Kelahiran Dibaca 18,889 kali

6 Tips Agar Tidur Bayi Lelap dan Bunda Bisa Istirahat

Share info ini yuk ke teman-teman
Ismawati

Terakhir diperbaharui 10 September, 2019 17:09

6 Tips Agar Tidur Bayi Lelap dan Bunda Bisa Istirahat

Susah-senangnya merawat bayi baru lahir pasti akan disertai dengan kondisi kurang tidur. Bayi baru lahir tidak bisa tidur lelap sepanjang malam, begitu juga dengan Ibu. Tapi ini tidak berlangsung selamanya kok!

Biasanya di usia 3 sampai 6 bulan si kecil sudah memiliki pola tidur yang teratur dan bisa tidur lelap hingga pagi hari. Ini terjadi karena otak bayi semakin matang sehingga pola tidurnya mulai terbentuk.

   

Seperti Apa Pola Tidur Bayi Baru Lahir?

Sebelum memahami tips menidurkan bayi yang paling tepat, Ibu harus tahu lebih jauh tentang pola tidur bayi baru lahir. Bayi baru lahir tidur hingga 18 jam setiap hari di beberapa minggu pertama. Tapi total jam tidur 18 jam tersebut tidak diperoleh si kecil dengan tidur terus dalam satu waktu yaa. Si kecil perlu bangun setiap 2-3 jam untuk menyusu, termasuk di malam hari. Itu artinya, Ibu tidak akan mendapatkan kualitas tidur yang baik di bulan-bulan pertama setelah si kecil lahir. Jangan khawatir, fase ini tidak berlangsung lama, kok Bu.

Siklus tidur bayi jauh lebih pendek dari Ibu. Bayi akan lebih banyak tidur di tahap REM (rapid eye movement) yang ringan sehingga ia mudah terjaga. Ini dibutuhkan untuk perkembangan otaknya. Ketika usianya sudah menginjak 6 sampai 8 minggu, bayi akan tidur dengan durasi lebih pendek di siang hari dan lebih lama di malam hari. Tapi ia akan terbangun untuk menyusu selama malam hari. Di usia ini, jumlah “tidur dalam” bayi juga akan lebih banyak.

Si kecil mungkin baru bisa tidur sepanjang malam saat usianya sudah lebih dari 8 minggu. Tapi tiap bayi berbeda ya, Bu. Dengan memahami ini akan membuat Ibu tahu tips menidurkan bayi mana yang bisa dipakai.
 
Setelah usia bayi sekitar 2 minggu, salah satu tips menidurkan bayi adalah dengan mulai mengajarkan si kecil tentang perbedaan antara malam dan siang hari. Untuk mengajarinya, ibu bisa melakukan hal berikut ini di siang hari ketika ia terjaga:

  • Ganti pakaian dan mandi di pagi hari untuk membuatnya paham memahami kalau pagi adalah waktu memulai aktivitas sehari-hari

  • Bermain, bicara, dan berinteraksi sebanyak mungkin dengan si kecil di siang hari

  • Ajak si kecil ngobrol dan bernyanyi ketika Ibu menyusuinya

  • Biarkan rumah dan kamar selalu dalam kondisi terang

  • Biarkan ia mendengar banyak suara di siang hari, seperti suara radio atau mesin cuci

  • Bangunkan ia perlahan bila ia mengantuk selama menyusu

Sedangkan di malam hari ibu bisa melakukan hal berikut ini:

  • Pakaikan baju tidur untuk membuat si kecil kalau ini adalah awal dari rutinitas malam dan waktunya untuk istirahat

  • Coba untuk tidak mengajaknya bicara ketika Ibu menyusuinya

  • Hindari cahaya dan suara bising sepanjang malam

Semua hal ini akan membantu si kecil mulai paham kalau malam hari adalah waktu untuk tidur. Dengan mengaplikasikan tips menidurkan bayi ini, Ibu bisa mendapatkan waktu yang cukup untuk istirahat.

   

Tips Menidurkan Bayi Agar Si Kecil Memiliki Pola Tidur Yang Baik

Tips menidurkan bayi yang lain adalah dengan membantu si kecil menerapkan pola tidur yang baik dengan mengikuti langkah sederhana berikut:

 

  1. Pisahkan kegiatan menyusu dengan tidur

    Setelah usia bayi satu bulan, usahakan agar si kecil tidak tidur sambil menyusu. Jika dibiasakan, si kecil akan menyusu, tidur, dan menyusu lagi, hingga beberapa kali sepanjang malam. 

