Kelahiran

Hal yang Membuat Peran Menjadi Ibu Sangat Berat

Terakhir diperbaharui

Hal yang Membuat Peran Menjadi Ibu Sangat Berat

Meski Anda merasa siap untuk menjadi ibu, punya bayi bisa terasa sangat berat dan jadi pengalaman yang mengubah hidup. Kendati menjadi ibu bisa membuat Anda bahagia menikmati momen luar biasa, harus diakui kalau mengurus bayi bukan perkara mudah.

 

Setelah melahirkan, perut Anda masih terlihat buncit, bahkan mungkin orang mengira Anda masih hamil. Di rumah ada banyak sekali yang harus dikerjakan. Anda berharap bisa istirahat dan berbaring sambil menelepon teman dan berbicara tentang banyak hal.

 

Anda merasa lelah, hormon belum stabil, dan merasa terjebak di dalam rumah, serta bertanya-tanya apakah bisa merasa normal kembali. Banyak orang yang memberitahu kalau beberapa minggu pertama setelah melahirkan terasa berat, tapi Anda tidak menyadari kalau akan seberat ini.

 

Nah Bunda, berikut ini hal menantang yang akan Anda hadapi ketika menjadi ibu:

 

  1. Menghadapi penilaian orang lain

    Bagian tersulit dari menjadi ibu adalah terus memastikan pilihan parenting yang dijalankan adalah yang terbaik, baik tentang menyusui, menggunakan susu formula, atau hal lainnya. Kita menentukan pilihan yang terbaik untuk keluarga dan ini tidak ada hubungannya dengan orang lain. Tak perlu merasa buruk hanya karena penilaian orang lain terhadap diri Anda.

     

  2. Melakukan pekerjaan kotor

    Bila Anda melihat lowongan pekerjaan yang mengharuskan Anda berurusan dengan kotoran manusia, urin, liur, dan muntah sepanjang waktu, tanpa gaji yang bagus atau bonus liburan, apakah Anda masih akan melamar pekerjaan itu? Tentu saja tidak.

     

    Tapi ketika menjadi ibu, Anda harus terbiasa dengan bayi yang gumoh atau muntah di baju Anda yang masih baru, kemudian pipis dan pup bayi di celana panjang favorit Anda. Bahkan Anda mungkin berpikir untuk tidak perlu berganti pakaian karena insiden ini akan sering terjadi.

     

  3. Orangtua baru selalu terlambat

    Tak usah repot mengatur janji ketika Anda punya bayi baru lahir. Bayi Anda punya rencana sendiri. Akan sulit untuk Anda dan bayi bersiap untuk pergi ke suatu tempat, selalu saja ada hal tak terduga yang terjadi. Misal, ketika baru saja membuka pintu dan keluar dari rumah, bayi mulai merengek atau buang air besar dan harus ganti baju lagi.

     

  4. Selalu ada tumpukan cucian kotor

    Luar biasa sekali, makhluk kecil bernama bayi bisa menciptakan tumpukan baju kotor setinggi gunung. Bisa karena pup yang banyak, pipis berceceran, serta gumoh dan muntah, kita harus bersiap untuk menghadapi semua tumpukan baju kotor.

     

    Bila memungkinkan, Anda bisa gunakan jasa asisten rumah tangga atau jasa laundry untuk mengurus cucian kotor. Anda pasti akan merasa terbantu dengan keputusan ini.

     

  5. Anda tidak merasa seperti diri Anda yang sebelumnya

    Banyak Ibu terkejut saat mengetahui mereka masih terlihat hamil setelah melahirkan. Banyak Ibu tidak bisa kembali ke berat sebelum hamil meski sudah menjalani 6 minggu setelah melahirkan. Ini memang butuh waktu. Jangan mengkritik tubuh Anda sendiri, pikirkan hal mengagumkan yang baru saja tubuh Anda lakukan, yakni hamil dan melahirkan. Tetap berpikir positif dan ingatkan diri kalau tubuh Anda tidak akan seperti ini selamanya.

     

    Bergabunglah bersama ibu-ibu lain di kelas olahraga, jalin pertemanan, dan nikmati udara segar sambil merampingkan tubuh.

