Balita Dibaca 282 kali

6 Permainan Anak yang Bermanfaat Tanpa Bedakan Jenis Kelamin

Share info ini yuk ke teman-teman
Dwi
6 Permainan Anak yang Bermanfaat Tanpa Bedakan Jenis Kelamin

Tahukah Ibu bahwa semua jenis permainan anak sebenarnya bisa dimainkan tanpa melihat gendernya? Seringkali kita dapati masyarakat di sekitar kita terpaku pada stereotip gender dimana anak laki-laki dan perempuan dibedakan dalam banyak hal, salah satunya jenis permainan. Padahal, semua jenis permainan boleh dimainkan setiap anak. Membedakan permainan dan stimulasi berdasarkan stereotip gender, justru hanya akan membatasi potensi tumbuh kembang anak. Selanjutnya, mari kita bahas permainan anak apa saja yang bisa dimainkan anak tanpa membedakan jenis kelaminnya.

  1. Pretend play

    Pretend play atau bermain peran merupakan permainan anak paling sederhana yang bisa dimainkan bahkan tanpa alat permainan. Bermain peran cakupannya luas, bisa bermain peran seperti tokoh dalam buku atau film kartun, bermain peran seperti guru dan murid, bermain peran seperti Ibu dan anak, atau bermain peran dalam satu cerita khayalan anak-anak sendiri. Lebih luas lagi, anak bisa berkreasi menjadi apa saja seperti layaknya orang dewasa di kehidupan normal. Bermain menjadi petugas pemadam kebakaran, dokter, tukang pos, polisi, bahkan pedagang yang melakukan transaksi dengan pembelinya. Bahkan, nih, pernahkah Ibu membayangkan lewat pretend play, anak bisa lho bermain menjadi penemu fosil dinosaurus hanya dengan boks berisi pasir dan figurin dinosaurus?

    Ada banyak manfaat yang didapat anak lewat bermain pretend play seperti dilansir laman Bright Horizons, di antaranya sebagai berikut:

    • Melalui permainan ini anak belajar tentang dirinya sendiri dan dunia di sekitarnya. Anak bisa menggali apa yang ia sukai dan yang kurang sukai, apa ketertarikan mereka, dan apa yang ingin mereka dapatkan. Salah satu contohnya adalah saat bermain boneka. Bermain pretend play merawat boneka bisa menjadi cerminan tentang perilaku apa yang ingin anak dapatkan dari orang tuanya. Boneka diibaratkan versi kecil dirinya, sehingga anak lebih mudah mengekspresikan perasaannya dan hal-hal apa yang ia coba pelajari.

    • Permainan anak pretend play membantu anak mempelajari hal baru yang mungkin membuatnya resah, hanya untuk menyamankan dirinya. Misalnya nih, anak bermain pretend play menjadi dokter. Sebenarnya ia sedang mempelajari bagaimana dokter memeriksa dirinya nanti sebagai pasien, bagaimana jika ia disuntik atau diberi vitamin, sehingga ia merasa lebih siap menghadapi dokter di pertemuan berikutnya.

    • Kemampuan berpikir kompleks anak banyak terasah lewat pretend play. Kemampuan berpikir tersebut tidak disangka-sangka oleh orang dewasa, lho. Lewat permainan anak pretend play, anak belajar mengolah strategi, mengembangkan komunikasi tingkat lanjut, serta kemampuan sosial mereka dengan orang lain. Anak juga belajar negosiasi dengan tokoh lain dalam pretend play-nya, menghargai pemikiran orang lain, memecahkan masalah, menyeimbangkan pemikirannya dengan pemikiran orang lain, membuat rencana, memutuskan sesuatu, mendengarkan dan mengemukakan ide, melakukan peran dan menjalankan tugas sesuai perannya dalam permainan. Nah, sadar nggak nih, Bu, kalau anak sedang belajar cara mengerjakan sesuatu yang menjadi tanggung jawab orang dewasa?

    • Mengasah kemampuan sosial dan emosional anak. Seringkali kita dapati anak dengan kecerdasan intelektual yang baik namun buruk dalam manajemen emosi dan berinteraksi sosial. Padahal kemampuan mengelola emosi dan menjaga hubungan dengan orang lain akan membantu anak memiliki kehidupan yang lebih baik sampai ke depannya. Keterampilan ini juga tidak bisa dipelajari lewat teori saja, melainkan harus dipraktikkan agar anak memahaminya. Praktik tersebut adalah lewat pretend play.

    • Menyeimbangkan pengetahuan dengan kemampuan. Anak tentu belajar konsep matematika di sekolah, belajar mengenal huruf dan berbicara juga. Tetapi, anak juga butuh mempraktikkannya di keseharian, contohnya adalah dengan menghitung harga barang saat bermain pretend play penjual-pembeli, menulis daftar belanja, menata barang berdasarkan ukuran seperti konsep matematika, dan masih banyak contoh lainnya.

    • Membantu anak dalam berlatih tentang peran yang akan dilakukan di masa yang akan datang.

