Balita Dibaca 236 kali

Ingin Mendidik Anak Agar Sopan? Ajarkan 4 Kata Ajaib ini

Share info ini yuk ke teman-teman
Darin
Ingin Mendidik Anak Agar Sopan? Ajarkan 4 Kata Ajaib ini

Salah satu nilai yang perlu ditanamkan saat mendidik anak adalah nilai kesopanan. Sopan santun merupakan bentuk kepekaan kita terhadap perasaan orang lain. Sikap ini tidak diturunkan melalui gen orangtua, melainkan harus diasah, ditanamkan, dan diajarkan sedini mungkin supaya dapat menjadi suatu kebiasaan.

Tidak seperti teori-teori atau pelajaran yang disampaikan di sekolah, perilaku sopan santun bukanlah materi tertulis yang ada buku paketnya. Namun, nilai ini tidak kalah pentingnya dengan pelajaran akademik. Mengajarkan kebiasaan baik kepada anak akan membantunya membangun komunikasi dan interaksi yang baik dengan lingkungannya yang lebih luas, terutama ketika mereka dewasa nanti. Anak yang tumbuh dengan nilai sopan santun akan dapat hidup damai berdampingan dengan orang lain serta cenderung lebih sukses karena bisa membina hubungan baik dengan relasinya.

Konsep sopan santun dapat mulai diajarkan kepada anak yang masih berusia 1 tahun. Orangtua bisa menanamkan pemahaman kepada anak bahwa orang lain juga memiliki perasaan yang sama dengannya. Kepercayaan ini bisa membantu mendorong tumbuhnya rasa empati dan sopan santun anak ketika ia berhubungan dengan orang lain.

Kata Ajaib dan Manfaatnya Mengajarkan Pada Anak Sejak Kecil

Ada banyak cara untuk mendidik anak agar anak bisa paham tata krama. Satu aspek dasar dan penting dalam nilai kesopanan yang perlu mereka kuasai adalah penerapan 4 ‘kata ajaib’ dalam percakapan sehari-hari: maaf, tolong, terima kasih, dan permisi. Walau mungkin terdengar sepele, namun kata-kata tersebut sangat besar manfaatnya bila diterapkan dalam interaksi sosial. Kata-kata itu dapat meningkatkan keterampilan bersosialisasi anak dan mendorong munculnya respon positif dari lawan bicara.

  • "Maaf"

    Kata ‘maaf’ merupakan kata ajaib yang saking ajaibnya, seringkali mampu “menyihir” lawan bicara dan mengubah persepsinya terhadap orang yang melontarkan kata tersebut. Kata ‘maaf’ perlu diucapkan oleh anak ketika ia melakukan kesalahan, seperti menyakiti temannya, merusak mainan, atau saat tidak sengaja menumpahkan susu. Ucapan maaf dapat membantu mengobati rasa sakit si pihak yang tersakiti. Dengan kata tersebut, orang yang mungkin awalnya ingin marah, jadi luluh ketika mendengar kata ‘maaf’ terucap dari orang yang tak sengaja menyakitinya.

    Mengucapkan ‘maaf’ dengan tulus juga akan melatih anak mengakui kesalahannya, tidak egois dan mau menang sendiri, serta membantunya memperbaiki perilaku di kemudian hari. Seperti dilansir dari laman Gulf News, mengakui kesalahan dengan meminta maaf juga akan membantu membangun kepercayaan orang lain terhadap kita, lo!

    Contoh penerapan kata ‘maaf’:

    “Maaf ya, tadi Ibu nggak sengaja injam play dough Adik. Kita bikin lagi yuk?”

    “Ibu, maaf ya tadi aku marah-marah soalnya aku kesal.”

    “Maaf ya Ayah, tadi adek jatuhin HP Ayah.”

  • "Tolong"

    Mendidik anak dan melatihnya mengucapkan kata ‘tolong’ saat ingin meminta bantuan orang lain juga tak kalah penting. Selain menunjukkan rasa hormat, kata ‘tolong’ juga dapat membantu membangun hubungan yang baik dengan orang lain. Kata ‘tolong’ dapat menunjukkan bahwa kita membutuhkan bantuan mereka tanpa membuatnya merasa dimanfaatkan atau diperintah. Ketika kita mengucap ‘tolong’, orang jadi lebih bersedia memenuhi permintaan kita dan memberikan bantuan yang kita butuhkan.

    Tapi hati-hati, dikutip dari Little Things Matter, kata ‘tolong’ juga bisa menimbulkan respon negatif dari lawan bicara jika salah diucapkan atau diucapkan menggunakan nada tinggi. Pastikan kata ini berada di kalimat yang tepat atau diikuti dengan kalimat positif setelahnya. Beberapa penerapan yang salah seperti: “Tolong diam! Aku jadi tidak bisa berpikir!”, “Tolong minggir, aku mau ambil sendok”.

    Contoh penerapan kata ‘tolong’ yang benar:

    “Aku boleh minta tolong nggak? Aku lagi mau ujian besok, jadi aku butuh suasana yang tenang buat belajar.”

    “Boleh aku minta tolong untuk ambilkan sendok?”

