Kelahiran Dibaca 2,852 kali

11 Perlengkapan Ibu Menyusui yang Perlu Dimiliki

Share info ini yuk ke teman-teman
Ismawati
11 Perlengkapan Ibu Menyusui yang Perlu Dimiliki

Proses menyusui merupakan proses alami yang terjadi antara ibu dan si kecil. Meski natural, masih banyak lho ibu menyusui yang kerap mengalami beberapa kendala ketika melakukan proses laktasi. Salah satunya disebabkan karena pelekatan yang kurang tepat sehingga membuat ASI lecet, Ibu enggan menyusui, dan akhirnya berimbas pada menurunnya produksi ASI.

Itu baru satu kendala saja, ada juga kendala lain yang dihadapi ibu menyusui, seperti tantangan untuk tetap memompa ASI selama di kantor, hingga tantangan untuk menyusui dengan nyaman di tempat umum. Jangan sampai tantangan-tantangan tersebut menyurutkan niat Ibu untuk menyusui si kecil, ya.

Nah, agar Ibu tetap semangat menyusui, ada sejumlah cara yang bisa ibu lakukan untuk mempersiapkan diri sebelum proses menyusui dimulai. Misalnya dengan ikut kelas menyusui yang sering diadakan oleh rumah sakit atau komunitas ibu menyusui. Selain itu, Anda juga dapat memperlengkapi diri dengan perlengkapan ibu menyusui yang pastinya bisa membantu Ibu menyusui si kecil lebih mudah.

Kira-kira perlengkapan ibu menyusui apa saja yang penting untuk dimiliki? Simak yuk list-nya berikut ini.

  1. Bantal untuk Ibu menyusui

    Ini dia salah satu perlengkapan ibu menyusui yang paling esensial. Bantal menyusui dapat membuat ibu merasa lebih nyaman selama menyusui si kecil. Selain membuat tangan bisa bebas bergerak tanpa perlu menopang bayi saat menyusui, Ibu juga akan terhindar dari nyeri dan pegal pada punggung, leher, bahu serta lengan, sehingga proses laktasi akan jadi lebih nyaman dan menyenangkan..

    Bisa dibilang, kehadiran bantal menyusui sangat bermanfaat bagi Ibu di sesi-sesi awal proses menyusui. Bantal menyusui dapat membantu menopang bayi dan membuat posisi bayi sejajar dengan payudara Ibu, sehingga si kecil bisa melakukan pelekatan di payudara dengan tepat. Ibu harus ingat, pelekatan yang baik sangat penting dilakukan agar bayi menerima ASI dengan baik dan ini juga dapat memastikan kalau si kecil bisa mendapat ASI yang cukup. Tak hanya itu, pelekatan yang baik juga dapat mencegah beberapa masalah menyusui lainnya, seperti puting lecet.

    Fungsi bantal menyusui juga sangat membantu ibu untuk menyusui bayi prematur dan bayi kembar. Selain itu bantal ini juga bermanfaat untuk menyusui bayi setelah Ibu melalaui operasi caesar. Pemakaian bantal menyusui dapat menjadi penghalang perut dan melindungi luka operasi caesar.

  2. Breast Pad

    Breast pad bisa dikatakan sebagai perlengkapan ibu menyusui yang tak kalah penting. Di awal proses menyusui, biasanya tubuh ibu menghasilkan produksi ASI yang jumlahnya berlebihan dan belum sesuai dengan kebutuhan si kecil. Alhasil, ASI yang berlebih akan sering menetes dan merembes ke pakaian. Ini sangat sering terjadi pada awal proses menyusui. Ibu menyusui bisa mengalami hal ini dalam beberapa minggu saja, tapi ada juga Ibu yang tidak mengalami perembesan ASI sama sekali. 

    ASI yang merembes juga bisa terjadi ketika Ibu mendengar suara tangisan bayi (bisa bayinya sendiri atau bayi orang lain), ketika payudara sangat penuh, ketika berhubungan intim, atau momen-momen lainnya.

