Kelahiran

8 Tips Merawat Bayi Baru Lahir untuk Para Ibu Baru

Terakhir diperbaharui

8 Tips Merawat Bayi Baru Lahir untuk Para Ibu Baru

Saat Ibu harus merawat bayi baru lahir, Anda dan bayi akan sama-sama belajar serta mencari tahu banyak hal. Saat merawat bayi baru lahir, jam tidur Ibu akan berkurang, Ibu juga harus menyusui terus, dan bahkan tak sedikit Ibu yang menangis putus asa.

 

Ibu yang merawat bayi baru lahir kerap khawatir pada kondisi bayinya. Takut bila apa yang dialami si kecil tidak normal. Selain mengkhawatirkan kondisi bayi, banyak juga Ibu yang bertanya-tanya apakah yang ia rasakan dan lalui itu normal dan dialami pada semua Ibu?

 

Well, kali ini kita akan membahas hal-hal yang normal dialami saat merawat bayi baru lahir. Ada juga beberapa tips merawat bayi baru lahir agar Ibu tidak terlalu stress. Simak yuk!

 

Hal yang normal ketika merawat bayi baru lahir

Berikut ini adalah hal-hal yang sangat normal terjadi ketika Anda merawat bayi baru lahir:

 

  1. Perasaan tidak selalu suka menjadi ibu

    Kalau kamu pernah berpikir seperti ini, bukan berarti Anda tidak bisa menjadi Ibu yang baik. Perasaan ini sangat normal. Sebagian besar ibu mengakui kalau pernah merasakan perasaan ini, khususnya di tengah malam saat mereka harus bangun menenangkan bayi yang rewel atau menyusui si kecil tiada henti.

     

    Di saat-saat yang sulit itu, wajar banget kalau perasaan negatif membayangi Anda. Ini karena Anda merasa lelah dan yang ingin Anda lakukan adalah tidur. Jadi wajar bila Anda merindukan momen-momen sebelum jadi ibu. Normal jika Ibu merindukan tidur malam bangun siang, waktu bebas dipakai sesuka hati, dan bisa keluyuran sampai malam.

     

  2. Protektif banget sama anak

    Merasa was was saat anak digendong orang lain? Nggak suka saat mertua mengambil alih untuk merawat bayi baru lahir? Perasaan protektif ini sangat normal dialami Ibu yang baru melahirkan.

     

    Bayi baru lahir itu  tidak berdaya, anak kita tidak bisa melarikan diri dari bahaya. Memang membiarkan orang lain menggendong atau mengasuh si kecil sementara bukanlah sesuatu yang berbahaya, tapi tetap saja Anda merasa bertanggung jawab untuk melindungi dan merawat bayi baru lahir dari bahaya apapun.

     

  3. Terjebak di sofa

    Saat merawat bayi baru lahir, Anda akan menghabiskan waktu berjam-jam di sofa, tempat duduk buat menyusui atau kasur selama beberapa bulan ke depan di sofa. Bayi baru lahir akan sangat sering menyusu. Anda bahkan akan menghabiskan sepanjang malam di sofa untuk menyusui bayi yang lagi mengalami growth spurt atau wonder week sehingga tidak mau berhenti menyusu.

     

    Saat si kecil berhenti menyusu karena ketiduran, Anda tetap tidak bisa beranjak dari sofa karena takut bayi kebangun. Jadi pastikan ada hiburan yang bisa Anda nikmati, seperti nonton TV, nonton film, scrolling social media, atau lainnya. Tidak perlu mengkhawatirkan rumah yang berantakan. Trimester keempat adalah waktu untuk Ibu bermalas-malasan di sofa. Dan ini sangat normal.

     

  4. Merasa sangat lelah

    Selama merawat bayi baru lahir, jam tidur Anda akan otomatis berkurang drastis. Siang hari akan terasa melelahkan, dan malam hari akan lebih melelahkan lagi. Ibu akan merasa super lelah sampai terasa hingga ke tulang, menghambat otak dan membuat Anda tidak bisa berpikir jernih.

     

    Ini berat, tapi normal dan perlahan-lahan kondisi ini akan menjadi mudah. Secara bertahap, si kecil akan bisa tidur lebih lama saat malam dan Anda sendiri akan makin lihai mencuri-curi waktu untuk tidur di tengah kesibukan. Semua orangtua yang merawat bayi baru lahir juga mengalami kurang tidur seperti Anda.

     

  5. Melakukan kesalahan

    Jangan khawatir saat Anda melakukan kesalahan ketika merawat bayi baru lahir. Itu adalah cara kita belajar. Apalagi bayi lahir tanpa dilengkapi manual book. Di sisi lain, mereka butuh perawatan intens dari orang tuanya. Nggak usah diambil pusing saat Anda salah memakaikan bedong atau melakukan kesalahan lainnya. Ingat, ini normal, dan anggap saja ini sebagai pengalaman Anda.

