari berbaring setelah makan

    Disarankan agar Ibu menunggu dulu selama satu jam setelah makan sebelum berbaring. Duduk tegak bisa membantu agar asam lambung nggak naik. Pun, kalau Ibu merasa harus berbaring, tambahkan jumlah bantalnya, ya, Bu.

  7. Menjaga berat badan

    Naik berat badan saat hamil itu sudah pasti dan memang selayaknya. Tapi, usahakan berat badan Ibu naik perlahan dan nggak berlebihan. Berat badan berlebih bisa memicu heartburn.

  8. Mencegah sembelit

    Untuk mencegah sembelit, jangan lupa untuk mengonsumsi serat dalam jumlah yang cukup. Misalnya, roti dari gandum utuh, whole grains, edamame, buah dan sayuran. Sayuran daun hijau dan buah kiwi misalnya, keduanya dikatakan bisa bekerja sebagai laksatif (pencahar) alami. Kurangi refined grains, contohnya nasi putih dan roti putih. Serta, pastikan Ibu minum dalam jumlah yang cukup.

  9. Jangan pakai pakaian ketat

    Karena pakaian ketat bisa menekan perut dan janin.

  10. Relaksasi

    Stress bisa memicu asam lambung, maka Ibu bisa melakukan relaksasi untuk mengurangi stress tersebut.

Mengatasi Heartburn pada Ibu Hamil

Berikut adalah home remedies untuk mengurangi heartburn yang kami kutip dari whattoexpect.com 

  1. Mengunyah permen karet

    Mengunyah permen karet selama kurang lebih setengah jam setelah makan, bisa meningkatkan produksi air liur, yang bisa membantu menetralisir asam berlebih pada esofagus. Sebaiknya, cari permen karet yang bebas gula, ya, Bu. 

  2. Minum susu

    Minumlah susu ibu hamil dalam porsi kecil atau secukupnya setelah makan atau ketika Ibu merasakan gejala heartburn kambuh. 

  3. Makan kacang almond

    Konsumsi kacang almond juga bisa membantu mengurangi asam lambung. Jangan lupa, untuk mengonsumsi activated almond. Activated almond ini, sudah melalui proses perendaman air garam dan sudah dikeringkan kembali dengan alat khusus. Hal ini nggak wajib, sih, tapi raw almond juga bisa bikin sebagian orang sakit perut. Supaya rasa dan teksturnya lebih enak, activated almond bisa disangrai atau dipanggang lebih dulu.

  4. Makan buah pepaya

    Pepaya yang didinginkan juga bikin perut terasa lebih nyaman. Selain itu, Ibu juga bisa mendapatkan ekstra manfaat, seperti kandungan air, serat dan nutrisi lainnya.

Selain mengatasi heartburn dengan cara alami seperti di atas, heartburn pada ibu hamil juga bisa dikurangi dengan obat-obatan. Pastinya, obat yang Ibu minum harus anjuran dokter. Jika Ibu mengalami sulit menelan, banyak mual dan muntah, atau berat badan turun (akibat sulit makan), maka segera periksakan kondisi kesehatan Ibu, ya.

Penulis: Stephanie
Editor: Dwi Ratih