Kehamilan Dibaca 1,601 kali

14 Mitos Kehamilan dan Penjelasannya

Share info ini yuk ke teman-teman
Stephanie
14 Mitos Kehamilan dan Penjelasannya

Betulkah, ibu hamil harus banyak minum air kelapa dan kacang hijau? Ibu hamil nggak boleh minum dan makan nanas? Kayaknya ada banyak sekali yaa mitos kehamilan yang beredar di masyarakat.

Nah, sebelum Ibu mengikuti mitos-mitos yang ada, simak dulu yuk penjelasan ilmiah dari beberapa mitos kehamilan berikut ini.

  1. Minum air kelapa bikin bayi lahir bersih dan berkulit putih

    Ini adalah salah satu mitos kehamilan paling terkenal di masyarakat Indonesia. Faktanya, air kelapa sama sekali nggak memengaruhi warna kulit bayi dan tingkat kebersihan kulitnya saat ia lahir. Pertama, warna kulit seseorang itu ‘diwariskan’ dari kedua orangtuanya, sedangkan kedua orangtua ini pun mendapatkan ‘warisan’ warna kulitnya, dari kedua orangtuanya lagi. Jadi, seperti apa warna kulit bayi Anda nantinya, Anda bisa melihatnya dari kulit Anda, pasangan dan orangtua Anda.

    Betulkah air kelapa membersihkan kulit bayi? Kenapa di kulit bayi yang baru lahir ada lapisan putihnya? Lapisan putih tersebut adalah vernix caseosa, yang berfungsi sebagai pelindung kulit janin di dalam rahim. Jika kita terlalu lama berendam atau kena air, maka kulit kita akan mengerut, kan? Nah, sama halnya dengan janin yang berada di dalam air ketuban selama sembilan bulan berturut-turut, lapisan inilah yang mencegah kulit bayi dari mengerut. Fungsi lainnya adalah mencegah terjadinya infeksi pada kulit janin serta memberikan efek lembut pada bayi. Jadi, lapisan putih ini bukan sesuatu yang buruk dan bukan karena kotor.

    Lalu, apa manfaat minum air kelapa selagi hamil? Air kelapa mengandung klorida, elektrolit, kalsium, magnesium, vitamin C, gula (dalam jumlah kecil), protein, sodium, serat, mangan dan riboflavin. Air kelapa baik dikonsumsi untuk mengembalikan energi dengan mengganti garam alami yang terbuang setelah berkeringat. Beberapa bukti menunjukkan, minum air kelapa bisa membantu memperkuat imun, mencegah infeksi saluran kemih dan menurunkan tekanan darah. Pastikan air kelapa diproses dengan alat dan tangan yang bersih dan sebaiknya segera diminum setelah kelapa dibuka.

  2. Perbanyak makan kacang hijau supaya rambut bayi lebat

    Banyak ibu yang tiba-tiba rajin makan kacang hijau ketika hamil, harapannya, bayinya akan punya rambut tebal, tapi betul nggak, sih, mitos kehamilan ini? Kacang hijau atau kacang-kacangan, memang disarankan untuk dikonsumsi selama masa kehamilan dan kacang-kacangan memang bisa membantu kesehatan rambut. Kacang-kacangan mengandung zat penting untuk rambut, yaitu protein, zinc, zat besi, biotin dan folat. 

    Tapi penting untuk Anda ketahui, manfaat kacang-kacangan bagi penyubur rambut sifatnya hanya sebagai penunjang, ya, karena ketebalan rambut bayi sama seperti warna kulitnya, yaitu mewarisi seperti apa rambut keduanya orang tuanya. Untuk memperbanyak penunjang kesehatan rambut janin, Anda bisa mengonsumsi telur, yang kaya akan protein dan biotin, bayam, ikan salmon, dan alpukat.

  3. Ibu hamil harus makan dua kali lipat

    Walaupun sedang ‘berbadan dua’, bukan berarti ibu hamil mesti banyak dengan porsi dua kali lipat. Ukuran janin hanya sepersekian dari tubuh Ibu, bukankah nggak masuk akal untuk memberinya makan sama banyak dengan kebutuhan tubuh Ibu? Nyatanya, ketika mengandung Ibu memang membutuhkan lebih banyak nutrisi, yang Ibu butuhkan adalah ekstra kalori sebanyak 300 - 400 kalori per hari, atau sesuai dengan anjuran dokter. Jadi, yang dibutuhkan adalah tambahan kalori, bukan dua kali lipat porsi makanan, apalagi di setiap kali Ibu makan.

