Kelahiran

Mengenal Trimester Keempat yang Terjadi Setelah Melahirkan

Terakhir diperbaharui

Mengenal Trimester Keempat yang Terjadi Setelah Melahirkan

Bayangkan seperti apa trimester ketiga pada bayi di dalam rahim, ia berada di tempat yang hangat, gelap dan nyaman. Tidak ada rasa sakit dan haus, ia juga tidak merasakan panas atau dingin, karena ia berada di lingkungan yang sesuai untuknya.

 

Bayi baru lahir masih harus berkembang, ia tidak bisa melarikan diri bila merasa dalam bahaya atau takut. Ia mencari ibu untuk memperoleh keamanan atau untuk menyusu ketika ia merasa lapar atau haus. Bayi sepenuhnya mengandalkan ibu untuk memenuhi tiap kebutuhannya.

 

Penyesuaian bayi terhadap dunia baru dikenal sebagai trimester keempat. Periosde ini memberi perbedaan besar pada bayi. Ibu dan ayah juga belajar menjadi orangtua di trimester keempat.

 

Trimester keempat bayi dimulai dari saat ibu melahirkan dan berlangsung hingga bayi berusia 3 bulan. Istilah trimester keempat digunakan untuk menjelaskan periode perubahan dan perkembangan besar pada bayi baru lahir, ketika ia menyesuaikan diri dengan dunia barunya di luar rahim.

 

Anda mungkin menganggap istilah “trimester” terdengar ganjil, karena Anda sudah melahirkan. Tapi bayangkan bagaimana bayi masih perlu berkembang pada beberapa bulan ke depan, mulai dari mengembangkan semua inderanya dan mengontrol refleks, serta belajar merespon Ibu dan Ayah.

 

Perkembangan mental dan fisik yang bayi alami selama 3 bulan pertama setelah Anda melahirkan sama pentingnya dengan perkembangannya pada saat ia berada di dalam rahim.

 

Trimester keempat juga jadi waktu untuk bayi terbiasa dengan berbagai suara, cahaya, bau, dan sensasi dari dunia luar. Berpindah dari kenyamanan di dalam rahim yang gelap dan tenang ke lingkungan yang bising dan terang jadi sebuah perubahan besar pada bayi baru lahir. Dengan memberikan banyak cinta dan dukungan di 3 bulan pertama setelah melahirkan, Anda bisa buat transisi ini jadi lebih mudah.

 

Kenapa trimester keempat penting untuk bayi?

Dibanding hewan yang bisa berjalan sejak lahir, bayi manusia sangat mengandalkan ibu untuk memperoleh perhatian, perawatan, dan cinta. Saat lahir, bayi hanya punya insting dan refleks untuk membantunya mengontrol perilaku dan gerakan.

 

Saat lahir, indera bayi masih terbatas dan sedang berkembang. Ia bisa melihat tapi pandangannya masih kabur. Ia bisa mendengar tapi sulit untuk menangkap suara yang ia dengar. Ia bisa merasakan, tapi kenyamanan di rahim telah terganti oleh lingkungan yang sangat terbuka baginya. Dengan bantuan dan dukungan Anda, trimester keempat jadi waktu untuk bayi beradaptasi dengan semua perubahan ini.

 

Meski otak bayi berkembang dengan baik saat ia lahir, jalur neural dan sistem sarafnya terus berkembang setelah lahir. Ini banyak terjadi selama trimester keempat. Otak bayi seperti spons, menyerap apa saja yang terjadi padanya. Semakin banyak stimulasi untuk bayi, semakin baik koneksi yang terjadi pada otaknya.

 

Setelah melahirkan, pada 3 bulan pertama kehidupan bayi, Anda mungkin menyadari kalau ia:

 
  • Bernapas lebih stabil, kaget berkurang, dan mengembangkan gerakan yang lebih terkontrol
  •  
  • Bisa tidur meski di suasana bising
  •  
  • Belajar menenangkan diri atau menangis untuk mendapat perhatian Anda
  •  
  • Mengembangkan kemampuan sosial untuk bisa berinteraksi dengan keluarga, benda, atau musik dengan perhatian lebih besar dan waktu lebih lama.

 

Perkembangan bayi di trimester keempat

Di akhir trimester keempat bayi, Anda akan melihatnya mengalami transformasi fisik dan mental serta sosial yang mengagumkan.

