Kelahiran Dibaca 5,734 kali

9 Cara Menghindari Persalinan Operasi Caesar

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 22 Maret, 2018 15:03

9 Cara Menghindari Persalinan Operasi Caesar

Banyak negara yang memiliki rasio operasi caesar melebihi jumlah yang direkomendasikan. Biasanya 1 dari 3 ibu melahirkan dengan persalinan operasi caesar. Para ibu hamil, terutama ibu yang baru pertama kali melahirkan pasti berharap bisa menghindari operasi caesar. Bahkan ibu yang sebelumnya pernah menjalani operasi caesar, tidak ingin mengulanginya dan berharap bisa melahirkan normal setelah operasi caesar.

 

Nah, jika Bunda ingin menghindari operasi caesar, ada sebuah penelitian menemukan hubungan antara olahraga selama hamil dan penurunan risiko operasi caesar pada wanita yang pertama kali melahirkan. Selain kebiasaan berolahraga, ada situasi tertentu yang mengharuskan ibu hamil menjalani persalinan caesar. Tapi Bunda harus ingat, penelitian dan tujuan menurunkan tingkat operasi caesar tersebut adalah untuk menurunkan angka operasi caesar yang tidak perlu, bukan melarang operasi caesar yang memang harus dilakukan demi keselamatan ibu dan bayi.

 

Olahraga dan dampaknya pada operasi caesar

Sebuah penelitian melibatkan 39.187 ibu yang baru hamil pertama kali dengan satu bayi. Para ibu hamil ini disurvey berdasarkan kebiasaan olahraga mereka antara usia kehamilan 17 hingga 30 minggu, lalu dilanjutkan dengan melihat bagaimana mereka melahirkan.

 

Peneliti menemukan wanita yang teratur berolahraga memiliki penurunan risiko melahirkan melalui operasi caesar dibanding wanita yang tidak berolahraga selama hamil. Penurunan yang signifikan terjadi pada wanita yang berolahraga setidaknya 5 kali tiap minggu dan memilih olahraga high impact seperti joging atau aerobik.

 

Olahraga, kehamilan, dan kelahiran

Aktif berolahraga penting untuk fungsi tubuh kita, baik di saat hamil atau tidak. Olahraga membantu menjaga otot, tulang, dan sistem kekebalan tubuh tetap kuat. Aktivitas fisik juga menjaga metabolisme, sistem kardiovaskuler, pencernaan, bahkan membantu menstabilkan tingkat glukosa,  dan melindungi dari depresi saat hamil serta gangguan mood lainnya.

 

Selama hamil, tubuh membutuhkan makanan yang baik dan gaya hidup aktif agar tetap sehat. Karena perubahan hormon dari plasenta, gula darah cenderung naik, dan peningkatan pada volume darah bisa membuat kita rentan mengalami tekanan darah tinggi.

 

Aktivitas fisik yang teratur, meski hanya dengan berjalan kaki selama 30 menit setiap hari bisa membantu gula darah tubuh lebih stabil dan menurunkan risiko diabetes gestasional. Meski Anda sudah mengalami diabetes gestasional, aktivitas olahraga yang teratur bisa membantu mengontrol gula darah. Diabetes gestasional yang tidak terkontrol bisa memicu bayi berukuran lebih besar dibanding biasanya, sehingga meningkatkan risiko persalinan caesar.

 

Bila tekanan darah naik di akhir kehamilan, kadang Bunda harus melakukan induksi saat persalinan. Menerima induksi bisa meningkatkan risiko persalinan caesar karena adanya intervensi atau tubuh Anda dan bayi belum siap untuk persalinan. Ketika tekanan darah naik selama kehamilan dan tubuh tidak responsif pada perubahan waktu istirahat, pola makan, atau obat, proses kelahiran perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan bayi dan ibu.

 

Memang Bun, ada beberapa ibu hamil yang tetap aktif berolahraga dan menerapkan pola makan seimbang tapi masih mengalami diabetes gestasional atau tekanan darah tinggi. Tapi ada bukti jelas kalau tetap aktif berolahraga sangat bisa menurunkan risiko mengalami keduanya. Sayangnya, menurunkan risiko tidak berarti menghilangkannya 100 persen. Bila Bunda masih mengalami komplikasi kehamilan, tetaplah aktif berolahraga dan makan dengan pola makan yang baik karena bisa menurunkan efek samping dari komplikasi tertentu.

