Kelahiran

Pro Kontra Menyusui Sampai Bayi Tertidur

Terakhir diperbaharui

Pro Kontra Menyusui Sampai Bayi Tertidur

Banyak ibu menyadari kalau menyusui adalah cara terbaik untuk menidurkan bayi. Memang ASI jadi obat tidur yang alami. ASI mengandung hormon yang disebut cholecystokinin, yang membuat ibu dan bayi mengantuk. Menyusui, dan kontak kulitnya, meningkatkan level oksitosin pada bayi dan ibu. Oksitosin meningkatkan rasa tenang pada ibu, juga memberi ibu dan bayi perasaan nyaman.

 

Selain fakta di atas, banyak ibu yang merasa cemas tentang apakah menyusui bayi sampai tertidur bisa berarti si kecil tidak akan belajar tidur sendiri. Bahkan mereka merasa ini bisa jadi kebiasaan buruk. Apakah menyusui hingga bayi tertidur baik atau buruk?

 

Manfaat menyusui sampai bayi tertidur

Bayi menyusu hingga tertidur tidak masalah. Ini sangat normal. Bayi menyusu karena banyak sebab, selain karena merasa lapar. Menyusui memberi rasa nyaman dari rasa sakit. Menyusui memberi kehangatan ketika bayi kedinginan. Serta memberi keamanan ketika ia merasa tidak aman.

 

Menyusui juga membantu transisi dari mengantuk atau terlalu letih menjadi tertidur. Sangat alami untuk bayi menyusu untuk menjadi rileks dan tertidur. Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda tahu tentang menyusui hingga bayi tertidur:

 

  1. Menyusui sampai bayi tertidur bagus untuk produksi ASI

    Produksi ASI mengikuti permintaan bayi. Semakin banyak ASI dikeluarkan dari payudara, semakin banyak ASI yang Anda produksi. Menyusui sampai bayi tertidur bisa menambah signifikan total jumlah menyusui dalam 24 jam, ini berarti lebih banyak ASI yang dikeluarkan dan karenanya semakin banyak pula ASI yang diproduksi. Jadi bila Anda merasa produksi ASI sedikit, cobalah rutin menyusui sampai bayi tertidur.

     

  2. Menyusui sampai bayi tidur bagus untuk bayi

    Bayi lahir dengan hanya seperempat volume otak orang dewasa. Kontak kulit dengan bayi penting dan lebih dari sekedar menyusui. Kontak kulit juga berhubungan dengan pembentukan jalan di otak bayi. Jalan pertama pada otak terbentuk setelah lahir dan bisa terhubung pada intelegensi sosial pada 6 sampai 8 minggu, selanjutnya jalan ini semakin saling terhubung. Menyusui sampai bayi tertidur membantu menyediakan lebih banyak kesempatan untuk dekat dengan Anda yang bagus untuk perkembangan otaknya.

     

  3. Menyusui sampai bayi tertidur bisa jadi waktu satu-satunya bayi mau menyusu

    Pada beberapa bayi mulai usia 3 bulan dan seterusnya, menyusu sampai tertidur saat tidur siang dan selama malam hari mungkin hanya satu-satunya waktu di mana mereka mau menyusu dengan baik. Ini karena beberapa bayi sangat mudah terganggu oleh lingkungan sehingga menyusui ketika bayi terjaga dan ingin bereksplorasi sangat sulit dilakukan. Membiarkan bayi menyusu sepuasnya saat ia mau menyusu dengan baik dan tidak terganggu dengan lingkungan memastikan ia mendapat cukup ASI dan persediaan ASI Anda terjaga.

     

  4. Anda tak perlu cemas dengan kebiasaan tidur di masa mendatang

    Ada banyak anak yang terbiasa menyusu hingga tertidur, perlahan bisa tidur sendiri tanpa menyusu. Buah hati Anda akan melakukan ini ketika ia siap secara fisik, emosi, dan perkembangan. Tak ada yang perlu Anda lakukan agar ini terjadi, jadi rileks saja Bunda, dan ketika bayi siap ia akan melakukannya.