  • "Terima Kasih"

    Orangtua juga perlu mendidik anak agar dapat menghargai bantuan dan usaha orang lain dengan mengucapkan kata ‘terima kasih’. Kata ini dapat membuat lawan bicara senang, ia juga jadi tahu kalau apa yang ia lakukan ternyata disukai orang yang ia bantu. Kebiasaan mengucapkan ‘terima kasih’ juga akan membuat orang mau kembali membantu kita di kemudian hari. Ajarkan anak mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah membantunya, tak terkecuali pelayan di restoran, tukang bersih-bersih, atau asisten rumah tangga di rumah.

    Dikutip dari Huffpost, ucapan ini memiliki banyak manfaat, tak hanya bagi yang mendengar tapi juga bagi yang mengucapkan. Bagi pembicara, kata ‘terima kasih’ akan menciptakan emosi positif, meningkatkan kesejahteraan, serta memicu hormon “merasa baik”. Sedangkan bagi pendengarnya, akan meningkatkan harga diri, memicu keinginan lebih besar untuk membantu si pembicara, memicu perilaku membantu orang lain, dan merasa lebih dihargai secara sosial.

    Contoh penerapan kata ‘terima kasih’:

    “Terima kasih ya, Adik sudah bantu Ibu bereskan tempat tidur.”

    “Aku sangat berterima kasih atas pemberian ini. Semoga kebaikanmu dibalas oleh Tuhan ya!”

    “Terima kasih Ibu, Ayah, sudah membelikanku mainan ini.”

  • "Permisi"

    Mendidik anak agar mau mengucapkan kata ‘permisi’ juga perlu dilakukan orangtua supaya anak memahami tata krama. Membiasakan anak mengucapkan kata ajaib ini dapat mengajarkan anak untuk meminta izin kepada orang lain sebelum ia melakukan sesuatu. Kata ‘permisi’ juga dapat melatihnya menjadi orang yang tidak suka berbuat sesuka hati dan selalu menghargai orang lain. Selain untuk meminta izin, kata ‘permisi’ juga penting digunakan saat ingin orang lain memberi jalan untuk kita atau saat ingin memotong pembicaraan orang lain.

    Contoh penerapan kata ‘permisi’:

    “Permisi, bolehkah saya izin ke kamar mandi?”

    “Maaf, permisi, aku mau lewat sebentar.”

    “Permisi, maaf kalau harus memotong pembicaraan. Tapi barusan saya dengar ada orang mengetuk pintu.”

Cara Mengajarkan 4 Kata Ajaib pada Anak

  1. Terapkan 4 kata ajaib tersebut di rumah

    Rumah adalah tempat pertama anak belajar. Karena itu, jika Ibu ingin mendidik anak agar sopan santun, terapkan 4 kata ajaib tadi di kehidupan dan percakapan sehari-hari di rumah. Anak yang terbiasa mengucapkannya, akan menerapkan kebiasaan baik ini ketika berinteraksi di luar rumah.

  2. Jadilah contoh yang baik

    Cara mendidik anak dan membiasakannya mengucapkan 4 kata ajaib akan lebih mudah jika orangtua juga menerapkannya. Anak pasti akan menirukan apa yang diucapkan atau dilakukan Ayah, Ibu, atau orang terdekatnya. Maka dari itu, penting untuk selalu memberi contoh kebiasaan baik pada anak-anak.

  3. Beritahu manfaat atau alasan kenapa mereka perlu mengucapkan kata-kata tersebut

    Terkadang, mengajarkan saja tanpa menjelaskan kenapa itu penting belum cukup membuat anak mau melakukannya. Sambil meminta anak mengatakan 4 kata ajaib, Ibu juga bisa menjelaskan kenapa kata-kata itu penting diucapkan. Misalnya, jelaskan bahwa kata-kata tersebut dapat membuat orang lain senang, atau membuat anak lebih disukai oleh teman-teman.

  4. Buat papan atau kertas reward

    Anak kecil suka sekali penghargaan. Ibu dapat memanfaatkan ini untuk mendidik anak agar mau mengucapkan 4 kata ajaib tadi. Misalnya ketika anak berhasil mengucapkan terima kasih setelah menerima bantuan, beri ia 1 bintang dan tempel bintang tersebut di papan reward. Dengan papan ini, anak jadi terdorong untuk terus-terusan mengucapkannya.

  5. Tunjuk idola mereka dan sampaikan perilaku baiknya supaya anak mau menirukan

    Biasanya anak-anak punya seseorang atau tokoh yang ia jadikan idola. Segala yang dilakukan atau dikatakan idolanya akan ia tiru. Ibu bisa menegaskan setiap kebiasaan baik sang idola supaya anak mau menirunya. Misalnya, “Spongebob selalu bilang maaf setiap kali bersalah lo. Adik juga harus begitu ya.”

  6. Tempel kertas pengingat di sudut-sudut rumah

    Agar anak tidak lupa, Ibu juga bisa menempelkan sticky notes di pintu kulkas, papan tulis, atau pintu kamar yang bertuliskan pesan-pesan untuk tidak lupa mengucapkan maaf, terima kasih, tolong, dan permisi.

  7. Tetap bersabar dan tenang dalam mendidik anak

    Butuh waktu yang tidak sebentar untuk mendidik anak agar menjadi pribadi yang sopan. Ibu harus tetap sabar, tenang, dan tidak menyerah menerapkan cara-cara di atas. Selalu apresiasi setiap usaha anak, dan jangan lupa ucapkan terima kasih karena ia sudah mau berusaha.

Sudah siap menerapkannya bersama anak, Bu?

Penulis: Darin
Editor: Dwi Ratih