    Kalau disimpulkan, Ibu menyusui biasanya akan membutuhkan breast pad ketika:

    • Sedang berjauhan dengan bayi selama beberapa jam

    • Harus kembali bekerja

    • Produksi ASI berlebih (hiperlaktasi)

    • Berhubungan intim

    • Tidur di malam hari

    Cara penggunaan breast pad cukup sederhana. Ibu bisa meletakkan perlengkapan menyusui ini di dalam bra menyusui untuk menyerap ASI yang merembes. Pilihlah breast pad yang lembut dan memiliki material yang dapat  menyerap cairan. Sebaiknya jangan pilih breast pad anti air atau breast pad yang memiliki lapisan plastik. Payudara ibu menyusui harus tetap punya sirkulasi udara yang baik.

    Ibu menyusui juga perlu mengganti breast pad ketika kondisinya sudah basah. Jika payudara terpapar breast pad yang basah terus menerus, ini bisa memicu iritasi kulit dan puting dapat luka. Selain itu, pertumbuhan jamur dan bakteri juga bisa berkembang, sehingga menyebabkan infeksi seperti thrush dan mastitis.

  3. Bra menyusui

    Bra menyusui mungkin bukan perlengkapan ibu menyusui yang dianggap sangat wajib dimiliki. Namun tak bisa dipungkiri kalau penggunaan bra menyusui bisa membuat Ibu merasa lebih nyaman. Hal ini karena bra menyusui biasanya memiliki bukaan depan sehingga membuat proses menyusui lebih mudah. Selain itu, bra menyusui juga didesain utnuk men-support ukuran payudara ibu yang membesar selama menyusui.

    Saat memilih bra menyusui, perhatikan yuk hal-hal berikut ini:

    • Pilihlah bra menyusui yang bagian tali atau karetnya tidak terlalu kencang, tidak menekan atau meninggalkan jejak pada kulit. Bra yang terlalu kencang bisa membuat saluran ASI tersumbat, memicu mastitis, atau menurunkan produksi ASI.

    • Pilih bra menyusui dengan cup yang lembut, dan hindari bra yang berkawat. Kawat pada bra bisa memberi tekanan pada jaringan payudara yang memicu masalah menyusui.

    • Pilih bra yang terbuat dari katun atau material alami lainnya. Material alami bisa membuat udara mengalir dengan baik  ke payudara. Sedangkan material sintetis bisa mengiritasi payudara.

    • Beli setidaknya dua bra menyusui agar Ibu bisa selalu menggunakan bra, meski yang satunya sedang dicuci. Langsung cuci bra menyusui yang kena rembesan ASI atau kena gumoh si kecil si kecil. 

      Jika tidak segera mengganti bra yang kotor atau basah, ini bisa membuat payudara jadi lembab dan kondisi ini dapat memicu pertumbuhan bakteri serta jamur. Untuk menghindari iritasi kulit, nyeri puting, mastitis atau thrush, selalu kenakan bra yang bersih dan kering. Ibu bisa menggunakan breast pad di dalam bra untuk membantu menjaga bra tetap kering dan bersih.

  4. Foot Stool atau kursi kecil untuk kaki

    Foot stool bisa digunakan untuk menaikkan posisi pangkuan, sehingga membuat bayi lebih dekat dengan payudara. Foot stool juga bisa menurunkan ketegangan pada kaki, punggung, leher, serta lengan.

    Perlengkapan menyusui ini sangat bermanfaat bagi Ibu dengan kaki pendek, ibu yang harus menyusui setelah caesar, menyusui newborn, atau menyusui bayi prematur.

    Saat sedang menyusui, Ibu bisa tempatkan kedua kaki atau salah satu kaki di atas foot stool. Pastikan posisi kepala bayi lebih tinggi dibanding bagian tubuh lainnya selama menyusui, terutama bila bayi lahir prematur atau mengalami refluks.

  5. Baju menyusui

    Ibu menyusui terkadang tidak mau repot untuk membeli baju menyusui agar bisa menyusui dengan nyaman. Memang sih, baju menyusui ini bisa digantikan dengan atasan berkancing atau kaos biasa. Jenis-jenis pakaian tersebut bisa memudahkan bayi mengakses payudara dengan cepat.