  2. Masak-masakan

    Permainan anak masak-masak merupakan salah satu permainan yang juga melatih life skill anak. Baik laki-laki atau perempuan cocok memainkan permainan ini. Karena dengan memasak, seseorang bisa menyediakan sendiri kebutuhan utamanya, yaitu makan. Dengan memainkan permainan masak-masakan, anak akan belajar terbiasa dengan alat dapur, bahan makanan, dan membuat anak tidak mudah risih saat mengerjakan pekerjaan dapur secara nyata.

    Selain itu, lewat permainan ini anak akan belajar tentang kreativitas dan imajinasi dalam mengolah apa yang ada di sekitar sebagai bahan masakan. Daun dan bunga bahkan bisa jadi masakan yang kelihatan lezat, lho. Ada juga nih, manfaat permainan anak masak-masakan sebagai kemampuan bersosialisasi dan bekerjasama dengan orang lain. Biasanya permainan ini dimainkan bersama dengan teman, sehingga antar anak bisa saling bekerjasama membuat masakan. Ini juga menyentuh sisi perencanaan dan penataan. Anak merencanakan menu bersama, memilih bahan, dan menatanya hingga mirip dengan kegiatan masak asli.

  3. Balok Kayu

    Permainan anak balok kayu yang disusun-susun seringkali disebut sebagai open-ended play atau yang lebih mudah dipahami sebagai permainan yang fleksibel dan tidak hanya memiliki satu penyelesaian saja. Permainan ini bisa dilakukan oleh siapa saja, bahkan orang dewasa yang mendampingi pun bisa ikut bermain. Membangun sesuatu dengan balok kayu dapat mengasah kreativitas anak dengan berimajinasi membuat banyak hal yang berbeda-beda. Anak akan antusias menyusun balok sampai ketinggian tertentu hanya untuk memenuhi rasa penasarannya tentang apa yang akan terjadi jika ia terus membangun atau seperti apa jadinya lautan balok kayu yang runtuh setelah dibangun.

    Permainan anak ini juga mengasah kemampuan anak dalam memecahkan masalah. Selain itu motorik halusnya akan otomatis terasah karena anak perlu berhati-hati membangun agar sesuai dan bangunannya bisa berdiri. Konsep matematika seperti menyesuaikan ukuran, jumlah dan menyamakan bentuk juga anak pelajari lewat permainan ini. Warna-warni balok juga biasanya akan menarik perhatian anak dan membantunya mempelajari ragam warna.

  4. Puzzle

    Bermain puzzle juga permainan anak yang cocok untuk dilakukan bersama orang dewasa. Puzzle hadir dalam ragam tingkat kesulitan sehingga anak usia pra sekolah pun bisa bermain puzzle yang paling sederhana. Serunya lagi, puzzle bisa dibuat sendiri di rumah oleh orang tua dengan bahan yang mudah didapat. Bila ingin membeli pun tentu bisa. Saat ini sudah banyak pilihan puzzle yang seru untuk anak. Banyak keterampilan terasah lewat puzzle, lho, bu. Di antaranya:

    • Meningkatkan kecerdasan majemuk anak, terutama visual-spasial dengan melihat objek dari sudut pandang berbeda. Yang awalnya besar, kemudian menjadi kepingan kecil, lalu setelah disusun kembali menjadi gambar besar yang utuh;

    • Melatih anak memperhatikan sesuatu secara detail;

    • Mengasah ingatan anak tentang bentuk awal gambar kemudian merangkai setiap kepingannya agar utuh lagi;

    • Mengasah kemampuan memecahkan masalah;

    • Meningkatkan IQ;

    • Menurunkan stress anak; dan

    • Memperbaiki mood.

  5. Bola

    Bermain bola cocok dilakukan oleh anak-anak di segala usia. Eits, tidak hanya anak laki-laki, lho. Bermain bola, baik dengan menggunakan kaki atau tangan, justru baik bagi anak. Bentuk bola yang bulat akan membuat anak belajar tentang benda yang bisa menggelinding serta konsep gravitasi. Wah secara tidak langsung belajar sains, nih. Bermain bola juga membuat anak belajar tentang cara mengontrol benda yang tidak mudah dikendalikan. Bermain dengan tim mengoper bola dari dirinya sendiri ke teman bermain akan mengenalkan anak konsep sebab akibat. Permainan anak ini melatih motorik kasarnya saat menendang atau memegang bola. Koordinasi mata dengan kaki atau tangan juga akan terlatih dengan permainan ini.

  6. Bersepeda

    Bermain sepeda seru dilakukan tidak hanya anak-anak, tapi juga orang dewasa. Selain permainan, bersepeda juga termasuk olahraga yang menyehatkan. Bagi anak-anak, bersepeda memiliki manfaat yang beragam, seperti membangun massa otot, melatih keseimbangan anak, melatih otot lengan dan kaki, menurunkan stress anak, meningkatkan kepercayaan diri, menjaga kesehatan mental, membangun skill sosial anak dengan orang lain, membantu anak tetap aktif dan membantu anak menyalurkan energi berlebihnya. 

Itulah ragam permainan anak yang bisa dimainkan tanpa melihat gender. Permainan yang mana yang jadi favorit anak Ibu nih?

Penulis: Dwi Ratih