Kehamilan Dibaca 218 kali

7 Keluhan Ibu Hamil yang Wajar dan Cara Mengatasinya

Share info ini yuk ke teman-teman
Stephanie
7 Keluhan Ibu Hamil yang Wajar dan Cara Mengatasinya

Kehamilan pastilah masa-masa yang membahagiakan bagi para calon Ibu, namun kenyataannya, nggak jarang kehamilan membuat Ibu merasa kewalahan, karena kehamilan juga bisa menimbulkan keluhan. Apa saja, sih, keluhan ibu hamil yang sering terjadi? Yuk, simak informasi dari nhs.uk berikut ini:

  1. Konstipasi Kehamilan

    Konstipasi kehamilan biasanya mulai terjadi sejak meningkatnya hormon progresteron, yaitu di sekitar bulan kedua dan ketiga kehamilan. Konstipasi atau sembelit, nantinya akan semakin terasa seiring membesarnya rahim. Sembelit ini disebabkan oleh perubahan hormon progesteron, yang menjadikan otot-otot sistem pencernaan Ibu menjadi rileks, sehingga makan dicerna lebih lambat. Selain susah buang air besar, biasanya perut juga menjadi kembung dan nyeri.

    Cara Mencegah Konstipasi Kehamilan:

    Lakukan ini untuk memperlancar sistem pencernaan untuk mengurangi keluhan ibu hamil.

    • Makan makanan tinggi serat. Contoh, whole grain, jenis legume (misalnya edamame atau kacang arab), buah-buahan, sayur dan buah kering. Bisa juga, menambahkan bentuk serat lainnya (sesuai dengan saran dokter). Namun, hindari konsumsi serat berlebih, ya, karena serat turut mempercepat pembuangan sehingga memungkinkan janin ‘belum sempat’ menerima nutrisi.

    • Kurangi konsumsi refined grains. Di antaranya, nasi putih, roti putih, pasta reguler, dll.

    • Berolahraga secara teratur untuk menjaga kinerja otot-otot tubuh. 

    • Memperbanyak minum. Betul, kita diwajibkan untuk banyak minum air putih setiap hari, tapi, jus, kaldu atau air kelapa juga bisa membantu. Atau, Ibu bisa mencoba air hangat dengan perasan jeruk lemon atau jus dari buah prun, keduanya bisa membantu melancarkan buang air besar atau bersifat laksatif.

    • Hindari makan langsung kenyang. Maksudnya, sebaiknya Ibu makan beberapa sehari dalam porsi kecil, daripada hanya tiga kali, tapi seluruhnya dalam porsi besar. Selain bikin pencernaan semakin ‘berat’, makan hingga kekenyangan bisa bikin perut bergas.

    • Meminimalisir konsumsi suplemen zat besi yang bisa memicu sembelit.

    • Jangan tunda ke toilet. Jangan tunggu hingga kebelet, ya, tapi segerakan untuk ke toilet.

  2. Sulit Menahan Buang Air Kecil Saat Hamil

    Atau disebut juga dengan inkontinensia urine, adalah kondisi di mana Ibu sulit menahan kebutuhan buang air kecil. Bahkan, seringkali urine merembes atau keluar dengan sendirinya saat Ibu batuk, bersin, tertawa atau bergerak (misalnya dari posisi duduk ke berdiri). Nggak hanya itu, hal ini juga bisa terjadi dengan kebutuhan buang air besar.

    Kandung kemih berada tepat di atas tulang pelvis (panggul), dan ditopang oleh lantai pelvis. Inkontinensia urine saat hamil juga pastinya dipengaruhi oleh perubahan hormon, bisa juga sebagai dampak dari infeksi kandung kemih atau urinary tract infections (UTIs). Maka, waspada gejala infeksi saluran kemih, ya, Bu.

    Sering mengompol sudah pasti bikin kita merasa nggak nyaman, untuk mengatasinya, Ibu bisa rutin melakukan senam kegels, hindari minum minuman berkafein dan mengurangi minum sebelum waktunya tidur.