     

  6. Merasa kesakitan

    Ada perubahan tubuh yang tidak mengenakkan yang umum terjadi di beberapa minggu pertama menjadi ibu, termasuk bengkak, hemoroid, serta jahitan setelah melahirkan normal maupun operasi caesar. Banyak Ibu merasa kalau mereka tidak akan normal lagi, tapi sebenarnya tidaklah demikian.

     

    Anda hanya perlu menunggu tubuh pulih, pastikan mendapat nutrisi yang tepat dan istirahat agar Anda bisa menjalankan peran menjadi ibu dengan lebih baik. Mintalah bantuan suami, teman atau kerabat untuk membantu merawat bayi dan tugas lain ketika Anda merasa sakit. Dan jangan memaksakan diri, meski Anda ingin menyelesaikan semua tugas.

     

  7. Kurang tidur

    Tiap orang mengingatkan kalau Anda tidak akan bisa tidur cukup saat bayi lahir, dan mereka memang benar. Selama beberapa minggu pertama, bayi setiap hari, siang dan malam, kita harus menyusui bayi setiap 2 jam.

     

    Pahami kalau Anda akan mengalami yang namanya kurang tidur. Anda akan merasa lelah, dan ini tidak sama dengan lelah yang Anda rasakan ketika begadang untuk menonton acara favorit, lalu ada meeting di pagi harinya. Lelah yang Anda alami bisa menyebabkan sakit kepala, depresi setelah melahirkan, masalah memori dan kebingungan.

     

    Bagaimana Anda bisa mengatasi kurang tidur? Tidurlah ketika memungkinkan.

     

  8. Merasa sendirian

    Anda membutuhkan dukungan emosional. Bicaralah pada ibu yang pernah mengalaminya. Tidak bisa keluar dari rumah? Forum dan teman yang ketemu di internet bisa membantu Anda menemukan ibu lain yang menghadapi tantangan yang sama.

     

  9. Tidak punya pengalaman

    Bagi banyak ibu, menyusui dan merawat bayi baru lahir akan menimbulkan stres. Haruskah saya menyusui atau menggunakan botol susu? Apakah bayi saya mendapat ASI yang cukup? Apakah anak masih bernapas? (Percayalah, Anda akan memeriksa napas bayi yang tidur lebih sering dari yang Anda duga).

     

     

    Masih banyak lagi pertanyaan yang muncul karena Anda cemas dengan kondisi bayi. Coba untuk tidak terlalu memikirkan ini. Cukup fokus pada apa yang benar-benar penting. Anda harus realistis tentang apa yang perlu dicapai saat pulang ke rumah bersama bayi.

     

  10. Tamu yang menjenguk

    Setelah punya bayi sepertinya banyak tamu yang ingin datang mengunjungi bayi. Jangan merasa takut akan mengecewakan banyak orang. Buat panduan kunjungan. Jangan merasa bersalah menolak tamu atau meminta seseorang untuk datang di lain waktu.

     

  11. Merasa bersalah

    Tiba-tiba Anda menyalahkan diri sendiri untuk segala hal yang terjadi. Bayi kembung? Pasti karena sesuatu yang saya makan atau minum. Anak tidak bisa tidur? Salah saya karena membuatnya terjaga terlalu malam.

     

    Ini perasaan yang sangat normal. Anda merasa bersalah meninggalkan bayi, padahal hanya untuk pergi ke minimarket terdekat. Si bayi sebenarnya aman bersama suami ketika Anda pertama kali keluar rumah. Ini akan sangat membantu meringankan rasa bersalah dan membantu Anda mengatasi kecemasan perpisahan.

     

  12. Sulit menyusui

    Menyusui tidak akan semudah yang Anda bayangkan. Bila Anda memutuskan untuk menyusui, ada banyak tantangan yang akan muncul, seperti bayi tidak melakukan pelekatan dengan baik, sakit saat menyusui, atau produksi ASI kurang. Bila Anda mengalami masalah menyusui, Anda harus mendapat bantuan sesegera mungkin untuk menurunkan kemungkinan munculnya masalah jangka panjang. Cari bantuan dari konselor laktasi atau dokter anak.

