Balita

Benarkah Bedak Bayi Berbahaya? Yuk, Ketahui Fakta-faktanya!

Darin
Benarkah Bedak Bayi Berbahaya? Yuk, Ketahui Fakta-faktanya!

Di Indonesia, bedak bayi hampir selalu ada di deretan produk perlengkapan bayi yang ada dalam daftar belanja Ibu. Fungsinya yang beragam ditambah baunya yang lembut dan khas, membuat banyak orangtua suka memakaikan bedak bayi ke bagian tubuh anaknya sehabis mandi. Biasanya sih tujuannya agar anaknya tidak bau keringat dan tetap segar sepanjang hari. Saking banyaknya peminat, bedak bayi juga sering dijadikan hadiah atau kado untuk Ibu-Ibu yang baru melahirkan lho! Siapa hayo yang pernah dapat kado bedak bayi?

Kegunaan Bedak Bayi

Dilansir dari laman Healthline, sebagian besar bedak bayi dibuat dari bahan baku bernama talc, suatu kandungan mineral yang ada pada tanah liat dan diambil dari endapan bawah tanah. Ada juga bedak bayi yang menggunakan cornstarch atau tepung jagung (maizena), pati garut dan bahan bubuk lainnya. Tapi umumnya bahan yang digunakan adalah talc atau talcum tadi. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan bedak bayi mampu meningkatkan penyerapan air sehingga dapat menjaga kelembaban kulit. Berikut kegunaan bedak bayi:

  • Mengatasi kulit gatal

    Bayi sering mengalami ruam yang disebabkan beberapa hal, seperti bahan pakaian yang kurang nyaman, karena keringat yang terperangkap di lipatan-lipatan tubuh, atau karena penggunaan popok yang kurang cocok. Masalah tersebut bisa menyebabkan bayi mengalami kulit gatal atau ruam kemerahan. Beberapa bedak bayi mengklaim dapat membantu mengatasi masalah kulit tersebut.

  • Mencegah biang keringat

    Selain mengatasi gatal, bedak bayi juga dapat membantu mencegah bayi mengalami biang keringat. Biang keringat atau heat rash terjadi akibat penyumbatan kelenjar keringat akibat keringat yang berlebih. Udara yang terlalu panas dan lembab dapat semakin memicu terjadinya heat rash, sehingga penggunaan bedak bayi dapat menjadi keputusan yang tepat.

Apakah Bedak Bayi Aman?

Meski dianggap memiliki banyak manfaat, bedak bayi sempat memicu kontroversi setelah adanya gugatan yang ditujukan kepada perusahaan Johnson & Johnson sebagai perusahaan pembuat bedak bayi karena produknya dianggap memicu kanker ovarium pada wanita dewasa. Di banyak negara, bedak bayi memang tidak hanya digunakan oleh bayi dan anak-anak saja, tidak sedikit orang dewasa yang juga ikut menggunakannya untuk mengatasi masalah kulit seperti gatal, serta untuk mengatasi bau pada bagian genital wanita.

Banyak wanita mengklaim mereka didiagnosis kanker ovarium akibat penggunaan bedak bayi merek Johnson & Johnson selama bertahun-tahun di area genitalnya. Klaim ini muncul setelah dokter menemukan material talc yang jadi bahan pembuatan bedak bayi di sel kanker atau tumor para pasien yang menggugat perusahaan tersebut.

Sebenarnya talc memang dapat menjadi karsinogen atau zat penyebab kanker jika di dalamnya terkandung asbestos atau asbes. Johnson & Johnson sendiri mengaku bahwa talc yang mereka gunakan aman dan bebas dari asbes sehingga bisa digunakan siapa saja, seperti yang dikatakan Susan Nicholson, M.D, vice president kesehatan perempuan Johnson & Johnson di laman Parents.

Kontroversi di atas berlangsung selama bertahun-tahun. Namun pada akhirnya, pengadilan memenangkan para penggugat dan mengharuskan Johnson & Johnson membayar sejumlah uang kepada mereka. Namun, jika merujuk ke penelitian ilmiah yang selama ini sudah dilakukan, justru sebenarnya belum ditemukan bukti signifikan kalau bedak bayi memang dapat menyebabkan kanker ovarium. Jadi penggunaan bedak bayi pada alat kelamin tidak dapat dianggap sebagai penyebab kanker ovarium. Dan ada banyak faktor risiko yang mungkin memengaruhi peluang wanita terkena kanker ovarium.

Masalah Kesehatan yang Mungkin Muncul dari Penggunaan Rutin Bedak Bayi

Meski masih kontroversial, bukan berarti bedak bayi (terutama yang berbentuk tabur) seratus persen aman digunakan ya. Karena menurut sejumlah penelitian lain, penggunaan rutin bedak bayi juga bisa memicu sejumlah masalah kesehatan, seperti yang dilansir dari Very Well Family. Berikut kemungkinan-kemungkinannya:

  • Masalah pernapasan

    American Academy of Pediatrics melaporkan bahwa terdapat bahaya bedak bayi berbentuk tabur karena bayi dapat menghirup partikel kecil yang terdapat pada bedak, sehingga berisiko merusak paru-paru mereka. Sebagai orangtua yang mengaplikasikan bedak bayi juga berisiko mengalami asma, batuk, dan pernapasan pendek, atau bahkan iritasi paru-paru kronis.

    Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (OSHA) juga menyatakan hal yang sama, bahwa menghirup bedak mungkin berbahaya bagi paru-paru. Orang yang lebih sensitif juga dapat mengalami gejala asma atau pneumonia karena penggunaan yang terus menerus dan berlebihan.

  • Masalah kanker

    Meski bukti konkrit adanya hubungan antara bedak bayi dan kanker masih belum jelas, namun risiko penggunaan bedak bayi terutama ke area genital yang berlebihan tetap ada dan cukup mengkhawatirkan. Apalagi ada laporan juga yang menemukan adanya partikel bedak bayi yang ditemukan pada tumor ovarium wanita yang mengaku menggunakan bedak bayi setiap hari di area genitalnya.

    Sebuah studi di Journal of National Cancer Institute menemukan bahwa meskipun tidak ada hubungan yang terbukti antara penggunaan bedak bayi pada area kelamin atau pantat dengan risiko kanker ovarium secara keseluruhan, ada hubungan antara penggunaan bedak talk dan kanker ovarium invasif. Badan Internasional Kesehatan Dunia untuk Penelitian Kanker juga mengklasifikasikan bedak bayi dari talc sebagai “kemungkinan penyebab kanker bagi manusia”. Walau begitu, tetap diperlukan lebih banyak penelitian untuk memastikan apakah bedak bayi memang menyebabkan kanker atau tidak.

Sebenarnya kemungkinan-kemungkinan di atas dapat diminimalisir dengan penggunaan yang tepat lo, Bu. Berikut ini cara menggunakan bedak bayi agar tetap aman dan si kecil tetap mendapatkan manfaatnya.

Cara Menggunakan Bedak Bayi yang Aman

  • Hindari menaburkan atau mengaplikasikan bedak bayi langsung ke alat kelamin. Sebagai gantinya, tepuk lembut lapisan tipis pada kulit di sekitar alat kelamin dan kaki;

  • Hindari menggunakan bedak bayi dekat dengan mata bayi Ibu;

  • Jauhkan bedak bayi dari wajah Ibu dan bayi untuk menghindari kemungkinan terhirup;

  • Jauhkan bedak bayi dari jangkauan anak-anak;

  • Taburkan bedak bayi ke tangan dengan menjauhkannya dari wajah, sebelum mengaplikasikannya; dan

  • Jangan menaburkan langsung bedak bayi ke si kecil. Sebagai gantinya, taburkan bedak pada kain terlebih dahulu lalu gunakan kain tersebut untuk menepuk-nepuk lembut kulit bayi Ibu.

Rekomendasi Bedak Bayi

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, bedak bayi dengan kandungan talc telah lama jadi kontroversi dan perdebatan selama bertahun-tahun. Penelitian pun hingga saat ini belum ada yang benar-benar bisa menjawab dan memastikan hubungan antara penggunaan talc dengan kanker ovarium pada wanita.

Namun, sebagai bentuk kehati-hatian, ada baiknya Ibu memilih bedak bayi yang tidak mengandung talc dan terbuat dari tepung jagung atau bahan lain yang lebih aman. Selain itu Ibu juga bisa memilih bedak bayi yang berbentuk cair atau padat, supaya meminimalisir risiko partikelnya masuk ke paru-paru. Berikut ini rekomendasi bedak bayi yang relatif aman dan bisa Ibu coba.

  1. Pigeon Baby Compact Powder Hypoallergenic

    Pigeon Baby Compact Powder Hypoallergenic

    Salah satu masalah kesehatan yang mungkin timbul dari pemakaian bedak bayi berbentuk tabur adalah masalah pernapasan. Ada kemungkinan partikel-partikel yang terkandung dalam bedak masuk ke saluran pernapasan bayi hingga menimbulkan masalah di paru-paru. Untuk meminimalisir risiko ini, Ibu bisa mencoba bedak bayi berbentuk padat atau compact, salah satunya seperti Pigeon Baby Compact Powder Hypoallergenic ini.

    Bedak bayi padat dari Pigeon dapat digunakan untuk kulit sensitif karena sudah mengantongi label hypoallergenic. Selain itu, produk ini juga sangat cocok dipakai untuk mengatasi biang keringat atau ruam pada bayi. Biang keringat sering terjadi terutama di bagian tubuh yang banyak lipatannya. Bentuknya yang padat dengan disertai puff atau aplikator, membuat bedak ini dapat dioleskan secara merata khususnya ke bagian lipatan yang sulit dijangkau. Ukurannya yang kecil juga membuat bedak bayi yang satu ini sangat praktis dan mudah dibawa ke mana-mana. Karena di dalamnya terdapat kandungan squalene, compact powder ini dapat membantu menjaga kelembapan dan kelembutan kulit si kecil.