  3. Nyeri Punggung Saat Hamil

    Merasakan sakit punggung adalah keluhan ibu hamil yang paling umum. Sakit punggung saat hamil bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti:

    • Naiknya berat badan. Berat badan bisa menyebabkan tekanan pada tulang belakang. Rahim dan bobot janin pun menambah tekanan pada pembuluh darah dan saraf di sekitar punggung dan pelvik.

    • Perubahan postur tubuh. Semakin besar kehamilan, maka secara langsung, turut mengubah cara Ibu bergerak dan postur tubuh Ibu.

    • Perubahan hormon. Selama kehamilan, hormon tertentu bisa bikin otot-otot dan ligamen di tubuh Ibu menjadi rileks. Salah satunya adalah ligamen di sekitar tulang punggung, sehingga tulang punggung menjadi kekurangan kekuatannya untuk menopang tubuh Ibu.

    • Pemisahan otot. Atau muscle separation yang terjadi di sekitar rusuk hingga ke tulang pubis saat hamil, bisa memperparah nyeri punggung. 

    • Stress. Semakin Ibu stress saat hamil, maka akan semakin memicu tekanan pada otot-otot.

    Cara Mengatasi Sakit Punggung Saat Hamil;

    • Olahraga. Gerakan olahraga tertentu, bisa mengurangi tekanan dan nyeri pada bagian punggung. Contoh olahraga yang aman untuk ibu hamil, adalah berjalan kaki dan berenang.

    • Meletakkan pad hangat atau dingin pada bagian yang nyeri. Pastinya, hal ini mesti Ibu konsultasikan dulu, ya, dan jangan meletakkan pad tersebut ke bagian perut.

    • Perbaiki postur tubuh. Misalnya, hindari duduk dengan posisi sembarang, maksudnya, ketika Ibu duduk, berjalan dan rebahan, maka gunakan postur yang baik, ya. Tips lainnya, menggunakan korset hamil, menggunakan bantal untuk menyangga punggung saat duduk atau mengapit bantal di antara kedua lutut sambil tidur menyamping.

    • Hindari tidur dalam posisi terlentang.

    Jika Ibu merasa nyeri punggung tidak berkurang, semakin parah, atau disertai dengan nyeri saat buang air kecil, maka segera periksakan diri ke dokter, ya.

  4. Kaki Bengkak Saat Hamil

    Adalah keluhan ibu hamil umum lainnya, terutama ketika memasuki trimester akhir. Pada penghujung kehamilan ini, kaki bengkak juga bisa disebabkan oleh kondisi tubuh yang menambah produksi darah dan cairan. Rahim dan janin yang semakin besar pun memperlambat aliran darah dari kaki kembali ke jantung, sehingga bikin kaki semakin bengkak. Hal lain yang bisa memicu kaki bengkak saat hamil, misalnya nggak cukup minum air, mengonsumsi kafein berlebih, cuaca panas, pola makan nggak seimbang dan berdiri terlalu lama.

    Cara Menghilangkan Bengkak di Kaki Saat Hamil:

    • Kurangi konsumsi garam. Gunakan garam secukupnya, dan hindari processed food.

    • Konsumsi makanan kaya akan potassium. Misalnya, kentang dengan kulitnya, ubi dengan kulitnya, pisang, bayam, dan ikan salmon. Bisa juga, mengonsumsi yogurt untuk camilan sehat Ibu.

    • Beristirahat. Beraktivitas boleh saja, tapi jangan abaikan istirahat, ya. Sekadar duduk, atau berbaring dan ganjal kedua kaki dengan bantal. Sebaliknya, jika sudah duduk atau berbaring dalam waktu lama, maka usahakan untuk berjalan setidaknya lima hingga sepuluh menit.

    • Perhatikan pakaian. Jangan menggunakan pakaian ketat saat hamil, terutama celana.

    • Tidur menyamping. Tidur dengan posisi miring ke kiri, bisa memperbaiki sirkulasi darah Ibu.

    • Pijat. Lakukan dalam posisi berbaring, sambil mengganjal kaki dengan bantal.

    Bu, kaki bengkak saat hamil pada dasarnya bukan sesuatu yang membahayakan, ya, namun jika Ibu mendapati kaki, tangan atau wajah Ibu bengkak secara tiba-tiba, maka harus segera ke dokter, ya. Warning sign lainnya, adalah bengkak yang semakin parah, kaki bengkak disertai pusing, pandangan kabur dan susah napas.