    Beberapa orang tua mencoba untuk memberikan lebih banyak susu formula, ASI, atau makanan agar bayi tidur lebih lama. Tapi ini tidak direkomendasikan ya Bu. Sama seperti kita, saat si kecil makan terlalu banyak, ia akan merasa tidak nyaman untuk tidur.

       

  2. Kenali tanda bayi merasa lelah

    Perhatikan tanda yang ditunjukkan si kecil saat ia lelah dan mengantuk, seperti menggosok mata, menguap, serta rewel. Jangan tunggu sampai bayi terlalu lelah. Bayi yang sangat kelelahan akan lebih sulit tidur. Perhatikan tandanya agar ibu bisa menidurkannya sebelum ia rewel.

      

  3. Buat siklus tidur siang dan malam hari

    Sejak awal mengaplikasikan tips menidurkan bayi, ajarkan si kecil kalau malam hari adalah waktu untuk tidur, dan siang hari adalah waktu bermain.

    Di siang hari, Ibu bisa menstimulasi bayi untuk tetap aktif. Perbanyak waktu main dengannya. Temani ia agar tetap terjaga setelah menyusu, tapi jangan terlalu dipaksakan ya Bu. Tidak apa-apa kok kalau si kecil mau tidur setelah menyusu di siang hari.

    Ketika hari mulai gelap, susui si kecil di ruang yang sedikit gelap. Kurangi stimulasi dengan memastikan pencahayaan tetap redup dan suara hening. Perlahan, ia akan belajar kalau siang hari waktunya bermain dan malam untuk istirahat, jadi ia akan tidur nyenyak di malam hari.

      

  4. Tak perlu membangunkan si kecil untuk menyusu setelah usianya 2 bulan

    Jika berat badan bayi bertambah seperti yang seharusnya, Ibu tidak perlu membangunkannya di malam hari untuk menyusu setelah usianya 2 bulan. Si kecil perlu menemukan jadwal tidurnya sendiri. Ketika ia menyusu lebih banyak di siang hari, ia tidak perlu bangun untuk menyusu di malam hari.

    Berikut ini beberapa kondisi di mana Ibu perlu membangunkan si kecil untuk menyusu:

    • Usianya masih 0 sampai 2 bulan

    • Ia tidur lebih banyak di siang hari dibanding malam hari dan melewatkan sesi menyusu di siang hari. Jangan biarkan si kecil tidur lebih dari 4 jam tanpa menyusu. Ibu perlu membangunkannya untuk menyusu di malam hari. Tapi akan lebih baik untuk mengubah kebiasaan tidur bayi daripada terus membangunkannya tiap 4 jam di malam hari untuk menyusu.

    Ibu bisa berkonsultasi dengan Dokter anak karena butuh penyesuaian khusus jika si kecil merupakan bayi prematur atau berkebutuhan khusus.

      

  5. Jadi orangtua yang sabar

    Ingat Bu, buat ekspektasi yang realistis pada si kecil. Untuk beberapa bulan pertama usianya, jam tidur bayi tidak bisa diprediksi. Jadi, agar tidak kurang tidur, Ibu bisa tidur ketika bayi tidur.

    Bila pola tidur bayi tiba-tiba berubah, periksakan ke dokter. Bisa jadi ini tanda infeksi telinga atau ada masalah pada perkembangannya.

       

  6. Ajarkan Bayi Tidur Tanpa Bantuan

    Ketika bayi berusia sekitar 3 bulan, ia sudah bisa tidur tanpa bantuan. Tentu ini tidak berarti ia akan tidur dengan sendirinya. Untuk mendorong bayi tetap tenang dan tertidur, letakkan tubuh si kecil di kasur ketika ia mengantuk, tapi masih terjaga. Ibu bisa menemani si kecil hingga ia terlelap, tapi bersiaplah untuk melakukan hal yang sama tiap kali ia terbangun di malam hari.

    Bila Ibu menyusui atau menggendong bayi agar bisa tidur setiap malam selama 8 minggu pertama, ia akan berharap Ibu melakukannya terus-menerus. Jadi jangan terjebak dengan kebiasaan tersebut yaa.

    Beberapa ahli tidak menganjurkan menggendong atau menyusui bayi saat menidurkan bayi, tapi itu semua merupakan hak Ibu mau memutuskan rutinitas tidur terbaik apa yang sesuai untuk kamu dan si kecil. Bila Ibu ingin rutinitas tidur yang konsisten, ada baiknya menggunakan strategi yang sama setiap malam. Rutinitas yang konsisten membuat tips menidurkan bayi lebih mudah dilakukan.

