Kesehatan Dibaca 842 kali

8 Cara Mengobati Flu Secara Alami

Share info ini yuk ke teman-teman
Stephanie
8 Cara Mengobati Flu Secara Alami

Sekarang ini, dunia sedang berjuang melawan virus corona. Menurut informasi dari thewuhanvirus.com saat ini, jumlah korban di dunia telah mencapai lebih dari 95.000 orang. Bahkan, penderita Wuhan pneumonia sudah menyebar ke hingga 83 negara dengan korban jiwa sekitar 3.200 orang. 

Mudahnya penularan penyakit ini dan jumlah korbannya yang masih meningkat, membuat orang-orang menjadi panik. Salah satunya adalah di negara kita. Ya, semenjak dipastikan ada korban COVID-19 di Depok, Indonesia, pada tanggal 2 Maret lalu, Indonesia, terutama di Jakarta yang seakan-akan mengalami kekacauan. Warga berbondong-bondong membeli persediaan makanan dan kebutuhan sehari-hari. ‘Panic buying’ ini diperkeruh dengan sulitnya masyarakat untuk membeli masker dan gel antiseptik sebagai upaya pencegahan.

Gimana, nih, Bu, pendapat Anda dengan kondisi yang terjadi sekarang ini? Di satu sisi, banyak orang yang ingin mendapat keuntungan berlipat-lipat dengan memanfaatkan situasi. Di sisi lain, masyarakat tetap berusaha membeli barang-barang tersebut walaupun amat mahal serta berebut membeli persediaan kebutuhan sehari-hari untuk melindungi keluarganya masing-masing.

Panik adalah hal yang wajar, namun untuk menghadapi masalah, kita diwajibkan untuk tetap tenang dan berpikir jernih. Sebelumnya, kami telah memberi ulasan singkat mengenai virus corona. Nah, pada kesempatan kali ini, mari kita membahas lebih banyak mengenai flu, seperti gejala, cara pencegahan flu dan cara mengobati flu.

Flu, tampaknya memang penyakit yang sepele dan sangat umum terjadi, namun, flu bisa membuat Anda membuat sakit selama satu atau bahkan dua minggu. 

Gejala-gejala Flu pada Umumnya

Ada beberapa gejala flu yang mudah diketahui, yaitu demam tinggi secara tiba-tiba (biasanya berlangsung selama tiga sampai empat hari), pusing, nyeri otot, nyeri sendi, batuk (biasanya batuk kering), sakit tenggorokan, hidung berair dan tersumbat, badan terasa capek dan menggigil. Ada pun ciri-ciri flu lainnya yang mungkin timbul, seperti badan terasa lemas, mual, muntah dan diare.

Gejala flu, bisa saja nggak langsung muncul, maka penderitanya mungkin nggak menyadari kalau ia sedang sakit. Gejala biasanya baru muncul satu hingga beberapa hari setelah seseorang terinfeksi. Catatan, nggak semua penderita flu mengalami demam. Nah, saat keluarga mengalami flu, Ibu harus memperhatikan warning signs sebagai tanda penderita flu harus dibawa segera ke dokter. Simak yuk warning signs dari flu:

  • Pada anak-anak. Napas cepat, napas berat, nyeri dada, lunglai (anak sulit berjalan), dehidrasi, demam (pada bayi di bawah usia 12 minggu), demam dan batuk yang hilang timbul atau kejang.

  • Pada orang dewasa. Napas cepat, napas berat, nyeri dada, pusing yang lambat hilang, tidak buang air kecil, nyeri otot parah, lemas, linglung, demam dan batuk yang hilang timbul atau kejang.

Penyebab Flu

Flu disebabkan oleh virus influenza yang mengenai saluran pernapasan (hidung, tenggorokan dan paru). Berikut beberapa jenis flu yang harus kita tahu:

  1. Influenza Type A. Adalah jenis virus flu yang bisa menginfeksi manusia dan hewan, seperti burung, babi, kuda, dll.

  2. Influenza Type B. Adalah jenis virus flu yang menginfeksi hanya manusia. Virus ini tidak lebih berbahaya dibanding dengan tipe A.

  3. Influenza Type C. Adalah jenis virus yang paling jarang menjangkit.

Influenza Type A dan B adalah tipe yang bisa memberikan dampak berat. Kedua jenis ini juga terus berkembang.