    Selama kehamilan, apa yang Ibu makan dan minum, menjadi sumber nutrisi bagi Ibu dan janin. Jadi, apa yang Ibu konsumsi, sangat berpengaruh pada kesehatan ibu dan janin, serta untuk tumbuh kembangnya. Maka dari itu, seluruh makanan dan minuman yang Ibu konsumsi, mestilah sesuatu yang bernutrisi, bukan sekadar makan, mengisi perut dan kenyang. Contoh nutrisi umum yang paling dibutuhkan untuk kehamilan seperti protein, karbohidrat, kalsium, zat besi, vitamin A, vitamin C, vitamin B6, vitamin B12, vitamin D, asam folat dan lemak

    Makan terlalu banyak, apalagi dengan kalori yang tinggi, bisa memicu diabetes kehamilan (gestasional diabetes), sakit punggung, tekanan darah tinggi serta kemungkinan untuk melahirkan lewat operasi caesar akibat ukuran janin yang terlalu besar. 

    Jadi, makanlah sesuai kebutuhan, ya, Bu, bukan makan untuk dua orang karena anggapan ini cuma satu dari sekian banyak mitos kehamilan. 

  4. Banyak minum es saat hamil, bayinya akan jadi besar

    Ini adalah salah satu mitos kehamilan yang masih banyak dipercaya. Faktanya, nggak ada hubungan antara air dingin atau air es dengan ukuran janin. Simak penjelasannya berikut ini.

    Pada masa normal, seseorang membutuhkan sekitar delapan gelas air per hari, dan ketika ia hamil, pastinya kebutuhannya akan meningkat. Kebutuhan ekstra ini, bermanfaat untuk membentuk air ketuban (amniotic fluid), memproduksi ekstra darah, membangun jaringan-jaringan tubuh, sebagai pembawa nutrisi ke seluruh tubuh dan melancarkan sistem pencernaan. 

    Selain itu, air juga bermanfaat untuk mengurangi pembengkakan, mengurangi kram, menambah tenaga, menjaga tubuh tetap sejuk, mengurangi risiko infeksi saluran kemih dan risiko bayi lahir lebih awal. 

    Dalam masa kehamilan, seseorang cenderung ingin makan es atau minum air dingin. Salah satu yang mungkin menjadi penyebabnya adalah Ibu dalam kondisi anemia. Selain itu, biasanya minum air es tidak membuat mual, dan punya efek menyejukkan tubuh karena biasanya saat hamil sering terjadi pembengkakan pada pembuluh darah yang bikin tubuh terasa panas. 

    Minum es atau air dingin, saat hamil nggak memengaruhi ukuran dan bobot janin, dengan catatan, apa yang Ibu konsumsi tersebut, masih dalam batas sewajarnya dan tidak mengandung banyak gula. Hal yang mungkin berpengaruh pada ukuran janin, misalnya kalori berlebih, genetik (keturunan dari orangtua), atau janin yang lahir melebihi batas waktunya. 

    Untuk menyiasati kebutuhan air dingin, ada beberapa tips lainnya yang bisa Ibu coba. Mulailah hari dengan dua gelas air. Minum masing-masing dua gelas di sekitar jam makan siang dan makan malam, selebihnya, minum di sela-sela kegiatan Anda. Kurangi jumlah air mendekati waktu tidur, agar Ibu nggak mesti bolak-balik ke toilet, sesuaikan suhu air, konsumsi buah dan sayuran sayuran yang banyak mengandung air, membuat jus atau infused water, serta makan makanan berkuah.

  5. Mengidam tidak dituruti, bikin bayi ‘ngeces

    Ibu percaya dengan mitos kehamilan ini? Nggak ada hubungan antara mengidam yang nggak dituruti dengan bayi yang suka ngeces, ya, Bu. Ngeces atau drooling ini terjadi ketika produksi liur berlebih. Selain menjaga mulut tetap lembap, air liur juga berfungsi untuk melembutkan makanan bayi, mempermudah menelan, melindungi gigi dari kerusakan dan membuang sisa-sisa makanan.

    Ngeces adalah hal umum dan normal pada kehidupan dua tahun pertama. Pada bayi dan anak-anak usia dini, ngeces ini biasanya terjadi ketika sedang tumbuh gigi dan karena tubuh bayi belum berkembang dengan sempurna sehingga belum mampu mengontrol efek menelan dan otot-otot di sekitar mulut dengan baik. Tapi, ada kalanya ngeces menjadi warning sign dan nggak boleh dibiarkan, ya, Bu, misalnya ketika diikuti dengan bayi atau anak kesulitan menelan. 

