Balita

Perkembangan Anak 0-1 Tahun, Si Kecil Sudah Bisa Apa?

Perkembangan Anak 0-1 Tahun, Si Kecil Sudah Bisa Apa?

Perkembangan anak merupakan satu hal penting yang harus diperhatikan oleh setiap orang tua. Seperti yang kita tahu, golden age anak terjadi pada 1000 hari pertamanya dilahirkan hingga usia 5 tahun. Masa-masa ini sebaiknya tidak diabaikan dan kita perlu menemani si kecil melalui milestone-nya. Amati setiap gerak-gerik si kecil, bagaimana ia bernyanyi, melakukan interaksi, dan masih banyak lagi. Perkembangan anak usia 0 – 1 tahun ada banyak macamnya, mari kita bahas satu per satu tentang milestone apa saja yang mungkin bisa dicapai anak pada setiap tahapan usia. Berikut daftar lengkapnya, dikutip dari laman Center for Disease Control and Prevention:

  1. Milestone si kecil pada usia 0 – 3 bulan

    Ternyata, pada fasel awal tumbuh kembangnya, kemajuan yang si kecil lakukan juga sudah mulai beragam. Berikut ini beberapa hal yang bisa si kecil gapai:

    • Mulai bisa tersenyum pada orang;

    • Melakukan gerakan mengangkat tangan ke mulut dan juga mengisap tangan; /p>

    • Mampu membuat suara (berceloteh); 

    • Menengok ke arah datangnya suara; 
    • Bisa memperhatikan wajah orang-orang dan mengenali orang pada jarak tertentu; dan

    • Mampu mengangkat kepala meski belum stabil.

    Waktu yang Tepat untuk Pergi ke Dokter

    Pada usia ini, bila perkembangan anak belum mencapai milestone-nya, Ibu sangat boleh berkonsultasi pada dokter,  contohnya:

    • Bila si kecil tidak merespons pada suara keras;

    • Tidak memperhatikan sesuatu saat ia bergerak;

    • Tidak tersenyum pada orang;

    • Tidak mengangkat tangan ke mulut; dan

    • Tidak bisa mengangkat kepala saat ditengkurapkan.

    Stimulasi yang Dapat Dilakukan

    Sementara itu, Ibu tetap bisa melakukan stimulasi untuk bayi Ibu supaya perkembangan anak usia 0 – 1 tahun berkembang dengan baik ya. Berikut ini beberapa kegiatan yang bisa Ibu contoh saat akan melakukan stimulasi bagi si kecil:

    • Memeluk si kecil, melakukan interaksi mengajaknya berbicara saat sedang mandi, santai, atau menyusui. Ibu juga bisa mulai bernyanyi untuknya bahkan bisa juga mulai membacakan cerita. Atau bisa juga bermain Cilukba. Ini bagus untuk perkembangan anak.

    • Ajak si kecil untuk mulai melakukan rutinitas seperti waktu menyusui yang teratur serta waktu tidur yang teratur.

    • Perhatikan tangisan bayi, karena setiap nada tangisannya bisa jadi berbeda dan ia sedang membutuhkan sesuatu. (Misal: lapar, ingin dipeluk, popok yang basah, dll)

  2. Milestone si kecil usia 4 – 6 bulan

    Milestone si kecil akan berkembang pesat setiap bulannya, untuk perkembangan anak pada fase umur ini, biasanya si kecil sudah bisa: 

    • Berinteraksi pada orang lain dan meniru ekspresi;

    • Mengoceh, meniru suara, bahkan sudah bisa menangis dengan berbagai cara untuk memberitahu Ibu bahwa ia sedang ingin sesuatu;

    • Meraih mainan dengan satu tangan;

    • Melihat wajahnya di cermin dan menyukainya;

    • Berguling, mengangkat kepala tanpa dibantu, bermain dengan mainannya (diputar-putar atau digoyang-goyang), duduk tanpa bantuan; dan

    • Memasukkan tangan ke mulut.