     

  13. Merasa asing dengan bayi sendiri

    Mulai sekarang ada makhluk asing yang terlihat mirip dengan Anda, selalu tidur bersama Anda, muntah dan buang air di tubuh Anda, dan sangat menyadari kehadiran Anda. Wajar bila kadang Anda belum merasa dekat dengan si bayi. Yakinkan diri kalau butuh waktu untuk bisa saling mengenal.

     

  14. Merasa tidak kompeten

    Anda sebenarnya adalah wanita yang percaya diri. Tapi sejak punya bayi Anda selalu mempertanyakan tentang kemampuan diri sendiri. Ini karena Anda belum pernah menjalankan peran ini. Anda belum tahu merasa begitu bertanggung jawab atas orang lain.

    Menjadi ibu mungkin jadi hal yang paling sulit yang pernah Anda lakukan. Anda tidak bisa pergi begitu saja atau berhenti dari tugas ini.

     

  15. Belum ada balasan untuk kerja keras ibu

    Si bayi belum akan tersenyum, dan ibu tidak akan langsung mendapat imbalan dari apa yang ia lakukan. Bayi butuh menyusu, kehangatan, dan tidur, sediakan kebutuhan dasar ini dan Anda akan merasa dekat dengannya nantinya.

 

Cara mengatasi stres ketika menjadi ibu baru

Sangat wajar bagi ibu baru untuk merasa bahagia sekaligus stres. Tapi bila kecemasan Anda di luar kontrol, Anda perlu cari bantuan. Memenuhi tuntutan hidup keseharian bisa sangat sulit bila ada bayi baru lahir. Ibu mengalami stres lebih banyak dibanding individu lain. Mulai dari memenuhi kebutuhan anak, belum lagi bila harus berurusan dengan masalah finansial atau medis.

 

Menjadi ibu baru berarti Anda perlu cari cara untuk mengatasi stres dengan lebih efektif demi kesehatan jangka panjang yang lebih baik. Berikut ini beberapa caranya:

 

  1. Hindari kebiasaan berbahaya

    Satu hal yang Anda perlu lakukan adalah menghindari melakukan hal yang tidak bagus untuk tubuh Anda. Semakin tidak sehat hidup Anda, semakin berbahaya stres yang Anda alami.

     

  2. Pola makan yang sehat

    Memiliki tubuh yang sehat penting ketika membesarkan bayi untuk menurunkan dampak stres yang Anda rasakan setiap hari. Satu cara paling efektif untuk mencapai tujuan ini adalah memperhatikan apa yang Anda makan.

     

    Pastikan Anda makan makanan yang rendah lemak dan kalori, cari makanan yang menawarkan banyak nilai nutrisi. Konsumsi makanan padat nutrisi membuat bentuk tubuh lebih baik dan menghindari beberapa kondisi yang bisa berdampak negatif.

     

    Nutrisi yang buruk bisa mempengaruhi energi dan meningkatkan stres. Sebaiknya ayah dan ibu atau keluarga yang dekat meluangkan waktu setiap sore mengisi kulkas dengan sajian makanan bernutrisi dan minuman dingin agar mudah bagi ibu mengambil makanan sambil mengurus bayi di keesokan harinya. Roti isi bisa jadi pilihan ideal karena bisa dimakan dengan satu tangan sambil menyusui.

     

    Pola makan yang mencakup buah, sayuran, serta daging adalah kunci untuk membantu Anda sebisa mungkin menikmati kesehatan. Melakukan ini mungkin akan butuh lebih banyak usaha, tapi untuk jangka panjang akan terasa hasilnya.

     

  3. Berlatih meditasi

    Satu lagi cara praktis untuk menjaga kesehatan dan menurunkan stres yaitu dengan melakukan meditasi secara rutin. Latihan fisik ini bisa Anda lakukan di rumah dan tidak membutuhkan banyak peralatan mahal.

     

    Anda bisa ikuti satu atau dua kelas meditasi untuk membantu mengetahui teknik yang tepat. Anda bisa cari tempat sunyi di rumah dan latih pernapasan untuk membantu Anda rileks. Hal terpenting dalam menyeimbangkan pekerjaan dan mengurus keluarga bisa bergantung pada kondisi dan kesehatan Anda.