 

Berat badan dan risiko operasi caesar

Ketika bicara tentang manfaat olahraga, kita sering berpikir yang terpenting adalah memiliki indeks massa tubuh atau berat badan yang sehat. Tapi bukan berarti memiliki berat badan sehat terjamin bebas mengalami resistensi insulin atau kesehatan yang buruk. Karena itu bisa terjadi akibat kurang olahraga atau pola makan tidak sehat.

 

Pola makan dengan karbohidrat yang diproses bisa memicu banyak masalah kesehatan. Gaya hidup sekarang juga cenderung kurang banyak gerak yang bisa menyebabkan banyak masalah kesehatan. Gaya hidup seperti ini sama buruknya dengan merokok. Bahkan ketika Anda memulai kehamilan rendah risiko dengan berat badan sehat, tidak aktif berolahraga atau pola makan yang buruk bisa memicu komplikasi kehamilan.

 

Mewaspadai kemungkinan memasuki kehamilan dengan indeks massa tubuh yang sehat bisa berdampak pada tingkat risiko secara keseluruhan, peneliti melihat hasil penelitian ini kembali. Tidak ada perubahan pada tingkat risiko caesar antara wanita yang pertama kali menjadi ibu yang aktif dan tidak aktif berolahraga. Ini menunjukkan kalau aktif olahraga selama hamil jadi bagian penting dari kehamilan yang sehat tanpa melihat berat badan Anda sebelum hamil.

 

Korelasinya tidak harus sama sebagai sebab akibat, tapi hasil dari penelitian ini menunjukkan kalau aktif berolahraga jadi bagian penting dalam kesehatan kehamilan dan lebih banyak penelitian perlu dilakukan untuk menentukan bagaimana dan kenapa seperti itu.

 

Semua pihak di bidang kesehatan kehamilan juga perlu menekankan pentingnya tetap aktif berolahraga selama hamil. Komplikasi kehamilan tertentu membuat ibu hamil tidak bebas melakukan aktivitas fisik, jadi konsultasikan ke dokter atau bidan lebih dulu sebelum Anda memulai program olahraga apapun.

 

Tips menghindari operasi caesar

Hanya sebagian kecil wanita yang merencanakan operasi caesar untuk kelahiran bayinya. Survey di Amerika Serikat menunjukkan hanya 1 persen wanita yang menjalani operasi caesar merencanakannya, tanpa alasan medis. Temuan serupa juga terjadi di negara-negara lain. Ini menunjukkan kebanyakan wanita ingin menjalani kelahiran normal.

 

Sebagai respon atas tumbuhnya kekhawatiran pemerintah, di pernyataan terbarunya, WHO menyatakan operasi caesar efektif dalam menyelamatkan nyawa ibu dan bayi hanya ketika dibutuhkan untuk alasan medis.

 

Berdasarkan penelitian WHO, tingkat operasi caesar lebih tinggi dari 10 persen tidak menunjukkan penurunan pada tingkat kematian ibu dan bayi. Tapi risiko pembedahan besar masih tetap ada.

 

WHO menyimpulkan operasi caesar bisa menyebabkan komplikasi signifikan dan permanen, bahkan kematian, khususnya di tempat dengan kurang fasilitas dan kapasitas untuk melakukan pembedahan yang aman. Operasi caesar idealnya hanya dilakukan ketika secara medis dibutuhkan.

 

Berikut ini beberapa tips untuk membantu menghindari operasi caesar:

 

  1. Pilih dokter dengan tingkat operasi caesar rendah

    Bila Anda memilih dokter kandungan dengan tingkat operasi caesar menengah atau tinggi, ada kemungkinan Anda akan mengikuti jejak ini. Selalu cari tahu tentang dokter kandungan sebelum memilih dan tanyakan tingkat operasi caesar mereka. Bila lebih dari 15 persen Anda bisa bertanya kenapa bisa tinggi. Ini untuk mengetahui pendapatnya tentang kelahiran.

     

    Memilih dokter dengan tingkat caesar rendah jadi langkah penting untuk menghindari pembedahan saat lahir. Tapi kelahiran di rumah sakit identik dengan penggunaan obat. Bagi beberapa wanita, pilihan terbaik adalah bidan.

     

    Penelitian menunjukkan bagi wanita dengan kehamilan risiko rendah, perawatan oleh bidan menurunkan kemungkinan operasi caesar. Selain itu, perawatan oleh bidan meningkatkan kemungkinan kelahiran vaginal spontan. Pertimbangkan pilihan Anda, bicaralah pada banyak dokter dan pilih mana yang tepat.