  6. Hindari makanan berisiko alergi, supaya anak kelak bebas alergi

    Menurut Anda, anggapan ini termasuk dalam mitos kehamilan atau fakta? Beberapa penelitian sudah menunjukkan bahwa hal ini nggak ada hubungannya, Bu. Yang penting adalah menghindari mengonsumsi makanan dan minuman yang bisa memicu reaksi alergi pada diri Anda dan makanan yang bisa membahayakan janin. Jadi, selagi makanan tersebut bukanlah alergen bagi diri Ibu, silakan dikonsumsi karena dengan terlalu banyak membatasi, apalagi kekhawatirannya hanya berdasarkan mitos-mitos kehamilan begini, bisa-bisa Anda justru kekurangan nutrisi, ya, Bu. 

  7. Jangan minum kopi saat hamil

    Buat Anda pencinta kopi, pasti resah, dong, mendengar mitos kehamilan ini? Kopi mengandung kafein, dan kafein bisa menimbulkan efek kecanduan dan beberapa efek samping. Kafein, ketika dikonsumsi, bisa dengan cepat memasuki darah dan mencapai janin melalui plasenta. Kafein bisa memengaruhi sistem saraf dan kelenjar adrenalin selama beberapa jam. Janin akan kesulitan untuk mengeluarkan zat ini dari tubuhnya, serta kafein merupakan diuretik atau bisa memicu buang air kecil. 

    Meskipun kafein memiliki efek samping, namun, mitos kehamilan ini nggak sepenuhnya benar karena Ibu masih diperbolehkan untuk minum kopi saat hamil, tapi ingat, jumlahnya tidak boleh melebihi 200 milligram per hari. Jika banyak mengonsumsi melebihi batasnya, selain risiko di atas, jumlah kopi di atas 300 milligram misalnya, bisa membuat Ibu sulit tidur, meningkatkan detak jantung dan memicu heartburn pada janin bahkan risiko keguguran. 

    Selain ada pada kopi, kafein juga ditemukan di dalam minuman berenergi, minuman bersoda, cokelat dan teh.

  8. Ibu hamil tidak boleh minum soda

    Nah, hal ini mirip dengan mitos kehamilan sebelumnya. Jadi, minum soda saat hamil nggak sepenuhnya dilarang, namun, Ibu perlu sangat membatasi jumlahnya. Mau tahu apa alasannya?

    Pertama, juga seperti kopi, minuman bersoda ini juga punya kandungan kafein di dalamnya. Kafein ini juga bisa menghambat penyerapan kalsium. Kedua, minuman bersoda umumnya mengandung sangat banyak gula. Beberapa penelitian menyimpulkan, kadar gula yang tinggi saat hamil bisa menimbulkan gangguan belajar pada anak kelak. 

    Terlalu banyak mengonsumsi gula, bisa meningkatkan risiko diabetes kehamilan, menghambat pertumbuhan janin, ukuran bayi menjadi besar dan komplikasi kehamilan. Zat berbahaya lainnya pada minuman bersoda dan minuman ringan lainnya adalah pengawet, pewarna dan penambah rasa. 

  9. Perut gatal saat hamil artinya rambut bayi sedang tumbuh

    Anggapan ini hanyalah satu dari sekian mitos kehamilan, nggak ada hubungannya antara rambut bayi yang sedang tumbuh dengan perut yang gatal. Gatal di perut saat hamil umumnya adalah hal normal yang bisa disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya adalah kulit yang ikut meregang karena perut semakin membesar, peningkatan hormon, serta kemungkinan adanya penyakit.

    Nah, untuk menghilangkan gatal saat hamil Bumil disarankan untuk tidak menggaruknya karena bakal semakin gatal dan bisa menimbulkan iritasi kulit. Beri pelembap. Pastikan Anda memilih pelembap yang aman untuk ibu hamil, misalnya yang bebas pewarna dan fragrance. Menggunakan minyak dengan vitamin E atau krim khusus untuk meredakan gatal, namun hal ini pastinya harus dengan seizin dokter, ya. Berendam air hangat yang dicampur dengan oat. Ingat, ya, airnya cukup yang hangat saja. Gunakan pakaian yang longgar dan menyerap keringat. Mengganti sabun, sampo serta lotion dengan yang berbahan alami. 