     

    Anda juga perlu keluar rumah untuk membantu menurunkan stres. Ini membuat Anda lebih baik dalam merawat bayi dan penting untuk kualitas hidup yang lebih baik untuk diri sendiri.

     

  4. Olahraga

    Anda merasa stres? Ada strategi untuk membantu Anda merasa lebih baik. Olahraga selama 20 menit sehari atau lebih bisa menurunkan stres dan membangun rasa percaya diri. Sertakan aktivitas olahraga (dengan persetujuan dokter) ke jadwal harian Anda.

     
    • Berjalan kaki bersama suami dan bayi menggunakan kereta bayi selama 10 sampai 20 menit di pagi dan sore hari.
    •  
    • Mengikuti kelas olahraga bersama bayi. Ini membuat kegiatan olahraga jadi seru dan Anda tidak butuh pengasuh.
    •  
    • Cari kelas yoga terdekat. Yoga bisa menenangkan pikiran yang stres.

 

Cara-cara berikut juga membuat Anda lebih mudah menjalankan peran sebagai ibu:

 
  • Rencanakan aktivitas teratur untuk keluar rumah. Minta suami, kerabat, atau pengasuh menemani bayi. Jangan lupa memompa ASI lebih dulu bila Anda menyusui, dan bergabunglah dengan klub memasak atau semacamnya.
  •  
  • Anda bisa gunakan gelas dan piring satu kali pakai untuk mengurangi cuci piring.
  •  
  • Siapkan kulkas mini untuk menyimpan cemilan serta ASIP atau susu formula yang belum digunakan.
  •  
  • Banyak budaya dari berbagai negara yang mengistimewakan Ibu yang baru melahirkan. Kenapa tidak kita aplikasikan pada diri kita sendiri? Meski lebih banyak yang fokus pada bayi yang baru lahir, Ibu juga perlu memanjakan diri. Minta seseorang untuk mengawasi bayi, dan jadwalkan manicure atau facial di salon langganan Anda.
  •  
  • Bila tidak bisa keluar rumah, lakukan spa sendiri di rumah. Tutup pintu kamar tidur serta pintu ke kamar mandi, dan Anda bisa berlama-lama mandi uap. Gunakan produk yang menenangkan dengan aroma favorit. Aroma lavender dan chamomile bisa menenangkan saraf.
  •  
  • Nikmati suasana malam hari di rumah. Memang lebih seru untuk keluar ke restoran bagus atau bioskop bersama pasangan. Tapi kadang ini tidak selalu memungkinkan. Sebaiknya buat jadwal untuk berkencan satu kali seminggu bersama pasangan, baik dengan meninggalkan rumah atau tidak. Bila Anda menyewa film, pilih genre komedi. Penelitian di tahun 2003 menemukan kalau tertawa menurunkan stres dan bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

 

Meski berat badan setelah melahirkan bisa menimbulkan stres, para ahli menyarankan ibu menyusui untuk menghindari diet yang bisa mempengaruhi kualitas ASI. Makan dengan benar dan berolahraga bisa membuat Anda kurus, atau Anda bisa bicara pada dokter tentang cara untuk mengurangi kalori dengan aman.

 

Minta bantuan ya Bun, bila Anda merasa kewalahan dan stres, Anda bisa cari bantuan profesional. Ibu kadang tidak mencari dukungan karena takut ini membuat ia jadi ibu yang buruk lantaran merasa stres atau depresi setelah melahirkan. Anggaplah ini bantuan yang Anda butuhkan untuk menjadi ibu yang lebih baik.

 

Beberapa minggu pertama setelah melahirkan memang berat. Tapi dokter dan para ibu yang pernah mengalaminya mengatakan ini berjalan dengan cepat. Percayalah, ini akan berakhir sebelum Anda menyadarinya dan Anda akan merasa bangga karena berhasil bertahan.

Semua kelelahan Anda seolah terbayar ketika melihat senyum si kecil, mendengar celotehnya, dan melihatnya tumbuh besar. Bersyukurlah Bunda, karena menjadi ibu adalah anugerah terindah yang Tuhan berikan kepada Anda.

(Ismawati)