     

  2. Hindari induksi persalinan

    Ada beberapa kasus dimana induksi persalinan jadi pilihan, misalnya bila ibu terdiagnosa preeklampsia. Tapi induksi persalinan dengan obat meningkatkan kemungkinan operasi caesar darurat, terutama untuk ibu yang pertama kali melahirkan.

    Faktanya, 15 dari 16 penelitian menemukan tingkat operasi caesar dua kali lebih tinggi pada ibu yang pertama kali menjalani induksi persalinan dibanding ibu yang tidak diinduksi.

     

    Oksitosin buatan yang digunakan pada induksi persalinan tidak bekerja seperti oksitosin alami. Oksitosin buatan membuat persalinan sangat kuat. Banyak wanita yang menerima oksitosin buatan dengan cepat meminta pereda sakit, terutama epidural. Epidural membuat Anda tidak bisa bergerak dan menggunakan kateter karena Anda tidak tahu kapan harus buang air kecil.

     

    Anda tidak bisa mengejan dengan efektif, dan akibatnya, Anda membutuhkan forcep atau vakum. Tapi Anda bahkan tidak sampai di tahap ini, karena untuk sebagian wanita, induksi persalinan tidak berhasil, dan pilihan satu-satunya adalah operasi caesar. Ketika Anda diinduksi, Anda lebih mungkin menjalani operasi caesar.

     

  3. Gunakan jasa doula

    Sebuah penelitian menyatakan melahirkan dengan bantuan doula bisa menurunkan kemungkinan operasi caesar. Penelitian yang diterbitkan The American Journal of Managed Care melaporkan hampir 60 persen penurunan kemungkinan wanita menjalani operasi caesar dan 80 persen penurunan menjalani caesar non medis.

     

    Doula adalah pendamping terlatih yang memberi perawatan berkelanjutan. Doula jadi wajah yang familiar bagi Anda saat melahirkan. Ia memberi pendidikan tentang kelahiran, memberikan dukungan, dan banyak lagi untuk membantu Anda dan pasangan. Tapi doula tidak menggantikan petugas medis atau pasangan Anda, ia hanya bergabung dan memberi kontribusi.

     

    Penelitian tentang doula menyatakan dukungan dari doula lebih efektif dibanding dari staf rumah sakit atau teman dan keluarga ibu. Doula menawarkan perawatan yang tidak bisa diberikan orang lain. Sebagai alternatif, Anda bisa pilih bidan sebagai doula. Tapi seperti bentuk dukungan lain saat melahirkan, pastikan filosofinya sejalan dengan Anda.

     

  4. Aktif sebelum melahirkan

    Aktif sebelum Anda melahirkan (idealnya sebelum Anda hamil) akan membantu Anda bertahan selama persalinan. Bisa dipahami, latihan fisik terasa sulit bila Anda mengalami morning sickness atau kondisi kesehatan yang menimbulkan rasa sakit.

     

    Tapi sebisa mungkin, coba keluar rumah untuk berjalan kaki setiap hari. Tak perlu lama, sekitar 30 menit jalan kaki setiap hari sudah cukup. Bila Anda merasa ini terlalu lama,  mulailah dengan hanya 10 menit. Ini berarti 5 menit berjalan kaki lalu balik arah dan pulang ke rumah. Tambahkan durasinya ketika Anda merasa nyaman.

     

    Renang dan yoga juga memberi manfaat fisik untuk wanita hamil. Ditambah lagi manfaat emosional dari latihan fisik, yang akan membantu mencegah dan mengatasi rasa cemas dan depresi. Latihan fisik membantu Anda menjalani persalinan dan kelahiran dengan lebih baik.

     

  5. Tetap di rumah hingga persalinan berlanjut

    Alasan untuk tetap berada di rumah hingga proses persalinan berlanjut adalah karena ini akan menurunkan jumlah jam Anda berada di rumah sakit. Semakin singkat Anda tinggal di rumah sakit, semakin sedikit intervensi digunakan untuk mempercepat persalinan.

     

    Insting pertama kita cenderung segera menuju rumah sakit saat tanda persalinan muncul pertama kali. Nah, sebaiknya tunggulah dulu hingga persalinan aktif karena bisa menurunkan kemungkinan operasi caesar.

     

    Berada di lingkungan rumah sendiri yang nyaman membuat tubuh Anda menemukan posisi yang terasa nyaman, dan tidak dibatasi oleh apapun agar persalinan mengalami kemajuan. Di rumah, Anda bisa lebih rileks di lingkungan yang familar. Anda bisa tetap berada di rumah hingga kontraksi cukup keras dan cepat.

