Kehamilan

Persiapan Mengantar Ibu Hamil ke Rumah Sakit Dengan Mobil

Terakhir diperbaharui

Persiapan Mengantar Ibu Hamil ke Rumah Sakit Dengan Mobil

Meski dokter selalu memberi tahu kapan due-datenya ibu hamil, tapi tannggal pasti persalinan selalu jadi misteri. Meskipun berencana untuk melahirkan dengan operasi caesar, tetap tidak ada jaminan kalau persalinan tidak akan dimulai dengan sendirinya. Tiap ibu harus siap karena persalinan kadang tidak bisa diduga, misalnya dimulai di waktu yang sibuk atau di tengah malam.

 

Persalinan jadi pengalaman yang unik bagi tiap wanita dan bisa berlangsung sangat dramatis. Bagi beberapa ibu, persalinan berjalan lambat, berlangsung berjam-jam, dan bahkan berhari-hari sebelum memasuki persalinan aktif. Bagi sebagian wanita yang lain, persalinan berjalan cukup berat.

 

Ibu yang hamil anak pertama sering kali ingin tahu apa yang akan terjadi saat persalinan, atau apa saja tanda persalinan. Saran standar dari dokter adalah menunggu kontraksi persalinan menjadi teratur dan kuat, terjadi dengan jarak 4 hingga 5 menit selama setidaknya satu atau dua jam sebelum menuju rumah sakit. Pola ini menandakan kalau tubuh kemungkinan berada di persalinan aktif, bukan hanya mengalami Braxton Hicks atau kontraksi palsu.

 

Saat persalinan, peran Ayah sangat dibutuhkan karena Ayah lah yang akan diandalkan untuk mengantar ibu ke rumah sakit. Peran Ayah di keseluruhan proses kelahiran bisa sangat terbatas, tapi Anda bisa menjalankan tugas dengan baik dengan membawanya ke rumah sakit. Jangan sampai Anda melakukan kesalahan, misalnya membawa ibu hamil ke rumah sakit yang salah atau lebih dulu mampir ke restoran siap saji.

 

Berikut tips untuk Ayah saat mengantar ibu hamil dengan mobil ke rumah sakit buat melahirkan:

 

  1. Rencanakan rute yang akan Anda tempuh

    Pasangan Anda mungkin tidak mau mendengar apapun yang mengganggu fokusnya pada kontraksi. Dan ia juga tidak mau Anda malah sibuk dengan peta. Rencanakan rute Anda lebih dulu. Rute terbaik akan bergantung pada waktu, jadi periksa apakah jalan tertentu lebih baik dihindari selama jam-jam sibuk. Juga periksa kemungkinan perbaikan jalan atau penutupan jalan yang bisa mempengaruhi rute Anda.

     

    Ini mungkin sangat simpel dan jelas, tapi sangat penting. Ketika persalinan dimulai, tiap orang sangat fokus pada ibu dan bayi dan kemampuan untuk berpikir efektif otomatis hilang. Bila ibu hamil akan menjalani persalinan dalam waktu dekat, periksa kondisi lalu-lintas terbaru secara online atau melalui smartphone sebelum memulai perjalanan.

     

  2. Buat checklist

    Tiap orang melakukan kesalahan, tapi persalinan bukan waktu yang tepat untuk melakukan kesalahan. Anda harus hindari kalimat, “Aduh, saya lupa ...” pada wanita yang sedang mengalami kontraksi. Pastikan Anda membawa semua yang harus dibawa. Bila Anda lupa sesuatu, semua orang akan selalu mengingat kesalahan ini. Bicara dengan pasangan lebih dulu tentang apa saja yang perlu dibawa. Tulis checklist dan pasang di depan pintu atau di tempat yang mudah terlihat.

     

    Akan ada cukup banyak hal yang perlu dibawa, seperti:

    • Tas perlengkapan ibu dan bayi (hospital bag)
    • Car seat untuk bayi
    • Charger handphone
    • Dokumen rumah sakit istri
    • Botol minum untuk selama perjalanan
    • Uang receh untuk parkir dan ikat rambut karena istri tentu tidak mau rambutnya menutupi wajah ketika ia mengalami kontraksi.
    • Kaca mata untuk menghindari sinar matahari selama di mobil, dan lap bersih yang bisa digunakan ketika ia berkeringat atau butuh bersih-bersih sebelum keluar dari mobil.