  5. Vaginal Discharge Saat Hamil

    Adanya vaginal discharge, adalah salah satu tanda jika Ibu hamil. Semakin besar kehamilan Ibu, maka jumlah vaginal discharge akan bertambah, namun di akhir kehamilan, Ibu mungkin bakal bingung membedakan antara vaginal discharge dan urine. Vaginal discharge berwarna jernih atau pun putih dan tidak berbau, adalah hal yang wajar. Tapi, ketika Ibu melihat vaginal discharge berwarna kehijauan atau kecokelatan, bercampur darah, berbau dan vagina terasa gatal (atau perih), maka Ibu perlu diperiksa, mungkin saja Ibu terkena infeksi

  6. Heartburn Pada Masa Hamil

    Ibu merasakan perut kembung atau nyeri di bagian tengah dada saat hamil? Itu adalah gejala-gejala dari heartburn. Heartburn yang umum sebagai keluhan ibu hamil ini, terjadi ketika katup yang ada di antara perut dengan kerongkongan (esofagus), nggak bisa mencegah asam dari perut untuk nggak kembali naik ke kerongkongan, sehingga, asam tersebut menjadikan esophagus teriritasi. Seperti keluhan ibu hamilnya, hal ini dipicu oleh hormon kehamilan yang bikin katup tersebut menjadi rileks. Heartburn bakal semakin menjadi, di trimester ke tiga, karena rahim yang membesar, memberikan tekanan pada perut dan usus Ibu, tekanan ini juga menekan asam ke kerongkongan.

    Atasi heartburn dengan cara berikut:

    • Makanlah dalam porsi kecil, sebanyak beberapa kali sehari.

    • Jangan langsung berbaring setelah makan, tunggu sekitar satu jam.

    • Hindari berat badan naik dengan terlalu cepat dan berlebihan.

    • Hindari makan makanan pedas, berminyak, berlemak dan processed food. Disarankan juga, untuk menghindari konsumsi sesuatu yang mengandung kafein, mint, citrus.

    • Ketika mengalami heartburn, Ibu bisa coba makan buah pepaya atau minum segelas susu almond.

  7. Sakit Gigi di Kala Hamil

    Orang bilang, ‘jangan lupa ke dokter gigi sebelum merencanakan kehamilan’. Mungkin saran tersebut ada baiknya untuk dituruti. Menurut informasi yang kami ulas dari mouthhealthy.org, ibu hamil rentan terhadap dua masalah kesehatan gigi, yaitu gingivitis dan cavities.

    Gingivitis selama kehamilan, atau radang gusi, nggak jarang dikeluhkan oleh ibu hamil. Hal ini kadang bikin ibu hamil malas makan, atau gusi gampang berdarah ketika menyikat gigi. Pada dasarnya, radang gusi ini disebabkan oleh menumpuknya plak, yang berasal dari sisa-sisa makanan yang nggak dibersihkan dengan baik. Selain itu, perubahan hormon ketika hamil juga bisa memicu hal ini dan bikin gusi menjadi lebih sensitif. Untuk mencegah keluhan ibu hamil ini, maka Ibu wajib rutin membersihkan gigi setidaknya dua kali sehari, dan gunakan dental floss bila perlu (satu kali sehari).

    Gangguan lainnya adalah cavities atau gigi berlubang. Selain disebabkan oleh penumpukkan plak, kadar asam pada mulut juga meningkat selama masa kehamilan, belum lagi, jika Ibu punya kebiasaan makan atau minum minuman manis selama hamil.

    Nah, pastinya kesehatan gigi benar-benar mesti dijaga, nih, kalau sampai Ibu malas makan, kan, akan berimbas pada kesehatan Ibu dan tumbuh kembang janin. Melakukan perawatan gigi selama hamil itu diperbolehkan, kok. Justru, Ibu wajib memeriksakan kondisi kesehatan gigi Ibu ke dokter.

Itulah beberapa contoh keluhan ibu hamil yang sering terjadi. Yuk, kita lebih aktif lagi mencari informasi tentang hal ini, supaya kehamilan tetap lancar dan sehat.

Penulis: Stephanie
Editor: Dwi Ratih