Balita

Wajib Dicoba! Cara Seru Ajarkan Anggota Tubuh Pada Balita

Wajib Dicoba! Cara Seru Ajarkan Anggota Tubuh Pada Balita

“Kepala, pundak, lutut, kaki, lutut, kaki
 Kepala, pundak, lutut, kaki, lutut, kaki
 Mata, telinga, mulut, hidung, dan pipi
Kepala, pundak, lutut, kaki, lutut, kaki…”

Ibu tentu sudah tidak asing dengan penggalan lirik tentang anggota tubuh di atas, kan? Lagu tersebut memang selalu jadi favorit di kalangan guru dan orang tua yang sedang mengenalkan anatomi tubuh manusia pada murid dan anak-anaknya. Selain liriknya simpel dan mudah dihafal, lagu ini juga sangat asyik didengarkan oleh anak-anak.

Manfaat Mengenalkan Anggota Tubuh pada Anak

Tahukah Ibu? Ternyata anak bisa belajar mengenal anggota tubuhnya sendiri mulai usia 1 tahun, lho. Meski belum dapat menyebutkannya secara jelas, si kecil umumnya sudah mulai bisa membedakan nama-nama anggota tubuhnya. Misalnya ketika Ibu berkata “Mata cantiknya mana?” atau “Tangan manisnya mana, Sayang?”, dan semacamnya.

Mengajarkan tentang anggota tubuh manusia sejak dini adalah proses pembelajaran yang penting sehingga anak dapat:

  • Tahu nama-nama anggota tubuh manusia beserta fungsinya;

  • Lebih memahami identitas dirinya;

  • Bertanggung jawab menjaga tubuhnya agar tetap sehat; dan

  • Tahu bagian tubuh mana yang sifatnya privasi dan boleh/tidak boleh disentuh orang lain.

Ya, saat anak tahu nama-nama anggota tubuh dan fungsinya, ia juga akan lebih sadar untuk menjaga kesehatannya. Sebagai contoh, anak tahu mata fungsinya untuk melihat. Saat mata sakit, maka ia akan merasa kesulitan melihat. Nah, dari situlah anak paham pentingnya menjaga kesehatan mata, misalnya dengan mengurangi screen time, makan makanan bergizi, dan sebagainya.

9 Cara Seru Mengenalkan Anggota Tubuh pada Balita

Mendampingi anak mengenal anggota tubuh ternyata bukan hal yang sulit kok, Bu. Ibu bahkan bisa memasukannya dalam aktivitas sehari-hari lewat bermain, bernyanyi, dan sebagainya. Nah, berikut beberapa cara menyenangkan yang bisa dicoba untuk mengajarkan konsep anatomi kepada si kecil kesayangan.

  1. Menyanyi


    Anak kecil bisa mengingat dan belajar banyak dari menyanyi. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan ini untuk mengenalkan anak soal anggota tubuh, ya. Sekarang ada banyak lagu-lagu tentang anatomi tubuh yang bagus untuk anak dan enak sekali didengarkan. Ibu bisa memilih mana yang paling disukai si kecil, baik yang berbahasa Inggris maupun Indonesia. Nyanyikan bersama sambil menunjuk anggota tubuh si kecil ya, Bu. Dengan cara ini, mereka pun akan lebih cepat paham.

  2. Bacakan Buku


    Mengenalkan nama-nama organ tubuh manusia juga bisa dilakukan dengan cara membacakan buku kepada anak lho, Bu. Pilih buku tentang anatomi tubuh yang bergambar dan full colour agar anak makin tertarik. Sepanjang membacakan, pancing juga rasa ingin tahu anak dengan melempar pertanyaan-pertanyaan kecil tentang apa yang sudah dipelajarinya. 

  3. Buat Model Anatomi Tubuh dari Kardus


    Untuk menghadirkan konsep anggota tubuh yang terlihat lebih real, Ibu atau Ayah bisa membuat model anatomi seukuran tubuh anak-anak dari kardus. Jangan lupa sertakan dengan organ-organ tubuh yang berwarna-warni dan bisa dilepas pasang. Tujuannya adalah agar anak tertarik untuk belajar. Bila perlu, libatkan si kecil dalam proses pembuatan modelnya. Dijamin ia pasti senang!