    Namun, tidak ada salahnya untuk mencoba baju menyusui. Pakaian ini didesain dengan bukaan depan yang mudah diakses saat Ibu mau menyusui si kecil. Bila ibu ingin membeli perlengkapan ibu menyusui ini, Ibu bisa memilih baju menyusui dengan warna gelap untuk membantu menyamarkan noda ASI yang rembes. Atau jika mau mengenakan baju menyusui dengan warna cerah, pastikan untuk selalu menggunakan breast pad di dalam bra menyusui agar ASI tidak sampai merembes ke pakaian.

  6. Nursing Cover

    Bila Ibu merasa tidak nyaman menyusui di tempat umum, nursing cover bisa menjadi perlengkapan ibu menyusui yang dapat memberi privasi dan kenyamanan. Kalau mau lebih hemat, Ibu bisa mencari alternatif nursing cover dengan sesuatu yang sudah Anda miliki, seperti scarf atau selimut bayi. Namun, fitur nursing cover, seperti ukurannya yang besar atau adanya tali yang bisa dikalungkan di leher, jelas akan lebih memudahkan dan memberi kenyamanan pada Ibu saat menggunakannya.

  7. Pompa ASI

    Pompa ASI merupakan perlengkapan menyusui untuk memompa ASI keluar dari payudara. Pompa ASI bisa digunakan untuk mengumpulkan stok ASIP, mengurangi bengkak pada payudara, mengatasi ASI melimpah, atau menstimulasi produksi ASI. Pompa ASI juga akan sangat berguna jika bayi harus dirawat di rumah sakit atau saat Ibu kembali bekerja

    Ibu menyusui kemungkinan membutuhkan pompa ASI bila:

    • Ibu membutuhkan bantuan untuk menarik puting yang datar atau puting yang tertarik ke dalam (inverted nipple).

    • Ibu ingin tetap memberikan ASI kepada bayi ketika Ibu harus pergi ke suatu tempat tanpa membawa si kecil ikut serta.

    • Ibu melahirkan bayi prematur atau bayi harus dirawat di rumah sakit dan tidak bisa disusui secara langsung.

    • Ibu harus kembali bekerja.

    • Ibu perlu meredakan pembengkakan payudara.

    • Ibu sebelumnya berhenti menyusui dan ingin mulai relaktasi.

    • Ibu ingin memberikan ASI untuk bayi yang diadopsi.

    • Ibu ingin meningkatkan produksi ASI.

    Apapun alasannya, sebagian besar Ibu menyusui sangat merasakan manfaat dari pompa ASI. Lantas pompa ASI seperti apa yang harus dipilih?

    Ada banyak jenis dan merek pompa ASI yang tersedia sehingga kadang membuat Ibu bingung memilihnya. Saat memilih breast pump, Ibu bisa mempertimbangkan budget dan seberapa banyak waktu yang dibutuhkan Ibu untuk memompa ASI. Ibu bisa memilih pompa ASI elektrik jika Anda berencana untuk menggunakan pompa ASI sangat sering. Sebaliknya, jika pompa ASI hanya digunakan sesekali saja, breast pump manual sudah cukup untuk Anda.

  8. Cooler bag dan ice gel

    Jika ibu berencana memompa ASI selama harus bekerja, siapkan juga perlengkapan ibu menyusui seperti cooler bag dan ice gel. Cooler bag bisa berfungsi sebagai tas untuk botol atau kantong ASIP yang sudah terisi penuh dengan ASI sebagai hasil memompa ketika berada di kantor. Cooler bag biasanya disertai dengan lapisan insulasi yang dapat menjaga suhu ASIP tetap dingin sehingga tahan untuk dibawa dalam perjalanan dari kantor menuju rumah. Jika perjalanan yang ditempuh sangat  jauh atau tidak ada kulkas di kantor, ibu bisa menciptakan suhu dingin di cooler bag dengan ice gel.

  9. Botol kaca dan kantong penyimpan ASIP

    Botol kaca dan kantong penyimpan ASI dibuat khusus untuk mengumpulkan dan menyimpan ASIP. Kedua perlengkapan ibu menyusui ini aman digunakan ketika Ibu mau membekukan atau mencairkan ASI. Ibu bisa tempat penyimpan ASIP sesuai dengan kebutuhan Ibu.