Cara Penyebaran Flu 

Virus flu bisa menyebar dengan mudah, maka nggak heran, kalau flu sangat gampang menular. Menurut lung.org virus flu menyebar ketika penderitanya batuk, bersin dan berbicara. Ketiganya, memungkin penyebaran droplets (tetesan) dan droplets tersebut bisa masuk ke hidung dan mulut orang-orang di sekitarnya. Nggak cuma itu, Anda juga bisa tertular flu, karena Anda nggak sengaja menyentuh virus flu yang melekat pada suatu objek. Perpindahan virus flu dari objek ke diri Anda adalah ketika Anda menyentuhnya, kemudian Anda menyentuh hidung, mulut dan mata.

Berapa Lama Virus Flu Bisa Hidup?

Sampai berapa lama, sih, virus flu yang tersentuh bisa bikin kita sakit? Dari situs ini, dikatakan virus flu bisa hidup di luar tubuh selama beberapa jam, tergantung pada apa tempatnya melekat. Virus pada umumnya bisa hidup lebih lama jika melekat pada stainless steel, plastik dan permukaan keras lainnya, dibandingkan dengan pada kain dan permukaan yang lembut. Faktor lainnya adalah tergantung pada temperatur sekitar, kelembapan dan berapa banyak virus yang melekat pada objek tersebut. Situs lainnya, menginformasikan bahwa virus yang melekat pada permukaan keras (misalnya pegangan di kereta atau gagang pintu), bisa hidup selama 24-48 jam.

Siapa yang Berisiko Mengalami Komplikasi Flu?

Jangan anggap enteng flu, ya, Bu. Meski kesannya remeh, flu nyatanya bisa menyebabkan komplikasi yang bisa berakibat fatal, terutama jika mengenai anak-anak, ibu hamil, lansia (65 tahun ke atas), dan pada orang-orang dengan gangguan kesehatan tertentu. Yaitu penderita penyakit paru kronis (berjangkit terus dalam waktu yang lama atau menahun) seperti asma, COPD, bronchiectasis, atau cystic fibrosis. Flu juga bisa membahayakan bagi penderita gangguan kesehatan jantung, ginjal, hati, diabetes (dan gangguan metabolik lainnya), obesitas, anemia berat, HIV dan AIDS. Komplikasi flu juga berbahaya bagi mereka yang mendapatkan perawatan yang menekan sistem kekebalan tubuh seperti steroid dan kemoterapi, serta yang mengonsumsi aspirin dalam waktu panjang.

Apa Saja Komplikasi Flu? 

Ada beberapa komplikasi dari flu yang mungkin terjadi. Sinus dan infeksi telinga adalah contoh komplikasi flu yang ringan. Sedangkan pneumonia (radang paru) adalah komplikasi yang bisa berakibat fatal. Pneumonia bisa disebabkan oleh virus flu itu sendiri, mau pun koinfeksi dari virus flu dan bakteri. Komplikasi serius lainnya, misalnya peradangan pada jantung, otak, jaringan otot, kegagalan multi organ (misalnya pada organ pernapasan dan ginjal).

Cara Mengobati Flu

Bagi kebanyakan orang, flu akan hilang dalam satu atau dua minggu. Namun pada anak-anak dan lansia, flu biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh. Lalu bagaimana cara mengobati flu? 

Sebelumnya, mungkin lebih tepat dikatakan cara meredakan flu, bukan cara mengobati flu. Nah, jika Anda merasa sakit, maka segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan penanganan segera, terutama bagi Anda yang berisiko mengalami komplikasi flu. Cara meredakan flu adalah dengan mendapatkan antiviral. Antiviral ini bekerja dengan mengurangi kemampuan virus untuk berkembang, maka hal ini akan sangat membantu mencegah flu semakin parah dan mengurangi durasi Anda sakit. 

Berikut cara meredakan flu secara alami:

  1. Perbanyak minum
    Air menjaga agar hidung, mulut dan tenggorokan tetap lembap. Cairan juga membantu untuk mengeluarkan lendir dan dahak.

  2. Minum air kaldu
    Selain menjaga cairan tubuh, kaldu tulang kaya akan protein dan mineral seperti sodium dan potasium. Jadi, mengonsumsi kaldu dari tulang, bisa memberi nutrisi bagi Anda yang sedang sakit. Protein yang terkandung di dalamnya juga baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Cara membuatnya pun mudah, tinggal membuat rebusan tulang ayam atau sapi dengan tambahan bawang putih. Kombinasikan dengan sayuran agar nutrisinya lebih baik dan rasanya lebih nikmat.