     

  6. Tubuh terlihat hamil 6 bulan

    Saat melahirkan, Anda pasti mengidam-idamkan berat badan turun ke berat sebelum hamil. Jangan terlalu banyak berharap karena setelah melahirkan, tubuh Anda masih terlihat seperti sedang hamil 6 bulan. Beberapa waktu yang lalu, tubuh Anda membesar karena hamil, lalu mengecil karena melahirkan bayi, dan ini adalah proses yang mengagumkan, jadi jangan tergesa-gesa memulihkan berat badan kembali ke semula.

     

    Perut Anda akan terlihat buncit untuk sementara. Daripada cemas mengenai beberapa perubahan tubuh setelah melahirkan, cobalah fokus pada apa yang sudah dilakukan tubuh Anda dalam proses persalinan. Yup, tubuh Anda telah melakukan sesuatu yang luar biasa.

     

  7. Ibu jadi pelupa

    Tahukah Anda kalau kadar asam di tubuh berubah selama hamil dan membuat otak acak-acakan? Sebagian besar Ibu hamil dan yang baru melahirkan merasa kalau daya ingat mereka tidak setajam ketika sebelum hamil. Untungnya, kasus Ibu hamil yang cenderung menjadi pelupa ini sangat normal, dan hanya terjadi sementara.

     

    Selama hamil atau baru melahirkan, Anda mungkin akan lupa nama dan ulang tahun teman. Anda juga mungkin lupa janji konsultasi dengan dokter gigi atau dokter anak. Ini semua bisa terjadi karena ibu kurang tidur dan harus fokus merawat bayi baru lahir.

     

  8. Merasa emosional

    Pernah merasakan mood swing saat hamil? Itu belum seberapa dibanding kondisi emosi yang Anda alami saat merawat bayi baru lahir. Perubahan hormon setelah melahirkan, digabung dengan stress yang ibu rasakan, kelelahan fisik, dan kurang tidur akan membuat Anda jadi mood swing. Ini normal, tapi hati-hati karena bisa membuat suami atau orang-orang terdekat Anda jadi sebal.

     

  9. Kagum dengan Bayi dan Suami

    Selain merasa lelah, trauma saat menyusui karena puting selalu sakit, dan kurang tidur, , Anda juga akan merasakan perasaan kagum. Anda merasa kagum dengan si kecil karena sangat menggemaskan. Anda bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk melihatnya tidur. Anda juga akan kagum melihat suami karena ia berhasil menjalankan peran Ayah secara alami. Dan pastinya Anda juga akan kagum dengan tubuh sendiri karena telah berhasil mengandung bayi selama 9 bulan dan melahirkan si kecil dengan selamat. Semua ini merupakan perjalanan yang tidak mudah.

 

Tips rahasia yang harus diketahui ibu saat merawat bayi baru lahir

Saat merawat bayi baru lahir, semua Ibu pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Jadi tidak heran kalau mereka rela mengikuti kelas parenting, beli buku tentang perawatan bayi, dan mendengar semua saran parenting dari kerabat bahkan dari orang tak dikenal dengan seksama.

 

Tapi sebagai Ibu, kita tidak harus selalu mengikuti apa yang kita baca dan dengar. Kita harus mampu membuat keputusan tepat untuk si kecil dan diri kita sendiri. Nah, berikut ini adalah beberapa tips yang perlu Anda tahu saat merawat bayi baru lahir:

 

  1. Tidak perlu stres perihal menyusui bayi

    Ada bulan-bulan di mana Anda perlu fokus menyusui si kecil dan rutin memeriksa berat badan si kecil untuk memastikan ia mendapat ASI yang cukup. Nah, untuk memastikan proses menyusui lancar, sebagian besar Ibu hanya perlu melakukan ini:

    • Susui si kecil tanpa batasan waktu
    • Perbanyak kontak kulit
    • Pastikan pelekatan baik
    • Cari dukungan

     

    Belajar menyusui itu butuh waktu. Proses belajar ini bukan hanya untuk ibu, tapi juga anak. Bila Anda mengalami masalah menyusui, sebaiknya langsung konsultasikan dengan konselor laktasi.

     

  2. Jangan ambil pusing pada jadwal tidur anak

    Bayi menghabiskan 9 bulandi kandungan  tanpa rasa lapar, panas, dingin, dan lelah. Lalu mereka harus menyesuaikan diri ketika dilahirkan untuk menyusui, merasakan berbagai sensasi, dan melakukan hal-hal lain. Ini tentunya merupakan transisi besar untuk si kecil.