    Botol kaca biasanya dipilih untuk menyimpan ASIP karena dapat dipakai berulang kali. Tapi tak ada salahnya juga untuk juga menyediakan kantong ASIP dari plasti non BPA karena lebih praktis untuk dibawa bepergian.

  10. Nipple cream untuk puting yang luka

    Krim dan salep puting, serta produk herbal alami lainnya diketahui aman untuk Ibu menyusui, serta bermanfaat untuk melembabkan dan mengatasi puting kering, pecah, atau sakit.

    Perlengkapan ibu menyusui yang satu ini sangat penting karena puting luka menjadi masalah yang dialami oleh hampir semua ibu menyusui. Kondisi ini biasa terjadi akibat proses pelekatan yang tidak tepat, thrush, mastitis, dermatitis atopik, atau karena penggunaan pompa ASI yang tidak tepat.

    Bila puting luka, hal yang  pertama harus dilakukan adalah memeriksa dan memperbaiki proses pelekatan bayi. Lalu konsultasikan kepada dokter untuk mengetahui apa yang menyebabkan rasa sakit dan apa yang bisa Ibu lakukan untuk mengatasinya.

    Bila nyeri puting terjadi karena masalah medis, biasanya dokter akan memberi resep obat. Kondisi medis yang bisa menyebabkan luka puting adalah thrush yang berupa infeksi jamur pada puting dan mulut bayi. Dokter biasanya akan mengatasi thrush dengan meresepkan obat anti jamur. Sedangkan bila puting luka akibat mastitis, Ibu mungkin akan diresepkan antibiotik.

  11. Nipple Shields

    Di bawah supervisi dokter atau konselor laktasi, nipple shields bisa membantu Ibu untuk menyusui bayi prematur, menyusui dengan kondisi puting berukuran besar, atau menyusui bayi yang sulit melakukan pelekatan di payudara. Perlengkapan ibu menyusui ini juga bisa digunakan sebagai pelindung bila puting terasa sangat sakit.

    Tapi, Ibu perlu ingat untuk tidak menggunakan nipple shield jika memang tidak membutuhkannya. Penggunaan nipple shield yang tidak tepat dapat memicu masalah dalam proses menyusui, seperti bingung puting atau menurunnya produksi ASI.

    Berikut ini beberapa kondisi di mana ibu menyusui membutuhkan nipple shield:

    • Bayi kesulitan melakukan pelekatan. Nipple shield kadang digunakan untuk membantu newborn yang kesulitan melakukan pelekatan. Bayi kadang bisa lebih mudah melakukan pelekatan ke nipple shield dibanding payudara.

    • Menyusui bayi prematur. Beberapa bayi prematur lebih mampu menyusu di payudara dengan puting berukuran kecil, terutama ketika belajar melakukan pelekatan. Nipple shield bisa membantu mulut bayi yang kecil untuk menempel ke puting. Setelah bayi bertambah besar, Ibu bisa perlahan mengurangi penggunaan nipple shield dan membiasakan si kecil untuk menyusu langsung di payudara.

    • Bayi dengan tongue-tie. Bayi yang lahir dengan tongue-tie bisa kesulitan melakukan pelekatan pada payudara. Bila bayi tidak bisa melakukan pelekatan dengan baik, ia tidak bisa mendapat ASI yang cukup dan berat badannya tidak bisa bertambah dengan signifikan. Di situasi seperti inilah Nipple shield sangat dibutuhkan.

    • Puting datar atau tertarik ke dalam. Nipple shield bisa membantu untuk menarik puting yang datar atau tertarik ke dalam (inverted nipple), sehingga bayi bisa lebih mudah melakukan pelekatan pada payudara.

Itulah tadi beberapa perlengkapan ibu menyusui yang dapat melancarkan proses menyusui si kecil. Tapi selalu ingat ya bu untuk tetap berkonsultasi ke dokter atau konselor laktasi jika mengalami kendala saat menyusui si kecil.

(Ismawati, Yusrina, Atalya)