  3. Tingkatkan konsumsi zinc
    Zinc juga baik untuk sistem kekebalan tubuh. Zinc juga banyak terkandung pada daging merah, kacang-kacangan, susu dan telur.

  4. Minum teh herbal
    Ada beberapa bahan alami yang dikatakan baik untuk meredakan flu, misalnya bunga lawang (star anise), teh hijau, teh hitam, kunyit, jahe dan cengkih. Untuk hasil yang lebih maksimal, tambahkan madu murni.

  5. Berkumur air garam
    Ketika flu, biasanya akan disertai dengan sakit tenggorokan. Secara alami, berkumur air garam bisa membantu mengurangi gejala tersebut dan menghilangkan lendir.  

  6. Perbanyak istirahat dan tidur
    Tidur baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selanjutnya, sistem kekebalan tubuh yang baik, akan melawan virus flu dengan baik pula.

  7. mandi air hangat.
    Menghirup uap dari air hangat bisa membantu mengeluarkan lendir. 

  8. Perkuat sistem kekebalan tubuh
    Berikut adalah makanan yang bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Di antaranya, bayam, ubi kuning, ikan salmon, brokoli, apel, blueberry dan kacang almond.

Bolehkah Mengobati Flu dengan Antibiotik? 

Antibiotik diberikan untuk mengatasi bakteri, bukan virus. Mengonsumsi antibiotik untuk melawan virus disebut-sebut justru akan memberikan efek negatif dan penggunaan antibiotik yang tidak perlu, akan membuat Anda ‘kebal’ terhadap perawatan antibiotik dan membuat bakteri dalam tubuh semakin kuat. Jadi, jangan sembarang menggunakan antibiotik tanpa pengawasan dokter, ya.

3 Cara Mencegah Flu

Ada beberapa cara sederhana untuk mencegah flu, yaitu dengan mendapatkan vaksinasi flu, rutin mencuci tangan dan menghindari penderita flu.

  1. Cegah Flu dengan Vaksin Flu

    Cara yang paling disarankan untuk mencegah terjangkit flu adalah dengan mendapatkan vaksin flu. Vaksin ini bisa dilakukan setiap tahun, karena virus flu terus berubah dan berkembang. Vaksin flu disarankan bagi mereka yang sudah berusia 6 bulan ke atas. Vaksin akan bekerja dua minggu setelah dilakukan dan akan semakin berfungsi setelah satu hingga dua bulan kemudian. Silakan berkonsultasi dulu dengan dokter untuk mendapatkan vaksin ini.

  2. Cegah Flu dengan Mencuci Tangan

    Seseorang bisa terkena flu setelah menyentuh objek yang terkena virus flu. Misalnya, Anda menyentuh gagang pintu, tombol lift, pegangan di kereta atau eskalator, dst. Nah, supaya virus ini nggak berpindah pada Anda, maka Anda mesti mencuci tangan sebelum Anda menyentuh wajah (hidung, mulut dan mata), setelah dari tempat-tempat umum dan sebelum makan.

    Mencuci tangan yang paling baik adalah dengan sabun dan air mengalir selama 20-30 detik. Tapi pastinya, nggak semua tempat menyediakan tempat untuk mencuci tangan, sebagai solusinya, Anda bisa membersihkan tangan dengan hand sanitizer.

  3. Membersihkan Tangan dengan Hand Sanitizer 

    Pastikan hand sanitizer Anda berbahan dasar alkohol. Sanitizer dengan alkohol 60-96% adalah yang paling efektif. Cara menggunakannya pun mudah, yaitu tuang secukupnya pada telapak tangan dan usapkan menyeluruh hingga gel mengering. 

Bisakah Mencegah Flu dengan Masker?

Untuk mencegah wabah flu corona yang sedang berlangsung, seketika orang berbondong-bondong membeli beragam masker. Betulkah flu bisa dicegah dengan penggunaan masker? Jawabannya adalah tergantung dari jenis masker apa yang dipakai. Masker biasa, termasuk menggunakan masker bedah, tidak bisa mencegah flu corona. 