     

    Jadi, cobalah untuk bersimpati padanya. Jangan terlalu kaku pada jam tidur si kecil dan jangan repot-repot menerapkan sleep training untuk anak di usia yang sangat dini. Kalau Anda menerapkan ini semua di masa transisi selama trimester keempat, yang ada Anda dan si kecil akan stress. Just go with the flow! Di masa-masa seperti ini, Anda masih menjalani fase pemulihan setelah melahirkan dan bayi masih harus menyesuaikan diri dengan lingkungan di luar rahim.

     

  3. Jangan takut menggendong bayi

    “Jangan sering-sering menggendong bayi, nanti dia manja lho!” Anda mungkin pernah mendengarkan saran merawat bayi baru lahir yang satu ini dari kerabat atau teman. Ada orang-orang yang menganggap kebutuhan dasar bayi akan kasih sayang dan kontak fisik adalah sebuah manipulasi yang dibuat-buat oleh anak. Mungkin anggapan ini berlawanan dengan perasaan yang ibu miliki, tapi tekanan dari sekitar  bisa cukup kuat, sehingga Ibu tidak berdaya selain menuruti apa kata orang. Akhirnya, bayi tidak segera ditenangkan Ibu saat menangis, Ibu membiarkan bayi sampai diam sendiri demi membuat anak tidak tumbuh manja.

     

    Lalu apa kata para ahli? Banyak penelitian yang menunjukkan kalau anak menangis di beberapa bulan pertamanya, itu murni karena dia butuh kehadiran Ibu. Hal-hal yang kita anggap akan memanjakan anak, seperti menggendong, mengayun, memeluk, dll, sebenarnya sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan otak bayi.

     

  4. Jangan jadi phobia kuman

    Siapa yang parno banget sama kuman sampai meminta orang-orang yang mau menyentuh si kecil untuk memakai hand sanitizer dulu? Kondisi ini memang sangat normal karena tidak ada hal lain yang lebih ditakutkan Ibu selain membayangkan bayi jatuh sakit. Jadi wajar kalau Ibu merasa perlu mensterilkan semua orang yang mau menyentuh bayi. Tak jarang banyak ibu yang stres karena khawatir kalau kondisi rumah tidak sehat untuk bayi.

     

    Memang penting untuk mempraktikkan gaya hidup yang sehat, seperti mencuci tangan, terutama selama musim pancaroba. Tapi tidak perlu berlebihan untuk mensterilkan semua benda yang mau diberikan ke si kecil, kecuali dokter anak merekomendasikannya. Kondisi yang serba bersih pun ternyata juga bisa berbahaya lho untuk anak.

     

    Ibu bisa menerapkan gaya hidup sehat saat merawat bayi baru lahir secara wajar. Misalnya, hindari siapapun yang sedang sakit dan selektiflah memilih tempat untuk dikunjungi bayi baru lahir. Jangan terlalu stres untuk mensterilkan lingkungan di sekitar bayi.

     

  5. Nggak masalah bila Anda tidak selalu bahagia

    Anda perlu menunggu 9 bulan untuk bertemu bayi. Bahkan mungkin ada Ibu yang harus menunggu lebih lama untuk hamil. Tentunya kelahiran bayi akan membawa kebahagiaan yang tak terkira, bukan? Tapi ingat, saat harus merawat bayi baru lahirm akan ada banyak hal yang harus dikerjakan. Ibu kini punya si kecil yang sangat bergantung pada Anda.

     

    Anda akan tidur lebih sedikit dibanding sebelum punya anak. Belum lagi tubuh Anda perlu berisitrahat agar cepat pulih setelah melahirkan. Bayi baru lahir memang makhluk kecil yang ajaib. Tapi sangat normal jika Ibu tidak menikmati peran menjadi Ibu setiap waktu. Normal kok untuk mengakui kalau fase merawat bayi baru lahir itu sulit.

     

  6. Anda tidak wajib menyambut tamu yang datang berkunjung

    Pasca ibu melahirkan, akan ada banyak teman dan saudara yang berkunjung untuk menengok si kecil. Tapi ingat, kondisi Anda dan si kecil merupakan hal yang paling penting untuk diprioritaskan. Bila tamu yang datang minta dijamu atau mereka memaksa menggendong bayi yang jelas-jelas ingin menyusu, maka mereka bukanlah tamu yang Anda butuhkan di minggu-minggu awal pasca melahirkan. Mereka seharusnya tahu apa yang tidak boleh dilakukan saat menengok bayi baru lahir dan seharusnya  membantu Anda dan si kecil selama masa transisi ini.