     

  5. Terjaga di malam hari merupakan hal wajar

    Wajar bila ibu merasa cemas bila bayi tidak tidur sepanjang malam di usia tertentu. Selain itu, semua orang menganggap anak perlu melakukan ini. Terlebih lagi, Anda mendengar cerita dari keluarga dan teman tentang bayi mereka yang tidur selama 6 jam, di usia 3 bulan atau 6 bulan dan seterusnya.

     

    Meski ketika ibu tidak punya masalah dengan bayi terbangun di malam hari, ia masih tetap cemas, mengira ini adalah masalah karena tiap orang selalu menanyakannya. Sebenarnya, tidur sepanjang malam akan terjadi, ketika bayi siap secara perkembangan. Meski bila Anda tidak melakukan apapun.

     

    Membuat bayi tidur sepanjang malam bukan pertarungan yang harus Anda menangkan. Ini merupakan tumbuh kembang yang tiap bayi akan mencapainya di waktu yang berbeda.

     

  6. Anak bisa beradaptasi dengan baik, ia tetap bisa tidur meski saat jauh dari Anda

    Bila Anda menyusui sampai bayi tertidur, wajar jika merasa cemas tentang bagaimana ia akan tidur bila tidak berada di dekat Anda. Sebenarnya bayi sangat baik dalam beradaptasi dengan cara baru untuk tidur ketika Anda tidak bersamanya. Bayi akan beradaptasi, dan orang yang mengasuhnya akan menemukan cara untuk menenangkannya.

     

Menyusui sampai bayi tertidur adalah hal baik, bukan sesuatu yang buruk. Anak akan berhenti menyusu hingga tertidur dengan sendirinya ketika waktunya tepat, meski Anda tidak melakukan apapun. Satu-satunya waktu menyusui sampai tertidur yang jadi masalah adalah bila berpengaruh secara negatif pada Anda atau keluarga. Bila ini yang terjadi, ada banyak strategi yang bisa Anda coba.

 

Pendapat kontra tentang menyusui sampai bayi tertidur

Meski ada sisi positif, menyusui sampai bayi tertidur juga punya kekurangan. Berulang kali menyusui sampai bayi tertidur akan mendorongnya mengasosiasikan menyusu dengan tidur. Ini berarti ia belajar menghubungkan tindakan tidur dengan menghisap di payudara. Berikut ini beberapa hal yang bisa mempengaruhi pola makan dan tidur bayi serta perilakunya:

 

  • Sering menyusu. Bayi jadi ingin menyusu kapanpun ia merasa lelah dan siap untuk tidur selain di saat lapar. Ini bisa membuat Anda sulit membedakan antara petunjuk lapar dan kelelahan bayi.
  •  
  • Menyusu lebih lama. Setelah ASI mengalir, bayi akan aktif menyusu. Setelah rasa lapar atau haus terpenuhi ia lalu berganti ke pola menyusu untuk mendapat kenyamanan dan terus menyusu hingga ia tertidur. Bila Anda berusaha melepaskan payudara sebelum ia lelap, ia bisa merasakannya, terbangun, dan segera mencari payudara kembali. Menyusui jadi lebih lama, mungkin hingga satu jam atau lebih bergantung berapa lama yang dibutuhkan agar bayi tertidur.
  •  
  • Bila Anda tidak menawarkan payudara ketika bayi siap untuk tidur, ia kemungkinan tetap terjaga meski ia merasa lelah. Semakin lama Anda menunda menawarkan payudara, semakin besar risiko bayi menjadi terlalu lelah. Setelah ia terlalu lelah, ia akan sulit untuk tertidur.
  •  
  • Tidur yang terganggu. Tidur siang yang singkat dan sering terjaga di malam hari bisa terjadi bila selama fase tidur ringan, bayi merasa tidak lagi menempel pada payudara. Ia bisa terbangun dari tidur, dalam kondisi masih lelah, rewel dan menangis, dan mencari payudara untuk bisa kembali tidur.
  •  
  • Menyusu berlebihan di malam hari. Asosiasi menyusu dengan tidur bisa menyebabkan beberapa bayi, mulai dari usia 4 bulan, terbangun tiap satu atau dua jam di malam hari, dan ingin disusui untuk kembali tidur. Kesadaran lingkungan bayi meningkat pada usia sekitar 3 atau 4 bulan. Ia kemudian bisa lebih menyadari ketiadaan asosiasi tidurnya selama tidur ringan.
  •  
  • Menyusu di malam hari terus berlanjut. Asosiasi tidur dengan menghisap payudara bisa berlanjut menjadi tuntutan untuk menyusui selama malam hari setelah melewati usia bayi 6 bulan. Pada kebanyakan bayi yang sehat, usia 6 bulan dianggap cukup matang untuk tidur sepanjang malam tanpa menyusu.
  •  
  • Bayi bisa tenang hanya dengan bantuan ibu. Pengasuh lain bisa kesulitan menenangkan bayi dan menidurkannya karena ia bergantung pada payudara sebagai cara untuk kembali tidur.