Masker ini tidak efektif digunakan untuk pencegahan, karena tidak mampu menyaring hingga ke partikel kecil. Masker ini juga seringkali longgar, sehingga masih memungkin masuknya virus. Cara penggunaan yang nggak tepat juga menjadikan masker justru terkontaminasi. Seringkali, penggunanya melepas dan memasang kembali masker, misalnya untuk minum dan makan, menyentuh bagian dalam dan menggunakannya berulang kali.

Sedangkan, untuk masker jenis N95 respirator, bisa digunakan untuk pencegahan, baik itu untuk mencegah terkena flu, mau pun mencegah penyebarannya. Namun masker jenis N95 respirator ini belum disarankan digunakan untuk umum, melainkan untuk tenaga medis dan yang bertugas saja. Kenapa? Karena tenaga medis telah dilatih untuk menggunakan masker N95 ini dengan cara yang benar. Selain itu, masker N95 respirator ini berbahan khusus, yang jika tidak digunakan dengan benar, justru akan mengganggu kesehatan penggunanya.

CDC menganjurkan, masker semestinya digunakan bagi Anda yang diduga terinfeksi, bagi yang sakit dan Anda yang merawat orang sakit. Setidaknya, gunakan masker yang berkualitas dan rapat, sehingga tidak menyebabkan ‘kebocoran’ dari masker yang longgar.

Cara Stop Penyebaran Flu

Nah, bagaimana jika Anda yang sakit? Hal utama yang paling dibutuhkan adalah kesadaran untuk menjaga agar tidak terjadi penyebaran ke orang lain. Pertama, Anda mesti menghindari mereka yang sehat. Caranya adalah dengan mengurangi kontak dengan orang-orang yang ada di rumah, tidak hadir ke tempat bekerja dan tidak mendatangi tempat-tempat umum (ramai) dulu, hingga Anda sembuh. CDD menyarankan agar Anda tetap di rumah setidaknya sampai satu hari setelah demam Anda hilang. 

Ke dua, pastikan Anda selalu menutup mulut dan hidung ketika Anda bersin dan batuk. Penting, nih, buat Anda ketahui, bahwa flu tidak menular melalui udara (airborne), tapi melalui cipratan droplets dari penderita. Virus flu hidup di dalam air liur dan lendir, yang ketika Anda batuk dan bersin, maka droplets tersebut bisa ‘menyembur’ hingga jarak 6 kaki dari tubuh Anda. 

Nah, jika Anda nggak menutup hidung dan mulut, maka droplets yang ‘menyembur’ inilah yang bisa mengenai orang-orang atau melekat pada benda-benda di sekitar Anda. Jadi, jika orang di sekitar Anda juga nggak menggunakan pengaman, maka mereka juga bisa tertular, kan?

Ketika Anda bersin dan batuk, tutuplah mulut dan hidung Anda dengan tisu atau pun bagian dalam siku Anda. Kenapa kita nggak boleh menutup hidung dan mulut dengan tangan? Karena virus yang keluar dari tubuh, akan melekat di tangan, dan tangan Anda akan menyentuh banyak objek yang kemudian objek tersebut bisa tersentuh oleh orang lain juga. Jika Anda menggunakan tisu, segera buang dan cuci tangan Anda.

Terakhir, juga dibutuhkan kesadaran bagi Anda untuk segera mendapatkan pengobatan. Dalam kasus virus corona ini, Anda wajib memeriksakan diri jika Anda terkena flu setelah Anda berkunjung dari negara-negara yang terjangkit, jika Anda melakukan kontak dengan seseorang yang baru berkunjung dari negara-negara terjangkit, atau melakukan kontak dengan seseorang yang datang dari negara terkait flu corona. Himbauan ini juga sudah disebar luaskan.

Kesimpulannya, kunci dari pencegahan flu adalah dengan mendapatkan vaksin, rutin mencuci tangan (atau gunakan hand sanitizer), menjauhi orang yang sedang flu dan tingkatkan sistem kekebalan tubuh. 

Kebutuhan akan masker berkualitas seperti menjadi dilema. Di satu sisi, memakai masker dikatakan bukan tindakan pencegahan yang efektif, di sisi lain, kita diharuskan melewati tempat-tempat ramai di dalam keseharian kita. Pastinya ada kekhawatiran akan tertular penyakit. Apalagi, memang banyak, kan, kita lihat penderita flu yang nggak menutup hidung dan mulutnya ketika bersin dan batuk? 

Semoga informasi di atas bisa memberi manfaat bagi Anda dan keluarga.

(Stephanie)