     

  7. Anda bisa melakukannya!

    Saat Anda merasa tidak mampu merawat bayi baru lahir, percayalah pada insting Anda. Sangat normal bila Anda merasa lelah, dan wajar bila Anda kesulitan memahami apa yang bayi butuhkan. Menjadi ibu tidak mudah, tapi Anda adalah Ibu yang kuat. Cari dukungan dari orang-orang yang akan membangun rasa percaya diri Anda, bukan yang mempertanyakan apa yang Anda lakukan itu benar atau tidak.

     

    Ingatkan diri Anda kalau, membesarkan anak itu butuh dukungan dari banyak pihak. Dan yang paling penting, pahamilah kalau tidak ada ibu yang sempurna. Tidak ada ibu baru yang melewati trimester keempat tanpa menemui hambatan apapun.

     

  8. Bertahanlah karena ini tidak akan berlangsung selamanya!

    Mungkin Anda merasa kalau merawat bayi baru lahir merupakan pekerjaan yang tidak pernah selesai. Bila Anda merasa seperti ini, pahamilah kalau ini tidak akan berlangsung selamanya.

     

    Bayi Anda akan berkembang, belajar tidur lebih lama saat malam, belajar makan makanan padat dan tidak menyusui lagi, berjalan jalan dan tidak butuh digendong lagi, belajar pipis sendiri dan tidak butuh Ibu untuk menggantikannya popok lagi, dan belajar kemampuan-kemampuan lain yang membuatnya lebih mandiri.  Tanpa Anda sadari, si kecil sudah tumbuh besar dan Anda bisa mendapatkan cukup waktu tidur lagi serta bisa menikmati secangkir kopi panas di pagi hari dengan santai.

 

Yang harus Ibu lakukan saat kelelahan merawat bayi baru lahir

Bila Anda saat ini merasa sangat lelah menjadi ibu, coba ingat beberapa hal berikut ini:

 

  1. You’re enough!

    Saat menghadapi masalah ketika merawat bayi baru lahir, banyak Ibu yang meragukan kemampuan dirinya. Banyak Ibu yang  bertanya-tanya, “Apakah saya ibu yang baik?” Kalau Anda pernah merasakan ini, yakinkan diri kalau Anda adalah ibu yang tepat untuk anak-anak Anda. Sadari satu hal, tugas ibu itu berat dan penuh tantangan.

     

  2. Jangan terobsesi tentang makanan si kecil

    Berapa banyak Ibu yang khawatir dengan makanan yang dikonsumsi anaknya? Mungkin ada Ibu-ibu yang minder karena tidak bisa menyajikan makanan terbaik yang lucu-lucu dan menggemaskan untuk anaknya. Tenag, si kecil akan bertahan hidup kok tanpa makan siang dengan Bento yang cute. Roti isi selai untuk sarapan pun sudah cukup untuknya. Mau pesan makanan di luar juga tak masalah. Nutrisi untuk anak memang penting, tapi percaya deh, anak akan baik-baik saja kok meski apa yang Ibu berikan itu tidak sempurna.

     

  3. Ukur kemampuan Anda

    Hari-hari kita pasti penuh dengan jadwal kegiatan anak. Kalau tidak mampu menghadiri semua kegiatan, jangan terlalu memaksakan. Nggak akan jadi masalah kok kalau nggak hadir di pesta ulang tahun teman karena memilih untuk istirahat di rumah sama anak. Jangan ragu untuk mengatakan tidak pada aktivitas yang akan membuat Anda kelelahan.

     

  4. Menonton TV tidak akan merusak perkembagan anak

    Sebagai ibu, kita cenderung khawatir pada hal-hal kecil. Ketika Anda lagi kelelahan, dan anak perlu hiburan, kadang TV bisa membantu. Memang teerlalu banyak nonton TV itu tidak bagus. Tapi ini nggak akan jadi masalah kalau dilakukan hanya untuk sementara waktu.

     

  5. Selesaikan satu tugas setiap hari

    Saat merawat bayi baru lahir, Anda akan terus melakukan banyak hal yang tidak ada ujungnya. Ketika di rumah, Anda harus merawat si kecil, memask untuknya, memompa ASI, dan lain sebagainya. Begitu juga saat di kantor, Anda dihantui perkejaan yang tak selesai-selesai.

     

    Nah, coba deh kerjakan tugas yang bisa diselesaikan dalam satu hari karena ini jadi hal bagus untuk jiwa Anda. Ini membantu Anda merasa sudah mencapai tujuan tertentu. Pilih satu tugas yang sangat perlu dikerjakan tiap hari. Misalnya mencuci piring, menyapu, membalas email, atau lainnya. Pilih tugas mana saja yang bisa diselesaikan dengan cepat alias tidak perlu berhari-hari untuk menyelesaikannya.  Ini akan mengingatkan diri kita kalau kita mampu dan bisa.

 

(Ismawati)