  4. Main Tunjuk


    Nah, kalau aktivitas yang satu ini bisa dilakukan di mana pun dan kapan pun karena nggak butuh properti khusus, Bu. Main tunjuk dilakukan dengan cara meminta si kecil menyentuh anggota tubuh yang Ibu sebutkan, lalu diikuti dengan penjelasan fungsinya. Misalnya, “Adik, kaki mana kaki? Fungsinya buat apa ya? Buat jalan, buat tendang bola, lari,” dan semacamnya.

  5. Menempel Jari dengan Cat Air


    Mencelupkan telapak tangan anak pada cat air lalu menempelkannya pada tembok atau kertas bisa jadi cara seru untuk kenalkan nama-nama jari. Jika sudah tertempel, coba buat tebakan dengan anak; ini jari apa, mana jari manis, ibu jari yang mana? dsb. Metode ini tidak cuma menyenangkan, tapi juga membuat anak lupa kalau sebenarnya ia sedang belajar.

  6. Buat Kuis


    Jika anak sudah mulai paham konsep anatomi tubuh dan fungsinya, Ibu bisa terus menstimulasi pengetahuannya dengan membuat kuis sederhana. Tanyakan pada anak bagian tubuh mana yang bisa dipakai untuk lari. Dan jika anak sudah menjawabnya dengan betul, minta ia untuk menunjukkan mana yang disebut dengan kaki.

    Buat beberapa pertanyaan, tapi jangan sampai memaksa ya, Bu. Bila si kecil butuh bantuan, Ibu bisa memberikan sedikit clue sampai ia bisa menjawabnya.

  7. Mainkan Game “Simon Says”


    Game “Simon Says” biasanya selalu jadi andalan para guru dalam proses pengenalan anggota tubuh kepada muridnya. Nah, Ibu juga bisa banget lho coba permainan ini di rumah. Game ini dimulai dengan Ibu menyebut kalimat “Simon says, touch your head!”, “Simon says, touch your hair!”, dll. Nantinya anak harus menyentuh bagian tubuh yang disebutkan sebelumnya.

    Selain mengenalkan anggota tubuh, permainan ini juga bagus untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris anak. Jika Ibu dan anak lebih sering berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia, Ibu bisa mengubahnya ke dalam bahasa Indonesia. Coba yuk, Bu. Seru banget lho!

  8. Mewarnai


    Mewarnai juga bisa jadi pilihan aktivitas seru untuk mengenalkan anggota tubuh beserta fungsinya. Ibu bisa mendampingi si kecil untuk mewarnai satu atau keseluruhan anggota tubuh manusia. Selagi anak sibuk dengan kertas dan pensil warnanyanya, jelaskan pelan-pelan organ apa yang sedang digambarnya dan gunanya untuk apa.

  9. Bermain Puzzle


    Puzzle adalah permainan open ended yang sangat menyenangkan sekaligus bagus untuk melatih kemampuan otak anak. Lewat puzzle, si kecil bisa belajar banyak hal lho, Bu, tak terkecuali belajar tentang anatomi tubuh manusia.

    Jika anak baru pertama kali bermain puzzle, sebaiknya pilih yang kepingannya berjumlah sedikit supaya anak tidak terlalu pusing ya, Bu. Oh ya, Ibu bisa mendapatkan permainan puzzle bertema anggota tubuh di toko buku atau toko mainan edukatif, baik online maupun offline.

Pentingnya Mengajari Anak Nama Anggota Tubuh yang Sebenarnya 

Saat belajar tentang anatomi tubuh, biasanya orang tua akan menyamarkan nama alat kelamin dengan sebutan lain yang dirasa lebih “aman” dan tidak tabu. Padahal seperti telinga, hidung, mata, dan lain-lain, penis dan vagina adalah organ tubuh yang sama vitalnya bagi setiap manusia.

Itulah kenapa, Bu, penting bagi kita sebagai orang tua untuk mengajari anak tentang anggota tubuh paling privat dengan nama yang sesungguhnya. Emily Power Smith, seorang seksolog sekaligus psikoterapis dari Dublin bahkan mengatakan bahwa penggunaan istilah anggota tubuh yang tidak tepat justru akan membuat seseorang merasa malu dan tidak nyaman dengan dirinya sendiri, lho.