     

    Ada baiknya menyiapkan tas untuk persalinan di rumah sakit di minggu-minggu akhir kehamilan karena tak ada yang bisa memastikan kapan persalinan dimulai. Simpan barang yang Anda butuhkan di dalam satu tas dan lalu simpan di dalam mobil, untuk memastikan Anda bisa segera membawanya.

     

  3. Bersiap untuk berangkat

    Ketika istri memasuki usia kehamilan 37 minggu, Anda harus siap untuk membawanya ke rumah sakit. Pastikan mobil di kondisi baik, dengan tangki bensin terisi penuh. Tak ada yang mau mengalami kontraksi di pom bensin.

     

    Jangan sampai bensin Anda habis. Ibu hamil yang berada di tahap persalinan tidak akan mau duduk menunggu ketika tangki bensin diisi atau menunggu antrian panjang di pom bensin ketika ia mengalami kontraksi.

     

    Biasakan untuk selalu mengisi penuh tangki bensin. Hindari bensin Anda di bawah seperempat tangki. Hal yang sama juga berlaku setelah bayi lahir. Beberapa minggu dan bulan pertama bersama newborn berarti Anda akan sering dan tak terduga bepergian untuk membeli keperluan, berkunjung ke rumah kakek-nenek, bahkan ke dokter anak. Anda harus selalu pastikan ada bensin yang cukup dan hanya ke pom bensin ketika Anda sudah merasa lenggang, bukan karena bensin sudah mulai habis.

     

  4. Jangan pergi ke rumah sakit terlalu awal

    Anda perlu meminta pasangan untuk selama mungkin menjalani persalinan di rumah. Persalinan akan berlanjut lebih baik ketika wanita merasa aman dan rileks, jadi masuk akal untuk tetap berada di rumah selama mungkin. Persalinan butuh waktu, jadi Anda tak perlu tergesa ke rumah sakit di kontraksi pertama. Minta pasangan berjalan-jalan dan tetap terjaga. Ini memberi efek pada persalinan ibu, dan sekaligus bisa mengalihkan perhatian pasangan dari kontraksi.

     

    Sebagai aturan umum, Anda harus menuju rumah sakit ketika kontraksi teratur, kuat, berlangsung sekitar 45 sampai 60 detik tiap 5 menit, hubungi rumah sakit ketika Anda di perjalanan. Beritahukan seberapa sering kontraksi terjadi dan kondisi pasangan, agar pihak rumah sakit tahu apa yang dihadapi ketika Anda tiba.

     

    Bila ada orang yang akan ikut mendampingi, hubungi dan beritahu kalau Anda menuju rumah sakit dan bertemu mereka di sana. Baik doula, teman baik, atau siapapun yang harus ada di sana, hubungi sebelum Anda tiba di rumah sakit.

     

  5. Jangan sampai ada yang terlupa

    Ingat checklist yang Anda tulis? Sekarang waktu untuk membacanya. Periksa dan periksa kembali. Setelah yakin Anda siap dengan semua yang dibutuhkan, waktunya membawa pasangan ke luar rumah dan masuk ke mobil.

     

  6. Gunakan alas untuk tempat duduk

    Anda perlu lakukan ini diam-diam, agar tidak menyinggung perasaan istri yang akan mengejan. Sebaiknya letakkan handuk di bawah tempat duduk istri. Ini hanya untuk berjaga bila ibu hamil mengalami pecah ketuban.

     

    Bila ketuban belum pecah di rumah, ada kemungkinan ini akan terjadi selama perjalanan. Antisipasilah dengan menempatkan handuk besar bersih yang telah dilipat di bawah tempat duduk ibu di dalam mobil. Akan lebih mudah membersihkan handuk dibanding membersihkan semua cairan ketuban dari kursi mobil Anda.

     

    Sebagai alternatif, siapkan handuk hangat di mobil yang bisa jadi penyerap. Bila ketuban pecah, ibu bisa menutupi tubuh dengan selimut agar ia tidak merasa malu karena celana yang basah. Tapi tak ada yang perlu merasa malu dengan hal ini, tiap orang akan memaklumi.