 

Bunda, meski menyusui sampai bayi tertidur terlihat sebagai rutinitas yang menyehatkan dan menyenangkan, sebenarnya ini bisa memicu kebiasaan tidur buruk yang mengganggu kemampuan bayi untuk mendapat tidur malam yang baik.

 

Semua bayi, termasuk orang dewasa, terbangun beberapa kali di malam hari. Kebanyakan kita kembali tidur. Bila Anda secara teratur menyusui bayi hingga tertidur, ia akan butuh menyusu untuk kembali tidur selama malam hari.

 

Ini terjadi baik ketika bayi tidur di tempat tidur bayi maupun saat berbagi tempat tidur. Meski bisa lebih mudah menyusui di malam hari bila Anda dan bayi berada di tempat tidur yang sama, ini akan menyebabkan Anda dan bayi terjaga di tengah malam lebih sering.

 

Beberapa penelitian mendukung apa yang kebanyakan ibu menyusui sudah ketahui, yakni bayi yang menyusu ASI butuh waktu lebih lama dibanding bayi yang minum susu formula untuk mengembangkan pola tidur sepanjang malam. Kenapa demikian? Pertama, karena ASI lebih mudah dicerna dibanding susu formula, bayi merasa lapar lebih cepat dan terjaga lebih sering selama malam hari.

 

Kedua, karena menyusu terasa nyaman dan menenangkan, tidak butuh waktu lama untuk membuat bayi mengasosiasikan antara menyusu dan tidur. Beberapa minggu Anda menyusui bayi hingga tertidur, dan ia jadi tidak tahu atau tidak ingin cara lain untuk tidur.

 

Apakah ini berarti Anda tidak boleh menyusui hingga bayi tertidur? Tentu tidak. Menyusui hingga bayi tertidur bisa jadi pengalaman menjalin kedekatan yang baik, terutama di bulan pertama atau kedua ketika Anda berusaha membangun hubungan menyusui yang baik. Tapi setelah itu, hati-hati dengan menyusui hingga bayi tertidur. Lakukan ini sesekali saja. Cara lainnya, buat menyusui sebagai bagian dari rutinitas waktu tidur, tapi lakukan cukup dini sehingga bayi tidak belajar mengasosiasikannya secara langsung dengan tidur. Setelah bayi selesai menyusu, bacakan cerita, nyanyikan lagu, atau ganti popoknya.

 

Bila Anda memisahkan antara menyusui dari kebiasaan tidur, bahkan dalam beberapa menit, bayi tidak perlu menyusu hingga tertidur. Bila ia sudah terbiasa menghubungkan menyusui dengan tidur, jangan putus asa, tak pernah terlambat untuk mulai mengajarkan kebiasan tidur yang sehat. Berikut ini beberapa cara membuat bayi tertidur  sendiri:

  • Susui lebih dulu sebagai bagian rutinitas menjelang tidur, atau kurangi jumlah waktu Anda menyusui di malam hari.
  •  
  • Susui bayi lebih awal di malam hari untuk membuatnya bagian dari rutinitas waktu tidur.

 

Ingat Bun, Anda perlu membuat perubahan ini hanya saat tidur. Setelah bayi mulai tertidur sendiri, ia akan dengan cepat mulai kembali tidur selama malam hari.

 

Ada hal lain yang juga perlu diperhatikan ibu menyusui, apakah Anda sendiri mendapat cukup tidur? Untuk membantu mendapat istirahat yang Anda butuhkan, minta pasangan membantu selama sesi menyusui di malam hari.