   

Tips Menidurkan Bayi Ketika Bayi Memilih Tidur Tengkurap

Coba biasakan menidurkan bayi di posisi telentang karena posisi tengkurap tidak disarankan oleh para dokter. Posisi tengkurap bisa memicu SIDS lho Bu.

Meski banyak bayi lebih suka tidur tengkurap, ia biasanya akan berguling ke posisi terlentang saat tidur dan merasa nyaman dengan posisi ini. Jadi coba tips menidurkan bayi ini sebagai langkah awal: bermainlah dengan bayi di posisi telentang ketika ia terjaga, dan usahakan ia tidur dengan posisi telentang.

Bila si kecil masih rewel, maka Ibu bisa membedong bayi agar ia bisa tidur. Dengan membedong, Ibu bisa menciptakan rasa nyaman seperti saat bayi berada di rahim ketika menempatkannya di posisi telentang.

Bila bayi tidak tenang ketika tidur telentang meski sudah dibedong, maka Ibu perlu konsultasi pada dokter untuk memastikan apakah tidur tengkurap boleh dilakukan oleh si kecil atau tidak. Bila dokter memperbolehkan, maka Ibu bisa memposisikan si kecil di posisi tengkurap saat tidur. Biasanya bila bayi sehat dan cukup umur, dokter akan mengizinkan si kecil untuk tidur tengkurap.

  

Bayi Berguling Dari Posisi Telentang Ke Tengkurap Saat Tidur

Banyak yang sadar kalau posisi tengkurap saat tidur bisa memicu SIDS, jadi banyak orang tua yang mengusahakan anaknya berada di posisi terlentang saat tidur. Namun, bayi usia 3 sampai 4 bulan biasanya sudah mulai banyak bergerak. Banyak bayi belajar berguling di usia ini dan saat tidur, secara tidak sadar, si kecil akan berguling dari posisi terlentang ke posisi tengkurap.

Jadi tips menidurkan bayi seperti apa yang harus dilakukan orang tua? Apakah aman untuk membiarkan bayi tidur tengkurap, atau kita harus menggulingkannya kembali ke posisi telentang dan berisiko membangunkannya?

Perlu diingat Bu, sebelum mengambil pilihan, ada baiknya untuk berbicara pada dokter tentang posisi tidur bayi, khususnya bila ia adalah bayi prematur atau mengalami masalah kesehatan tertentu. Meski begitu, umumnya tak masalah bila bayi punya kemampuan untuk berguling dari telentang ke tengkurap. Saat memiliki kemampuan tersebut, kemungkinan ia juga punya kontrol otot untuk mengatur nafasnya dan berganti posisi bila ia tidak mendapat oksigen yang cukup.

Dengan kata lain, bayi yang bisa berguling ke posisi tengkurap bisa tidur dengan aman. Tapi, orang tua tetap disarankan untuk memulai waktu tidur dengan meletakkan bayi di posisi telentang, tapi kemudian bila bayi berguling ke posisi tengkurap, tak apa membiarkannya tidur di posisi itu.

   

Tips Menidurkan Bayi dengan Aman di Posisi Tengkurap

Bila bayi lebih suka tidur tengkurap, maka ada beberapa hal yang harus Ibu perhatikan, yaitu:

  • Bayi harus tidur di permukaan keras yang ditutupi oleh seprei yang terpasang pas.

  • Tidak boleh ada bagian seprei yang longgar, bantal yang empuk, atau boneka di area tidur bayi.

  • Paling aman bila bayi tidur sekamar dengan orang tua, menggunakan tempat tidur yang berbeda agar Ibu bisa selalu mengawasinya.

  • Nyalakan kipas angin di kamar bayi. Ada bukti kalau cara ini bisa menurunkan risiko SIDS hingga 72 persen. Salah satu hal yang memicu SIDS adalah kondisi suhu kamar yang terlalu panas. Jadi jagalah agar suhu kamar tetap sejuk ya.

   

Kapan Tidur Bayi Aman Di Posisi Tengkurap?

Untuk menurunkan risiko sindrom kematian mendadak pada bayi (sudden infant death syndrome /SIDS), para ahli merekomendasikan orang tua untuk menempatkan bayi di posisi telentang ketika menidurkannya selama tahun pertama. Risiko SIDS paling tinggi terjadi di usia bayi 1 sampai 4 bulan, tapi ini bisa tetap jadi ancaman hingga bayi berusia 12 bulan.

Setelah bayi cukup kuat untuk berguling dari telentang ke tengkurap dan kembali telentang, Ibu tidak perlu cemas bila ia berguling ke posisi tengkurap selama tidur. Tapi Ibu perlu tetap meletakkannya di posisi telentang di awal waktu tidur hingga usianya 1 tahun.

