Keluarga Dibaca 108 kali

Ide Quality Time Ini Dijamin Bikin Pasangan Jatuh Cinta Lagi

Share info ini yuk ke teman-teman
Stephanie
Ide Quality Time Ini Dijamin Bikin Pasangan Jatuh Cinta Lagi

Memiliki anak, adalah impian dan harapan semua pasangan. Terlebih bagi mereka yang membutuhkan perjuangan ekstra untuk mendapatkan momongan. Tapi nyatanya, banyak pasangan yang nggak menyangka, bahwa akan merasakan perbedaan pada hubungan mereka dengan pasangannya. Nggak sedikit pasangan yang merasa hubungannya terganggu semenjak adanya anak. Untuk mengatasi perbedaan ini, mungkin Ibu mesti memperbanyak quality time bersama pasangan.

Dikutip dari dictionary.chambridge.org, quality time adalah waktu yang Anda habiskan dengan seseorang, sambil memberikan perhatian Anda sepenuhnya, karena Anda menganggap hubungan Anda dengan seseorang tersebut, begitu berharga. Tambahan dari verywellmind.com, saat quality time ini berlangsung, Anda mengekspresikan perasaan (cinta dan kasih sayang) Anda, tanpa terganggu dengan hal lain. 

Ketika melakukan quality time bersama pasangan, perhatikan hal-hal berikut:

  • Jauhkan hal yang bisa mengganggu 

    Misalnya, mematikan laptop, ponsel dan tv. Mari mulai kebiasaan baru yang baik, yaitu menjauhkan ponsel (dan lainnya) ketika sedang bersama pasangan (dan anak), saat jam makan dan di luar jam kerja.

  • Melakukan kontak mata 

    Dengan melakukan kontak mata, artinya Anda menaruh perhatian sepenuhnya pada pasangan Anda. Hal ini, bikin pasangan merasa disayangi, dimengerti, dan diutamakan. 

  • Menerapkan komunikasi yang baik 

    Belajarlah menjadi pendengar yang baik dan belajar untuk menyampaikan sesuatu dengan baik. Saat sedang melakukan quality time bersama pasangan Anda, sebaiknya Anda fokus pada apa yang disampaikan pasangan, karena penting bagi Anda untuk mengetahui apa yang dirasakan dan apa yang diinginkan oleh pasangan. Bertanyalah dengan bijak kalau ada sesuatu yang Anda ragu dan nggak perlu memberikan terlalu banyak saran jika nggak diminta.

  • Buat pasangan merasa Anda ada untuknya 

    Namanya juga pasangan, maka segala sesuatunya harus dilakukan bersama, dong? Contoh, saat pasangan sedang merasa nggak nyaman, pastikan Anda ada untuk membantunya, ketika Anda membuat suatu rencana, libatkan pula pasangan Anda, dst.

  • Fokus pada kualitas

    Melakukan quality time bersama pasangan itu, nggak wajib berlama-lama, kok, yang penting maksimal. Caranya? Seperti yang tadi disebutkan, fokuslah pada pasangan Anda selama beberapa waktu.

Manfaat Melakukan Quality Time Bersama Pasangan

Ada pun manfaat yang didapat dari melakukan quality time bersama pasangan:

  • Menyehatkan mental 

    Rutin melakukan interaksi dengan orang terdekat, terutama ‘face to face’, dikatakan bisa mengurangi depresi, kecemasan dan gangguan mental lainnya. Hadir secara fisik bagi pasangan, juga menciptakan dukungan secara emosional, yang diharapkan bisa membantu pasangan menjalani kesehariannya dengan lebih baik dan mudah.

  • Mengurangi stress 

    Stress terkait dengan kesehatan, misalnya kelelahan, tekanan darah, kesehatan jantung, dst. Hubungan yang sehat, cenderung membuat seseorang mengatasi rasa stress dengan lebih baik. Salah satu triknya adalah dengan membangun kebiasaan membicarakan suatu masalah bersama, dengan tujuan untuk menemukan solusi yang tepat.

  • Mempererat hubungan 

    Nah, bisa dibilang ini adalah tujuan utama dari melakukan quality time bersama pasangan. 
  • Mengurangi beban

    Karena dikerjakan dan diselesaikan bersama, maka masalah selesai dengan lebih mudah dan menjadi lebih ringan. Dengan berbagi peran seperti ini pun, hubungan menjadi lebih seimbang. 

Ide Quality Time Bersama Pasangan

Lalu, bagian apa, sih, yang biasanya mengalami perubahan setelah akhirnya memiliki anak? Dan bagaimana contoh kegiatan sederhana 'quality time bersama pasangan' yang bisa Anda lakukan?