    Harga: Rp31.900,-

  2. Bambi Baby Compact Powder

    Bambi Baby Compact Powder

    Selain Pigeon, ada juga bedak padat dari Bambi yang bisa jadi pilihan Ibu jika ingin meminimalisir risiko masalah pernapasan akibat penggunaan bedak tabur. Bambi Baby Compact Powder mengandung bahan anti-irritant complex dengan ekstrak licorice dan bunga chamomile, membuatnya dapat menyejukkan kulit serta mengatasi kemerahan akibat iritasi ringan. Kemasannya juga sangat praktis dibawa ke mana-mana, terutama jika Ibu sering bepergian bersama si kecil.

    Harga: Rp53.000,-

  3. Mothercare All We Know Baby Liquid Talc

    Mothercare All We Know Baby Liquid Talc

    Selain bedak bayi yang berbentuk padat, pilihan lain yang bisa Ibu coba adalah bedak berbentuk cair, seperti milik Mothercare ini. Bedak bayi berbentuk cair atau liquid ini berbentuk mirip lotion sehingga mudah dioleskan ke permukaan kulit serta relatif aman karena tidak mengandung partikel kecil. Setelah diusapkan dan mengering, bedak cair ini akan berubah menjadi serbuk yang menempel ke kulit dan mengeluarkan aroma wangi.

    Mothercare All We Know Baby Liquid Talc juga telah mengantongi label hypoallergenic sehingga aman digunakan bayi dengan kulit sensitif sekalipun. Produk ini mengandung olive oil sebagai bahan utamanya yang dapat membantu melembabkan kulit bayi, serta ekstrak chamomile untuk menenangkan kulit yang iritasi. Nilai plusnya lagi, produk dari Mothercare ini bebas paraben sehingga sangat aman digunakan untuk bayi yang baru lahir.

    Harga: Rp135.000,-

  4. Biolane Talc Liquide

    Biolane Talc Liquide

    Pilihan bedak bayi berbentuk cair lainnya adalah Biolane Talc Liquide. Bedak ini dapat digunakan untuk mengatasi biang keringat yang sering terjadi di leher, kaki, bawah ketiak, hingga bagian lipatan pangkal paha. Formulanya yang ringan dapat jadi solusi kulit yang mengalami kemerahan bahkan iritasi. Produk ini akan melindungi semua area lipatan dari keringat penyebab gatal dan lembab. Biolane Talc Liquide juga terbukti bebas paraben sehingga aman digunakan bayi di usia berapa pun. Selain itu, ada juga formula hydra-bleine yang dapat membantu melembutkan kulit si kecil.

    Harga: Rp200.000,-

  5. Burt’s Bees Baby Dusting Powder

    Burt’s Bees Baby Dusting Powder

    Bedak bayi berbentuk cair dan padat memang relatif lebih aman bagi bayi karena tidak mengandung partikel kecil sehingga tidak berisiko masuk ke saluran nafas. Namun, biasanya bedak dengan dua jenis itu sulit diaplikasikan ke area yang lebar seperti punggung atau perut. Akan lebih mudah jika menggunakan bedak tabur.

    Nah, seperti yang sudah dibahas sebelumnya, menurut sejumlah penelitian, bedak tabur dengan bahan dasar talc berisiko menyebabkan kanker jika digunakan secara terus menerus dalam waktu yang lama. Meskipun belum ada penjelasan secara signifikan mengenai hubungannya, dan banyak juga sebenarnya perusahaan yang mengklaim talc yang mereka gunakan aman karena tidak mengandung asbes, tapi tidak sedikit akhirnya para orangtua yang menghindari bedak dengan kandungan ini.

    Jika Ibu masih terlalu parno untuk menggunakan bedak tabur berbahan dasar talc, Ibu bisa mencari bedak bayi yang talc-free alias bebas kandungan talc. Biasanya produsennya membuat bedak tersebut dengan bahan dasar cornstarch atau bahan lain yang relatif lebih aman. Salah satu produk bedak bayi yang mengklaim dirinya talc-free adalah Burt’s Bees Baby Dusting Powder. Bedak impor ini dibuat dari 100 persen natural cornstarch. Walau tidak mengandung talc, kandungan lainnya dapat membuat kulit bayi terasa lembut, halus, dan harum. Produk ini juga aman bagi bayi yang memiliki kulit sensitif karena bebas paraben, phthalates, petrolatum, dan SLS (Sodium Lauryl Sulfate).

    Harga: Rp 220.000,-

Selain lewat komposisi bahan dan bentuknya, memilih bedak bayi juga bisa dilakukan berdasarkan harganya. Jika Ibu tetap memilih bedak tabur karena menganggapnya lebih ekonomis dan terjangkau, sebenarnya tidak masalah juga. Namun, pastikan dalam menggunakannya Ibu memerhatikan cara-cara yang aman seperti yang sudah disebutkan di atas ya, Bu!

Penulis: Darin Rania
 Editor: Dwi Ratih

Powered by Froala Editor