     

  7. Mengemudi dengan hati-hati

    Ingat, persalinan butuh waktu. Anda tidak perlu melewati batas kecepatan untuk menuju rumah sakit. Anda punya banyak waktu. Mengemudilah dengan hati-hati. Tetap berada di batas kecepatan yang seharusnya, taati rambu lalu-lintas, dan mengemudi seperti ketika Anda menjalani tes.

     

    Karena rahim berkontraksi, pasangan akan sangat menghargai bila Anda perlahan ketika melewati polisi tidur, tidak mengerem tiba-tiba, dan menghindari membelok tajam.

     

  8. Jangan panik

    Setiap bukaan persalinan akan terasa lebih baik bila ibu tetap rileks dan tenang. Untuk itu, ia perlu dikelilingi oleh orang yang rileks dan tenang. Jadi pastikan Anda tidak terlihat gusar. Ingat, ia mengenal Anda dengan baik, dan ia bisa tahu kalau Anda cemas. Ambil napas dalam, rileks, dan bersiap untuk menjadi pendamping persalinan yang  bisa diandalkan.

     

  9. Beritahu kalau istri melakukan tugasnya dengan baik

    Bagi beberapa wanita, persalinan jadi terasa lambat ketika menuju rumah sakit. Buat pasangan tetap tenang dan rileks dengan menenangkannya selama perjalanan. Beritahu kalau ia melakukan tugas dengan baik, betapa Anda merasa bangga padanya, dan betapa Anda tidak sabar bertemu bayi.

     

    Yang pasangan butuhkan saat ini adalah merasa dicintai dan didukung, jadi pastikan ini terjadi. Jangan ucapkan dengan keras, tapi juga ingatkan diri kalau Anda juga melakukan tugas dengan baik.

     

  10. Beli charger tambahan

    Tak ada yang lebih buruk selain kehabisan baterai handphone saat sedangan dibutuhkan. Ketika ibu hamil sudah merasa tidak nyaman dengan kontraksinya, ia pasti akan makin emosi saat tidak bisa menggunakan. Hindari hal ini dengan menyediakan charger tambahan.

     

    Charger tambahan bisa Anda siapkan satu di mobil dan satu di rumah. Anda juga kemungkinan akan berada di rumah sakit beberapa hari dan perlu mengambil gambar, mengirim pesan, dan menelepon. Hindari masalah handphone mati saat persalinan dengan memastikan mengemas charger tambahan.

     

  11. Bola stres untuk diremas-remas

    Bila Anda sedang mengalami rasa sakit, bahkan kram perut parah, Anda tentu mengerti dorongan untuk meremas sesuatu. Bisa memegang dan meremas sesuatu membantu wanita yang menjalani persalinan untuk memfokuskan energi dan melewati kontraksi. Tanpa ada yang bisa diremas, ibu akan merasa tak ada dukungan.

     

    Ini jadi sensasi aneh untuk dijelaskan, tapi perhatikan tiap kali Anda melihat wanita yang menjalani persalinan di TV. Umumnya ada satu kesamaan, mereka meremas tangan pasangan. Bila pasangan menggunakan kedua tangan untuk mengemudi, harus ada penggantinya. Menyediakan bola stres di mobil bisa membantu menjaga situasi jadi lebih aman. Bola stres bisa juga digunakan setelah bayi lahir, misalnya saat emosi mendengar newborn menangis terus tanpa henti.

     

  12. Biarkan istri memilih dan mendengarkan stasiun radio atau musik

    Anda mungkin ingin mendengarkan radio favorit Anda atau Anda juga ingin mendengarkan lagu band metal yang Anda suka, tapi ini bukan waktu yang tepat. Sekarang waktunya untuk melakukan apapun yang pasangan Anda inginkan. Baik ia ingin duduk diam dan tenang, atau mendengar lagu R&B, cukup ikuti kemauannya.

     

    Musik punya kekuatan luar biasa. Musik punya kemampuan untuk menenangkan, memberi energi, dan membangkitkan emosi yang kuat. Buat playlist musik personal yang menenangkan dan punya arti bagi calon ibu agar ia bisa fokus selama perjalanan.