Tentu Ibu perlu lakukan pencegahan untuk menurunkan risiko SIDS selama tahun pertamanya. Beberapa langkah yang bisa Ibu lakukan adalah memastikan kasur bayi dipasangi seprei yang pas dan tidak ada bantal, selimut, atau boneka di tempat tidurnya. Jangan pakaikan baju yang terlalu tebal dan suhu ruangan tidak panas. Juga jangan biarkan ada perokok berada di dekat bayi karena asap rokok sangat berbahaya untuk si kecil.

  

Mitos Tentang Tidur Bayi

Meski perjalanan menjadi orang tua penuh dengan kejutan, ada satu hal yang pasti akan Ibu hadapi, yaitu kurang tidur. Banyak tips menisurkan bayi yang dilakukan orang tua agar anaknya bisa tidur nyenyak dan cepat. Tapi nggak sedikit tips dan mitos yang menyesatkan terkait tentang tentang kebiasaan tidur bayi. Berikut beberapa mitos yang salah tentang tips menidurkan bayi:

  

Mitos #1: Bayi yang tidur larut malam akan membuatnya terbangun lebih siang keesokan harinya

Bayi yang terjaga hingga larut malam biasanya akan dalam kondisi yang kelelahan. Ketika ia kelelahan, ia akan semakin sulit untuk tidur serta susah untuk kembali tidur saat terbangun. Agar bayi tidur lebih lama di pagi hari, Ibu lebih baik mengubah waktu tidurnya jadi lebih awal. Tidurkan bayi 30 menit lebih awal dibanding biasanya. Ia akan mulai bangun lebih lambat di pagi harinya.

  

Mitos #2: Menambahkan sereal ke susu si kecil akan membantunya tidur sepanjang malam.

Tidak ada bukti yang menyatakan kalau menambahkan sereal ke susu bayi akan membantunya tidur lebih lama, jadi tak ada untungnya melakukan ini. Faktanya, sereal di botol susu meningkatkan jumlah kalori yang bayi konsumsi dan beberapa penelitian menunjukkan kalau pemberian MPASI dini sebelum usia 4 bulan bisa menyebabkan obesitas.

Para ahli menyarankan orang tua untuk menunggu untuk memperkenalkan makanan padat hingga si kecil berusia 6 bulan, dan selalu gunakan sendok saat memberi makan si kecil karena ia bisa tersedak bila makanannya diberikan melalui botol susu. Namun, ibu perlu ingat, ada dokter yang merekomendasikan pemberian sereal untuk mengatasi refluks pada bayi. Pada kasus ini, ikuti petunjuk dokter dengan saksama ya Bu.

  

Mitos #3: Kamar bayi harus benar-benar hening

Memang Ibu membutuhkan suasana hening untuk terlelap. Tapi kebanyakan bayi baru lahir sebenarnya lebih menyukai suara background seperti suara kipas angin, mesin cuci, atau hair dryer. Suara yang disebut white noise ini bisa menenangkan dan terdengar familiar bagi bayi karena bunyinya konstan dan mirip dengan suara yang ia dengar ketika berada di dalam rahim. Selain itu white noise ini bisa menyamarkan suara lain di dalam rumah, yang bisa mengganggu tidur bayi.

Jadi bila Ibu kesulitan untuk menidurkan atau menenangkan bayi, coba white noise seperti suara mesin cuci atau kipas angin untuk membantunya tertidur.

  

Mitos #4: Tak ada yang perlu dikahwatirkan bila tidur bayi mendengkur

Ketika ada bayi kecil yang mendengkur saat tidur, itu memang terlihat lucu. Penelitian menunjukkan sekitar 15 sampai 25 persen bayi mendengkur. Tapi nafas yang berisik bisa jadi tanda kondisi medis yang serius. Kemungkinan bayi mengalami gangguan tidur seperti sleep apnea, di mana bayi berhenti bernafas dan menyebabkan mendengkur atau suara yang tidak wajar.

Nafas yang terganggu ini bisa memicu masalah perkembangan nantinya. Penelitian menyatakan bayi yang mengalami gangguan tidur dan tidak diatasi seperti mendengkur dan sleep apnea di usia 6 bulan lebih berisiko mengalami perilaku hiperaktif, depresi, agresi, dan ADHD di usia 7 tahun.

Meski beberapa suara nafas selama tidur dianggap normal, bila kondisi ini selalu terjadi atau sering terdengar keras, rekam bayi ketika ia tidur dan beritahukan ke dokter.

(Ismawati, Yusrina / Dok. Pixabay)