     

  6. Beristirahat sebelum dan selama persalinan

    Meski Anda tidak tahu kapan akan menjalani persalinan, berisitirahat memberi efek positif terhadap hasil kelahiran. Tidur membuat Anda merasa lebih baik menghadapi persalinan. Tidur di malam hari dan beristirahat di sela kontraksi akan membantu Anda memiliki energi yang cukup untuk mengejan.

     

    Masuk ke ruang bersalin membuat Anda merasa lelah dan bila Anda tidak kuat, dokter kemungkinan harus melakukan operasi caesar. Penelitian menunjukkan wanita hamil yang rata-rata tidur selama 6 jam atau kurang secara teratur di akhir kehamilan memiliki kemungkinan 4,5 kali melahirkan melalui operasi caesar.

     

    Bahkan tidur 6 sampai 7 jam menyebabkan tingkat operasi caesar 3,7 kali lebih tinggi dibanding wanita yang secara teratur tidur lebih dari 7 jam. Tidur yang berkualitas di malam hari memberi perbedaan besar terhadap hasil kelahiran.

     

  7. Aktif selama persalinan

    Berbaring atau bersandar di tempat tidur selama persalinan bisa menyebabkan persalinan lebih lama dan lebih terasa sakit, juga meningkatkan risiko operasi caesar.

     

    Hasil dari 25 penelitian menyimpulkan adanya bukti penting dan jelas kalau berjalan kaki dan posisi tegak di tahap pertama persalinan menurunkan durasi persalinan, risiko kelahiran caesar, dan kebutuhan epidural.

     

    Ketika Anda aktif dan di posisi tegak, Anda bekerja bersama tubuh dan gravitasi. Anda membantu bayi turun ke panggul dan berputar sebelum lahir. Tidak bergerak membuat semua jadi lebih sulit.

     

    Berbaring jadi satu posisi disfungsi untuk melahirkan. Panggul bisa meluas hingga 40 persen ketika Anda jongkok. Selain itu, ketika berbaring, Anda menahan beban rahim dan bayi, yang bisa menyebabkan tekanan pada pembuluh darah besar. Ini bisa menurunkan aliran darah dan oksigen ke tubuh. Bila ini terjadi, bayi bisa mengalami stres janin.

     

  8. Perbanyak berjongkok

    Anda tidak hanya perlu berjongkok sebelum persalinan, tapi juga harus melakukannya selama persalinan. Olahraga selama hamil membantu tubuh Anda kuat untuk menjalani persalinan, terutama di bagian tubuh yang akan Anda gunakan untuk mengejan. Berjongkok jadi satu teknik untuk membuka panggul dan membantu bayi turun. Berjongkok juga memperkuat kaki, yang Anda butuhkan untuk mengejan.

     

    Selama persalinan, berjongkok membuat panggul melebar 20 sampai 30 persen. Ini ruang yang cukup besar untuk membantu bayi keluar. Karena peran gravitasi, berjongkok juga membantu pembukaan jalan lahir, mengurangi stres pada janin, dan menurunkan kebutuhan episiotomi.

     

  9. Dikelilingi orang yang tepat

    Anda tidak hanya butuh dukungan banyak orang selama hamil, tapi juga saat melahirkan. Orang yang mengelilingi Anda akan berdampak pada pikiran, keyakinan, dan rasa percaya diri Anda saat melahirkan.

     

    Akan selalu ada orang yang ingin membagikan cerita melahirkan yang menegangkan pada siapapun yang mau mendengarnya. Pengalaman melahirkan mereka bisa berdampak pada apa yang kita pikirkan. Jadi bila kita bergaul dengan orang yang memberi semangat, Anda akan merasa yakin dan berpikir positif.

     

    Pastikan pasangan Anda juga siap. Anda mungkin punya banyak teman, tapi bila tak ada yang menjalani kelahiran normal, berarti mereka belum pernah mengalami  intensitas melahirkan. Orangtua Anda, bahkan pasangan Anda, bisa ketakutan melihat orang yang dicintai kesakitan dan memaksa pemberian pereda sakit untuk Anda. Tapi wanita yang sedang menjalani persalinan tidak butuh diselamatkan, mereka membutuhkan dukungan.

 

Bila ibu yang menjalani persalinan menginginkan operasi caesar, ini harus menjadi keputusannya atau karena alasan medis, bukan karena orang di sekitarnya yang memaksanya.

(Ismawati)