 

  1. Menangis

    Bayi kemungkinan lebih banyak menangis selama trimester keempat dibanding waktu lainnya. Mengetahui kalau hal ini normal akan membantu Anda mengatasi rasa khawatir dan cemas. Menangis cenderung memuncak sekitar minggu kelima hingga keenam dan biasanya menurun saat bayi mencapai usia 3 bulan.

     

    Bayi baru lahir masih terlalu kecil untuk memiliki jadwal harian, dan mungkin tidak siap untuk punya jadwal harian hingga ia berusia sekitar 3 bulan. Hingga usianya 3 bulan, tak apa jika Ibu langsung menyusui atau menggendong bayi ketika ia menangis. Ini tidak akan membuat bayi manja atau bau tangan. Tapi ini akan membantunya merasa lebih aman, agar ia lebih sedikit menangis.

     

  2. Tidur

    Bayi baru lahir akan banyak tidur, terutama di beberapa minggu pertama usianya. Tidur bagus untuknya, karena membantu otak memproses semua stimulasi indera yang ia terima dari Anda dan pasangan, di saat ia terjaga.

     

    Tapi, bayi butuh waktu untuk terbiasa dengan rutinitas tidur. Karena berasal dari lingkungan rahim yang konstan, bayi tidak mengenal konsep siang dan malam. Akan butuh waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah Anda melahirkan sampai  bayi bisa menyesuaikan pola tidur hingga tidur lebih lama di malam hari. Jadi untuk saat ini, biarkan bayi tidur kapanpun ia mau.

     

    Meski terkesan aneh, tak apa menidurkan bayi di siang hari di lingkungan yang berisik dan terang. Kemungkinan ia bisa mengatasi stimulasi ini dan tertidur, meski tidak semua bayi bisa melakukannya. Anda akan bisa melihat apa yang paling tepat untuk bayi.

     

  3. Menyusu

    Sebagai bayi baru lahir, ia punya perut yang kecil, jadi ia perlu sering menyusu, setidaknya 8 kali tiap 24 jam.

     

    Ketika Anda semakin mengenal bayi, Anda akan mulai memahami petunjuk darinya dan mengetahui ketika ia merasa lapar. Mungkin Anda berasumsi kalau menangis adalah tanda pertama kalau ia lapar, tapi ini bisa jadi tanda terakhir. Tanda awal bayi merasa lapar antara lain menghisap jari, memalingkan kepala, dan membuka mulut.

     

    Mengetahui tanda-tanda ini akan bermanfaat untuk Anda berdua. Bila bayi menangis karena lapar, ia bisa terlalu kesal untuk melakukan pelekatan dengan baik atau tenang saat menyusu.

     

    Bayi Anda masih terlalu kecil untuk punya rutinitas menyusu. Susui si kecil sesuai permintaannya, untuk membantu menenangkan dan meyakinkan kalau ia dirawat dengan baik. Bila Anda memberika ASI, menyusui si kecil dengan sering juga akan membantu menyesuaikan produksi ASI untuk kebutuhan bayi.

     

    Sesi menyusui tidak hanya untuk menghilangkan rasa laparnya si kecil. Sesi menyusui juga jadi kesempatan bayi untuk melakukan kontak mata atau kontak kulit dengan Ibu. Bayi Anda akan menyukainya dan Anda bisa fokus pada tiap kebutuhannya.

     

  4. Perkembangan fisik

    Saat lahir, bayi secara fisik hampir tidak berdaya. Ia punya respon insting dan refleks serta bisa menggerakkan kepala untuk mencari payudara.

     

    Tengkurap bisa membantunya berkembang secara fisik. Kalau si kecil rutin diposisikan ke posisi tengkurap, saat usianya 3 bulan nanti, ia bisa mendorong tubuhnya dengan lengan, mengangkat kepala, dan bahkan menahan posisinya selama beberapa saat. Tengkurap membantunya membangun kekuatan otot, jadi Anda bisa mulai lakukan ini setelah tali pusatnya puput.