    Waktu yang Tepat untuk Pergi ke Dokter

    Silahkan bertanya pada dokter si kecil bila hal-hal berikut ini belum tampak dilakukan olehnya:

    • Si kecil tidak memperhatikan benda bergerak;

    • Belum berguling;

    • Belum mampu menegakkan kepala sendiri;

    • Tidak berceloteh atau mengeluarkan suara; dan

    • Mengalami kesulitan menggerakkan salah satu atau kedua mata ke segala arah.

    Stimulasi yang Dapat Dilakukan

    Stimulasi yang dapat diberikan kepada anak dengan rentang usia ini adalah sebagai berikut :

    • Gendong si kecil lalu kemudian ajak ia berbicara, jangan lupa untuk selalu tersenyum dan ceria dihadapannya;

    • Perhatikan apa yang si kecil suka dan ia tak suka, ini akan membantunya untuk memenuhi apa yang ia butuhkan;

    • Tunjukkan reaksi positif bila si kecil membuat suara atau sedang berceloteh;

    • Bermainlah dengan si kecil atau membacakan dongeng untuknnya;

    • Berikan mainan yang sesuai dengan umur, misalnya krincingan (rattle), dan bantu ia untuk memegang benda tersebut sehingga ia bisa menganyunkannya; dan

    • Bermain tummy time (permainan lantai dengan tengkurap).

  3. Milestone si kecil usia 7 – 9 bulan

    Perkembangan anak usia 0 – 1 tahun cukup banyak ragamnya, ini adalah kesempatan yang baik bagi para orang tua untuk selalu hadir di dekatnya. Kegiatan interaksi diharapkan sering dilakukan supaya sisi sosialnya terus terasah dengan baik. Perkembangan anak pada rentang usia ini adalah:

    • Takut pada orang asing;

    • Bisa sangat ingin dekat dengan orang dewasa yang akrab dengannya;

    • Punya mainan favorit;

    • Memahami kata tidak;

    • Mengoceh dengan beragam jenis suara;

    • Menggunakan jari untuk menunjuk sesuatu;

    • Sudah bisa bermain cilukba;

    • Bisa memindahkan barang dari satu tangan ke tangan lainnya dengan tangkas;

    • Mampu berdiri dan bertahan; dan

    • Dapat duduk sendiri, bisa melakukan gerakan dari duduk ke berdiri, bahkan merayap.

    Waktu yang Tepat untuk Pergi ke Dokter

    Segera hubungi dokter si kecil bila perkembangan anak dirasa ada yang janggal dan belum merujuk pada hal-hal ini:

    • Mampu menahan tubuhnya saat berdiri;

    • Belum bisa duduk sendiri;

    • Tidak mengoceh;

    • Tidak merespons saat dipanggil nama; dan

    • Tidak melihat ke arah mana Ibu menunjuk sesuatu.

    Stimulasi yang Dapat Dilakukan

    Perkembangan anak pada usia ini juga terus membutuhkan stimulus dari Ayah dan Ibu dengan melakukan :

    • Lebih peka terhadap perasaan bayi Ibu, misalnya saat ia sedang marah atau rewel, Ibu bisa mengatakan, “Adek lagi marah ya?”;

    • Bila bayi Ibu menunjukkan sesuatu, Ibu bisa berbicara tentang hal yang ia tunjuk;

    • Bermain Cilukba dan petak umpet dengan si kecil;

    • Membaca buku cerita dan banyak bicara dengannya; dan

    • Berikan si kecil ruang yang aman untuk eksplorasi.