  10. Makanan pedas saat hamil bisa bikin kontraksi

    Betul nggak, sih, ibu hamil nggak boleh makan makanan pedas karena bisa menyebabkan kontraksi dan mengganggu tumbuh kembang janin? Jawabannya adalah tidak. Makan makanan pedas saat hamil nggak berbahaya pada bayi, tapi, bisa menyebabkan heartburn dan gangguan pencernaan. Terutama jika Anda nggak terbiasa makan makanan pedas, makan terlalu banyak dan telah memasuki trimester terakhir. Selain itu, terlalu banyak makan makanan pedas bisa bikin morning sickness semakin parah 

    Ciri-ciri heartburn yang paling gampang dikenali adalah nyeri di sekitar ulu hati dan panas di tenggorokan. Untuk mencegah heartburn saat makan, cobalah mengimbanginya dengan minum susu.

  11. Kulit cerah saat hamil menandai jenis kelamin janin

    Menurut mitos, kulit glowing saat hamil menandakan jenis kelamin bayi. Ya, ini hanya mitos kehamilan, ya, Bu. Berikut adalah beberapa hal yang bikin kulit bersinar selagi hamil. 

    • Fluktuasi hormon.
      Beberapa jenis hormon, seperti estrogen, progesteron dan human chorionic gonadrotopin, meningkat selama kehamilan, hal ini bikin kulit Anda merona.

    • Peningkatan aliran darah.
      Ketika hamil, tubuh memproduksi darah lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan tumbuh kembang janin dan organ vital Anda lainnya. Seiring bertambahnya jumlah darah ini, maka pembuluh darah juga ikut melebar. Nah, ini, nih, yang bikin kulit terlihat lebih segar. 

    • Peregangan kulit.
      Perubahan hormon, bertambahnya jumlah darah dan kulit yang meregang, bikin kulit Anda semakin bersinar.

    • Bertambahnya minyak pada kulit.
      Hormon dan produksi darah yang meningkat tadi, juga meningkatkan produksi minyak alami pada kulit, makanya kulit kelihatan semakin mengilat. Tapi, hal ini ada efeknya bagi Anda yang punya jenis kulit kombinasi atau berminyak karena bisa menimbulkan jerawat. 

  12. Bentuk perut selama hamil, menandakan jenis kelamin janin

    Menurut mitos kehamilan, kalau ibu hamil dan bentuk perutnya lancip dan janinnya seakan-akan ada di atas, artinya bayinya berjenis kelamin laki-laki, sedangkan jika bayinya perempuan, bentuk perut ibunya akan melebar dan turun, atau sebaliknya. Nyatanya, hal ini nggak ada hubungannya, ya, Bu. 

    Sebetulnya, bentuk perut ibu saat hamil, tergantung dari seperti apa bentuk awal perut ibu sebelum hamil, jumlah lemak yang ada pada tubuh Ibu, kekuatan otot-otot perut, berapa jumlah janin yang dikandung, tinggi badan (postur) Ibu dan posisi janin. Jadi, jika otot-otot perut Ibu kuat, maka perut Ibu nggak akan ‘turun’, tuh.

  13. Dilarang makan durian saat hamil

    Katanya, nih, kalau makan durian saat hamil, bisa bikin badan terasa panas dan berbahaya buat janin. Namun, sebetulnya belum ada penelitian yang membenarkan hal ini, ya, Bu. Jadi, kalau Ibu ingin makan durian saat hamil, boleh saja, asal jumlahnya nggak berlebihan. Di sisi lain, ibu hamil dengan kondisi kesehatan tertentu, ada baiknya, nih, untuk menghindari konsumsi buah durian, seperti mengalami (atau memiliki riwayat) diabetes kehamilan, obesitas atau telah memasuki trimester akhir.

  14. Jangan makan nanas saat hamil

    Betul, jika mengatakan nanas mengandung bromelain, atau enzim yang tidak disarankan bagi ibu hamil. Namun, kadar bromelain di dalam nanas sangat kecil, serta tidak membahayakan janin, dengan catatan, dikonsumsi secukupnya. 

Sekarang ini, zaman sudah semakin maju, ya, Bu. Semua bentuk informasi yang kita butuhkan sudah sangat mudah didapat. Demi kesehatan diri dan janin, kita mesti lebih aktif mencari informasi yang valid, ketimbang serta-merta memercayai mitos kehamilan. 

(Stephanie)