  1. Menginap di Hotel Bersama Pasangan

    Masalah seks adalah salah satu keluhan yang paling banyak dialami oleh pasangan yang baru memiliki anak. Ada banyak hal yang bisa menjadi pemicunya. Dimulai dari semenjak Ibu hamil, maka frekuensi melakukan hubungan badan sudah berkurang, ditambah lagi, setelah ibu melahirkan, memasuki masa nifas dan masa pemulihan pasca persalinan. Kedua, tubuh Ibu yang mungkin mengalami beberapa perubahan setelah melahirkan, mulai dari vagina yang mengering, adanya nyeri, perubahan pada penampilan fisik, yang mungkin mengganggu Ibu. Selain itu, pastinya Ibu merasakan lelah dan stress sebagai proses adaptasi ketika merawat bayi

    Untuk mengatasi hal ini, tentu saja, baik Ayah maupun Ibu mesti sama-sama sabar menunggu, hingga kondisi Ibu sepenuhnya pulih. Setelah itu Ayah dan Ibu bisa mencoba quality time dengan menginap di hotel bersama pasangan, hotel yang didatangi ketika berbulan madu kemarin misalnya. Untuk menghangatkan kembali suasana, bisa menambahkan kesan romantis seperti menghidupkan lilin, menaruh bunga atau bahkan menggunakan pakaian yang ‘manis’.

  2. Memasak Bersama Pasangan

    Betul, sih, sebelum si anak lahir, pekerjaan rumah pastinya sudah ada, atau bahkan menumpuk. Mulai dari bersih-bersih, mencuci pakaian, memasak, dst. Tapi setelah si Kecil lahir, pastinya apa yang mesti dikerjakan di rumah menjadi lebih banyak. Mencuci pakaian misalnya, pakaian kotor bayi itu banyak, loh, belum lagi nanti setelah ia butuh makanan pendamping, atau membereskan mainan-mainannya.

    Nah, untuk membantu meringankan pekerjaan Ibu, Ayah bisa melakukan quality time bersama Ibu dengan memasak bersama. Memang, sih, ketika memasak agak susah untuk melakukan kontak mata, tapi, kan, bisa sambil mengobrol juga. Sekadar membahas kesibukan masing-masing atau bertukar pikiran. 

  3. Berlibur Bersama Pasangan dan Anak

    Liburan adalah salah satu cara paling efektif untuk melepas penat akibat rutinitas sehari-hari. Nah, kegiatan ini bisa, nih, dimanfaatkan untuk membicarakan masalah keuangan keluarga. Bukan untuk merusak suasana liburan, tapi saat jalan-jalan, biasanya pikiran kita menjadi lebih ringan, tubuh juga terasa lebih bugar, maka bisa berpikir lebih jernih.

    Berkeluarga dan memiliki anak bukanlah hal mudah, termasuk dari sisi keuangan. Selain gizi, kebutuhan sehari-hari, penting banget buat orang tua untuk memprioritaskan pendidikan anak, dan itu bukanlah sesuatu yang jumlahnya sedikit. Belum lagi keharusan menyiapkan dana darurat (seandainya sakit misalnya), menyiapkan ruangan khusus untuk anak, dst. Ayah bisa mencoba membicarakan hal ini dengan Ibu di sela-sela liburan. Dengan begini, masing-masing bisa mencarikan solusi, memberikan saran dan memikirkan rencana ke depan yang lebih baik.

  4. Kencan Makan Malam dengan Pasangan

    Beda pandangan dalam membesarkan anak, bisa jadi bikin stress, loh. Ditambah lagi, seringkali ada ikut campur orangtua dan mertua dalam cara kita membesarkan anak. Perbedaan prinsip pola asuh ini semestinya dibicarakan, ya, karena kedua orangtua sebaiknya satu suara dalam membesarkan dan mendidik anak. Ada banyak cara untuk mengatasi perbedaan ini. Contoh, melakukan konsultasi dengan dokter, dengan guru atau dengan teman yang berpengalaman. Jangan lupa, untuk selalu menambah ilmu dengan aktif mencari informasi dengan membaca.

    Supaya perbincangan nggak berubah menjadi adu argumen, yuk, bicarakan sambil makan malam dengan pasangan. Misalnya, fine dining dengan memesan menu favorit. Pastinya, cari restoran yang suasananya tenang, ya.

  5. Cuddling di Tempat Tidur

    Keluhan lain yang sering dirasakan setelah adanya anak? Ya, sulitnya mengatur waktu. Entah itu untuk menyelesaikan pekerjaan, waktu bersama pasangan, bahkan untuk diri sendiri. Salah satu trik yang sederhana untuk mengatasi hal ini, adalah dengan cuddling dengan pasangan di tempat tidur. Entah itu beberapa waktu sebelum tidur, atau di pagi hari sebelum Ibu dan Ayah beraktivitas. Manfaatkan waktu tenang ini untuk menggantikan waktu yang terlewatkan. 

Masih ada banyak cara sederhana lainnya untuk menciptakan quality time bersama pasangan. Misalnya, nongkrong berdua di coffee shop, mengobrol di dalam mobil sepulang menjemput pasangan dari kantor, sekadar duduk-duduk di teras, berkebun berdua, dst.

Penulis: Stephanie
Editor: Dwi Ratih