     

    Ibu akan merasa frustrasi ketika harus duduk tenang sambil menahan rasa sakit, atau harus mengobrol dengan penumpang lain, misalnya orang tua, yang berusaha membantu ibu melewati rasa sakitnya kontraksi. Nah, musik bisa jadi alternatif yang lebih baik. Ibu bisa fokus pada lirik atau melodi dari lagu favoritnya. Kondisi mental sangat penting ketika berurusan dengan rasa tidak nyaman fisik, jadi apapun yang bisa membantu membuat ibu merasa lebih baik akan sangat diapresiasi.

     

  13. Dimana akan parkir?

    Sebagian besar Ayah bisa menyelesaikan tugas dengan baik dengan berhasil tiba di rumah sakit tepat waktu, tapi banyak yang lupa satu hal kecil, yaitu di mana akan memarkirkan mobil setelah tiba di sana? Banyak rumah sakit punya area parkir khusus untuk ibu yang menjalani persalinan, jadi ada baiknya Anda melakukan tour rumah sakit yang dituju dulu untuk mencari tahu di mana Anda harus memarkir mobil.

     

    Bila ibu hamil tidak bisa berjalan karena rasa sakit, ia akan membutuhkan kursi roda, yang bisa didapat di pintu masuk rumah sakit. Tentu, bila istri merasakan sakit kontraksi, Ayah bisa langsung menuju bagian gawat darurat dan minta bantuan staf rumah sakit.

     

  14. Memberi tahu keluarga

    Tiap orang di keluarga Anda ingin tahu kapan persalinan dimulai. Mereka meminta Anda untuk memberi kabar selama 6 bulan terakhir dan Anda tahu mereka merasa cemas. Tak ada ibu hamil yang menjalani persalinan yang bisa menikmati perjalanan di mobil menuju rumah sakit dengan mengirim pesan whatsapp ke tiap sepupu dalam keluarga.

     

    Hindari hal ini dengan membuat grup kontak lebih dulu. Susun teks ke grup yang mengumumkan kalau istri Anda menjalani persalinan dan menuju rumah sakit. Berikan nomor telepon Anda bila istri tidak bisa menjawab telepon.

     

    Rencanakan lebih dulu waktunya dan informasikan ke siapa saja, tentukan juga apakah istri Anda mau atau tidak mau menerima pengunjung selama dan setelah persalinan. Banyak ibu lebih memilih membatasi jumlah pengunjung yang datang ke rumah sakit. Bahkan rumah sakit punya batasan kunjungan di bagian persalinan. Ini untuk kebaikan bersama. Dengan kemajuan teknologi sekarang ini, tak ada alasan untuk tidak tahu apa yang sedang terjadi. Dengan menyiapkan grup kontak, tak akan ada yang ketinggalan berita.

     

  15. Rencanakan rute pulang

    Memasang car seat bayi sebelum bayi lahir jadi hal penting. Ini jadi indikator satu hal penting akan terjadi. Akan ada anggota keluarga baru dan pastikan perjalanan pulang akan lebih mudah dengan memasang car seat sebelum persalinan.

     

    Ada baiknya siapkan car seat dan pasang di mobil satu bulan sebelum due date. Dengan begitu, Anda bisa cukup percaya diri dengan fungsi benda ini sebelum sibuk dengan urusan newborn lainnya. Dan Anda tentu tidak mau sibuk memasang car seat di hari bayi pulang ke rumah.

     

  16. Siapkan kunci cadangan

    Hal aneh bisa terjadi ketika Anda tergesa-gesa di rumah sakit. Ada dokumen yang harus diisi, baju yang harus diganti, tas untuk dibawa, dan dokter serta perawat yang melakukan pemeriksaan. Semua ini bikin Ayah lebih sibuk dan akhirnya lupa meletakkan kunci mobil.

     

    Hindari stres saat kunci mobil hilang dengan menyimpan kunci cadangan di tas bawaan atau dompet sebelum persalinan. Dengan begitu, ketika Anda masuk ke ruang persalinan dan perlu kembali ke mobil, Anda bisa mengandalkan kunci cadangan.

(Ismawati)