     

Cara menciptakan trimester keempat yang nyaman untuk bayi

Trimester keempat bisa terasa menyenangkan, dan jadi momen yang menenangkan untuk semua yang terlibat. Lantas, bagaimana agar orangtua bisa memberi bayi trimester keempat yang nyaman dan menyenangkan? Berikut ini beberapa caranya:

 

  1. Menggendong bayi

    Menggendong bayi, baik dilakukan oleh ibu maupun ayah, bisa menghadirkan kembali kondisi seperti bayi berada di dalam rahim. Ketika bayi digendong, ia dekat dengan detak jantung ibu, merasa hangat dan nyaman. Tidak heran bila penelitian menunjukkan kalau menggendong bayi membuat bayi lebih sedikit menangis dan rewelnya berkurang hingga 51 persen.

     

    Di periode puncak menangis (di usia 6 minggu), bayi yang digendong menangis dan rewel 43 persen lebih sedikit, dan 51 persen menangis dan rewel berkurang di malam hari. Pastikan Anda memilih gendongan bayi yang aman dan sesuai. Gendongan model pouch dan gendongan menghadap depan tidak bagus untuk tubuh bayi karena memberi beban pada tulang belakang dan tidak baik untuk kesehatan pinggang bayi karena kaki cenderung menjuntai dari gendongan.

     

  2. Kontak kulit

    Kontak kulit atau skin to skin (tanpa gendongan atau bedong) punya banyak manfaat untuk masa transisi bayi baru lahir serta ibu. Kontak kulit jadi satu hal terbaik untuk membantu mendukung menyusui dan melepas produksi oksitosin (hormon cinta) serta bonding.

     

    Meski bila Anda memberikan susu formula, kontak kulit jadi cara untuk meningkatkan bonding dengan bayi. Untuk bayi saat lahir dan setelahnya, kontak kulit memberi manfaat berikut:

    • Bayi lebih mungkin melakukan pelekatan dengan baik
    • Lebih baik dalam menjaga suhu tubuh normal dibanding inkubator
    • Menjaga detak jantung, tingkat pernapasan, serta tekanan darah yang normal
    • Tangisan bayi jadi berkurang
    • Ibu memiliki kemungkinan besar untuk berhasil memberi ASI eksklusif dan menyusu lebih lama

     

    Kontak kulit selama setidaknya satu jam setelah melahirkan sangat dianjurkan disertai lampu temaram dan bayi yang telanjang. Ketika bayi dibedong ia tidak bisa berinteraksi dengan ibu. Dengan kontak kulit, ibu dan bayi bertukar informasi sensori yang menstimulasi perilaku bayi, yakni mencari payudara, tetap tenang, bernapas lebih alami, tetap hangat, serta suhu tubuh dan gula darah terjaga.

     

  3. Mandi

    Banyak bayi sangat menyukai mandi dengan air hangat. Beberapa bayi mungkin awalnya tidak suka mandi, karena tidak menikmati sensasi dingin pada kulit ketika baju dilepas, tapi perlahan bayi akan menyukainya. Bila Anda tidak percaya diri saat memegang tubuh bayi ketika memandikannya, Anda bisa meminta bidan untuk menunjukkan caranya, atau Anda bisa mandi bersama bayi untuk memperoleh lebih banyak manfaat kontak kulit.

     

    Air yang menenangkan yang mengelilingi bayi menciptakan lingkungan yang mirip dengan kondisi di dalam rahim. Gunakan cahaya redup dan masuk ke dalam air bersama bayi. Ayah juga bisa lakukan ini untuk menikmati waktu bonding bersama bayi.

     

  4. Tidur bersama bayi (co-sleeping)

    Ada panduan co-sleeping yang aman. Metode tidur ini rendah risiko bila dilakukan dengan tepat. Seperti telah disebutkan di atas, bayi biasanya rentan dan menangis menjadi bagian dari sistem rasa takut dan bahaya yang dimiliki bayi. Banyak orangtua juga familiar dengan situasi ketika meletakkan bayi yang tertidur tapi dengan cepat terjaga. Ini menjadi mekanisme bertahan hidup untuk melindungi diri agar tidak diabaikan.

     

    Dengan berbagi tempat tidur bersama bayi atau co-sleeping (dengan menggunakan dipan khusus yang menempel pada sisi tempat tidur, agar bayi punya ruang aman sendiri), bayi bisa tidur dengan rasa aman karena mengetahui ibu berada dekat dengannya. Ia bisa mencium bau Anda dan bahkan menyentuh Anda.