 

Anda bisa memompa ASI sebelum tidur dan minta bantuan pasangan mengasuh bayi yang terjaga di malam hari dan memberi botol ASI yang telah dipompa. Atau ketika bayi terjaga selama malam hari, biarkan pasangan memberi ASI dan Anda memompa di ruangan terpisah lalu kembali tidur. Memompa hanya butuh sekitar 10 menit, sedang menyusui, mengganti popok, dan menidurkan kembali bayi butuh lebih dari 45 menit. Cari cara yang sesuai untuk Anda dan biarkan siapapun memberi bantuan.

 

Bayi menyusu hingga tertidur, bagaimana melepaskan payudara dari mulutnya tanpa membuatnya terbangun?

Kebanyakan bayi menyusu hingga tertidur dan terjaga 1 sampai 3 kali di malam hari pada usia pertamanya. Meski ada beberapa bayi yang tidak seperti ini. Banyak bayi, bila diberikan pilihan, bahkan akan memilih menyusu hingga tertidur di usia 2 tahun dan seterusnya.

 

Wajar bila bayi ingin menyusu ketika tidur, dan ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi kondisi ini. Bergantung usia bayi, Anda bisa biarkan ia terus berada di payudara tapi di gendongan agar Anda bisa melakukan hal lain ketika bayi tidur.

 

Anda juga bisa lepaskan payudara dari mulutnya setelah bayi tidur. Pastikan bayi tidur cukup dalam dan tidak lagi menelan sebelum mencoba ini.  Ia kemudian akan melakukan apa yang disebut dengan “flutter sucking” atau menghisap untuk mendapat kenyamanan. Ketika bayi di tidur ringan, Anda bisa melihat  wajahnya menyeringai, tinju sebagian mengepal, otot berkedut, kelopak mata mengepak, dan otot yang tegang. Anda bisa kenali tidur dalam dengan wajah tanpa gerakan, nafas teratur, kelopak mata diam, dan tangan terbuka serta otot rileks.

 

Setelah bayi tidur dalam, coba lepaskan diri perlahan. Satu hal yang kadang bisa membantu adalah memasukkan satu jari Anda ke mulut bayi, lalu keluarkan puting agar ia hanya menghisap jari Anda.

 

Lalu Anda bisa lepaskan jari dari mulutnya, akan lebih mudah bila Anda sedikit memberi tekanan pada bibir bawah bayi ketika melakukan ini. Dengan melakukan ini, bayi tidak akan terbangun. Meletakkan sesuatu di sebelah bayi yang memiliki bau ibu seperti kaos, bantal, atau boneka  juga membantu.

 

Bayi sering kali bisa mendeteksi hilangnya kontak tubuh dan kehangatan ketika Anda bangkit dari tempat tidur. Ketika bangkit, Anda bisa biarkan tangan dipegang bayi beberapa saat lalu perlahan tarik agar transisinya tidak tiba-tiba. Bayi biasanya akan berputar ketika Anda bangkit, tapi sering kembali tidur bila tangan Anda tetap ia pegang. Bila bayi sudah lebih besar, Anda bisa letakkan bantal yang masih terasa hangat karena bekas tubuh Anda di sampingnya,  di area Anda tidur, agar bayi tidak merasakan area yang kosong.

 

Bila kaki bayi berada di atas tubuh Anda, coba letakkan bantal di antara kakinya. Anda bisa meletakkan bayi di atas bantal ketika ia sudah tidur. Tapi ingat Bun, tidak aman menggunakan bantal pada bayi yang masih kecil karena risiko SIDS.

 

Akan lebih mudah melepaskan payudara dari bayi ketika Bunda menyusui si kecil sambil berbaring. Bila Anda menyusui sambil duduk, posisi yang berubah  bisa membangunkan bayi. Anda bisa coba susui bayi dengan bantal di pangkuan agar Anda bisa memindahkan tubuhnya ke tempat tidur atau lantai tanpa membuatnya banyak bergerak. Bila bayi terbangun ketika Anda meletakkannya di tempat tidur bayi, Anda bisa coba pindahkan ia ke tempat tidur.

(Isma)