  4. Milestone anak pada usia 9 – 12 bulan

    Perkembangan anak 1 tahun sudah mulai menggemaskan ya, Bu. Ada banyak hal yang ia raih dan sudah ia pelajari. Pada dasarnya perkembangan anak 1 tahun dapat lebih terlihat jelas karena si kecil sudah mulai besar. Ini beberapa contohnya :

    • Merasa malu dan gugup saat melihat atau bertemu orang asing;

    • Menangis saat Ibu atau Ayah pergi;

    • Memiliki mainan dan figur favorit;

    • Menunjukkan reaksi takut akan sesuatu hal dan situasi tertentu;

    • Mengambil buku bila ia ingin mendengar cerita;

    • Mengulurkan tangan dan kaki secara otomatis saat dipakaikan baju;
    • Mampu menanggapi permintaan Ibu secara lisan walau sederhana;

    • Menggunakan gerakan sederhana, seperti bergeleng untuk kata tidak;

    • Melambai “bye-bye” saat berpisah;

    • Dapat mengatakan “mama” atau “dada” bahkan juga “papa”;

    • Mencoba meniru kata-kata yang Ibu ucapkan;

    • Mampu memasukkan barang ke dalam wadah atau mengeluarkannya; dan

    • Dapat mengikuti petunjuk sederhana seperti : “ambil mainan itu nak.”

    Waktu yang Tepat untuk Pergi ke Dokter

    Meski perkembangan anak tak sepenuhnya sama, dan sangat wajar bila satu anak dengan lainnya punya milestone berbeda, namun Ibu tetap boleh mendatangi dokter untuk berkonsultasi bila si kecil menunjukkan hal-hal berikut ini:

    • Si kecil belum juga merangkak;

    • Tidak dapat berdiri tanpa bantuan;

    • Tidak mengucapkan satu pun kata; dan

    • Kehilangan ketrampilan yang pernah ia miliki pada perkembangan anak usia 0 – 1 tahun.

    Stimulasi yang Dapat Dilakukan

    Stimulasi yang dapat diberikan pada rentang usia ini juga beragam, berikut ulasannya :

    • Banyak berikan si kecil pelukan, ciuman, serta jangan ragu untuk memberikan pujian pada si kecil bila ia berkelakuan baik.

    • Menanggapi perilaku si kecil yang tidak diinginkan, katakan “tidak” dengan tegas dan konsisten.

    • Jangan berteriak, memukul, atau mengomel padanya dalam jangka waktu yang panjang.

    • Berbicara pada anak sesering mungkin, jelaskan apa yang sedang Ibu lakukan saat ini. Ini akan membantu menambah kosakatanya.

    • Luangkan waktu untuk bermain dengannya atau membacakan cerita untuknnya.

    • Kembangkan kata-kata saat si kecil menunjuk sesuatu, misal ia menunjuk bunga dan berbicara “bung.. bung..” Ibu bisa menjelaskan dengan lebih detail, “Iya itu bunga berwarna kuning.”

    • Bernyanyilah bersama si kecil, dan ajak dia untuk melakukan interaksi selama Ibu bernyanyi, misalnya sambil bertepuk tangan atau menggerakkan anggota badan.

    • Berikan ia alat musik, bisa berupa piano, drum mainan, atau bahkan panci.

    • Sediakan banyak tempat yang aman untuknya melakukan banyak eksplorasi.

    • Sembunyikan mainan atau benda kecil dari hadapannya untuk mencegah benda tersebut tertelan olehnya.

Nah itu dia perkembangan anak usia 0 – 1 tahun yang sebaiknya Ibu tahu. Namun tetap kembali lagi ya, Bu, setiap perkembangan anak itu unik, dan Ibu tak bisa membuat perbandingan apalagi dengan kakak atau adiknya. Sebaiknya Ibu perhatikan apa saja yang belum ia capai dan buat daftar khusus perkembangan anak usia 0 – 1 tahun bila diperlukan. Ibu juga bisa melakukan stimulus untuk membantunya berkembang atau bila perlu Ibu bisa berkonsultasi pada dokter.

Penulis: Luciana
Editor: Dwi Ratih