Betul banget, Bu. Mengenalkan anak pada nama yang tepat seperti penis dan vagina akan membuat mereka merasa lebih percaya diri. Karena tidak berpikir bahwa itu hal yang tabu, si kecil juga tidak akan malu memberi tahu kepada ayah ibunya ketika suatu hari ada keluhan yang dirasakan di area genitalnya.

Ya, mestinya kita memang menyebut “penis dan vagina” sama nyamannya seperti saat kita menyebut organ tubuh lain seperti otak, jantung, tangan, dan sebagainya—tanpa harus disamarkan atau ditutup-tutupi. Soal ini, penelitian yang dilakukan oleh Maureen C. Kenny dari Florida International University bahkan membuktikan kalau mengajarkan anggota tubuh dengan nama yang tepat akan menjauhkan anak dari peluang sebagai korban kekerasan seksual lho, Bu.

Bayangkan saat ada orang asing, teman, atau bahkan anggota keluarga yang melakukan pelecehan seksual pada anak, tapi anak enggan menceritakan pada Ayah atau Ibu karena malu. Bukankah kejadian semacam ini sangat menyakitkan, Bu? 

Jadi, yuk mulai sekarang jangan segan untuk mengajari si kecil anggota tubuh dengan nama sebenarnya, termasuk saat belajar tentang penis dan vagina.

Di Usia Berapa Anak Harus Dikenalkan tentang Konsep Anggota Tubuh?

Mengenalkan konsep anatomi kepada anak seharusnya dilakukan sedini mungkin, bahkan ketika anak belum bersekolah. Umumnya, anak bisa memahami tentang anggota tubuhnya mulai usia 12 atau 13 bulan. Di usia ini, si kecil sudah bisa mengikuti instruksi dengan menunjuk anggota tubuh tertentu yang ditanyakan Ayah atau Ibu. Misalnya saat Ibu bertanya “Hidung lucunya mana, Sayang?”.

Di awal, Ibu dapat mengajarkan anggota tubuh yang tampak dari luar seperti tangan, wajah, mulut, dan lain-lain. Seiring waktu saat anak sudah siap dan mengerti, Ibu bisa mulai mengenalkan anak pada organ lain di dalam tubuh beserta fungsinya.

Sebagai contoh, Ibu dapat mengenalkan tentang jantung dengan cara meletakkan telapak tangan anak di dadanya, sembari berkata: “Adik tahu nggak apa yang deg-degan di dalam sini? Ini namanya jantung. Fungsinya buat memompa darah biar tubuh tetap sehat.”

Mengajari anak tentang anggota tubuh juga perlu disertai dengan pengetahuan tentang cara menjaganya agar tetap sehat, misalnya:

Kenalkan Konsep Privasi pada Anak

Saat mengajari anak tentang anggota tubuh, Ibu juga perlu membekalinya dengan konsep privasi. Ini mencakup bagian tubuh mana yang boleh dan tidak boleh disentuh orang lain, siapa saja yang boleh melihatnya, dan apa yang harus dilakukan anak jika ada orang yang memaksa menyentuhnya, dll. 

Selain menjadi pendidikan seks sehingga anak bisa melindungi dirinya sendiri, mengajarkan privasi juga akan membiasakan menghormati personal space-nya sendiri dan orang lain. Dengan begitu, ia tidak akan sembarangan disentuh atau menyentuh tubuh orang lain. 

Oh ya, soal pendidikan seks ini bisa dimulai dengan:

  • Mengenalkan area genital dengan nama yang benar (penis & vagina);

  • Mengajari anak bahwa area tubuh seperti penis, vagina, payudara, serta bokong adalah privasi dan tak boleh sembarangan disentuh atau diperlihatkan pada orang lain tanpa izin;

  • Mengajari anak untuk selalu menutup pintu kamar mandi;

  • Memakai pakaian yang sopan dan pantas;

  • Menjaga kebersihan tubuh, terutama alat kelamin; dan

  • Bicarakan secara terbuka. 

Anak perlu belajar tentang konsep anatomi tubuh beserta fungsinya agar ia dapat lebih bersyukur dan mencintai dirinya sebagai ciptaan Tuhan. Nah, bagaimana, Bu? Sudah siap ajak si kecil mengenal nama-nama anggota tubuhnya?

Penulis: Kristal Pancarwengi
Editor: Dwi Ratih