     

    Ini juga jadi cara untuk memastikan ibu mendapat istirahat yang dibutuhkan. Khususnya di trimester keempat, Anda harus mengabaikan dorongan untuk melakukan pekerjaan rumah atau menjawab panggilan telepon. Bayi yang baru lahir jadi alasan utama untuk mengesampingkan semua hal dan fokus hanya pada apa yang bayi butuhkan.

     

    Tapi ketika Anda bisa tidur lebih banyak, ini akan memberi perbedaan sangat besar. Kurang tidur jadi satu penyebab utama baby blues dan depresi pasca persalinan pada ibu baru, jadi rawat diri Anda, Bunda.

     

  5. Selalu tawarkan bayi untuk menyusu

    Menyusu adalah sesuatu yang sangat familiar dengan bayi, mulai dari sejak ia lahir. Menyusu memberinya rasa nyaman. Bayi baru lahir akan sering menyusu, terutama di minggu-minggu awal, ketika ia mengisi ulang perut yang cepat lapar, melewati growth spurt dan menemukan kenyamanan dan keamanan melalui pelekatan.

     

  6. Mengajak bayi keluar

    Banyak dari kita merasa kesal dengan lampu lalu-lintas ketika berkendara bersama bayi, ini karena bayi akan menangis saat lampu merah menyala. Beberapa bayi suka dengan lingkungan yang dirasakan saat duduk di car seat, yang mirip dengan gerakan yang dirasakan di dalam rahim. Jadi jangan takut untuk membawa bayi keluar.

     

    Beberapa bayi yang awalnya membenci mobil dan histeris karena merasa tidak aman dan ingin berada di gendongan ayah atau ibu bisa jadi penyuka berkendara, begitu juga sebaliknya. Hal yang sama berlaku pada kereta bayi, beberapa bayi menyukainya, yang lain lebih suka digendong orangtua.

     

    Bila bayi suka berada di dalam mobil, ini jadi kesempatan untuk mendapat udara segar dan keluar dari rumah yang terasa membosankan.

     

  7. Membedong bayi

    Membedong bayi dengan cara yang benar dan menggunakan kain yang tepat jadi cara berikutnya untuk menciptakan rasa aman seperti yang dirasakan bayi saat berada di dalam rahim. Membedong bayi bisa membuatnya lebih tenang dan kurang menangis serta tidurnya jadi lebih baik.

     

    Tapi orangtua harus berhati-hati ketika membedong agar tidak membungkus tubuh bayi terlalu kencang, karena ini terkait dengan hip dysplasia. Kaki bayi tidak terbungkus kencang dan lurus. Membedong bayi dengan posisi yang salah bisa meningkatkan risiko hip dysplasia dan dislokasi. Penting untuk memberi ruang agar pinggang bisa bergerak.

     

  8. Ayunan untuk bayi

    Bayi suka berada di Ayunan serta gerakan ketika diayun yang mirip seperti ketika ia berada di dalam rahim. Bayi cenderung lebih tenang dan tidur dengan durasi lebih lama ketika berada di ayunan, yang juga sangat membantu bila bayi mengalami refluks, kolik, atau bayi prematur.

     

Anda yang membaca mungkin mengira semua cara ini bagus, tapi semua melelahkan. Tapi selalu ingat, Bunda, tak ada yang permanen, semua bersifat sementara. Bahkan ketika Anda merasa ini seperti akan berlangsung selamanya, tidak demikian. Kurang tidur dan rasa tidak nyaman menjadi bagian dari tugas sebagai orangtua, tapi tugas ini bisa dibuat jauh lebih mudah dengan berbagi tugas. Terima dan minta semua bantuan yang Anda butuhkan.

 

Pastikan suami juga meluangkan waktu bersama bayi karena ia juga perlu belajar mengurus bayi. Minta bantuan doula bila Anda mampu membayarnya. Pastikan Anda punya waktu untuk beristirahat atau sekedar berjalan-jalan ke supermarket, kedai kopi, atau di sekitar komplek ketika ayah punya waktu untuk bonding bersama bayi.

 

Cek kembali ekspektasi Anda. Apakah Anda berharap terlalu banyak dari diri sendiri dan bayi? Ingat, bayi menangis atau rewel bukan untuk memanipulasi Anda, tapi untuk memberitahu Anda apa yang ia butuhkan dan memberi tahu apa yang membuatnya merasa aman dan dicintai. Bertahanlah Bunda, semua perlahan akan jadi lebih mudah.

(Ismawati)