Balita Dibaca 200 kali

9 Cara Meningkatkan Kecerdasan Intelektual pada Anak

Share info ini yuk ke teman-teman
Luciana
9 Cara Meningkatkan Kecerdasan Intelektual pada Anak

Tahukah Ibu? Kecerdasan intelektual erat kaitannya dengan kemampuan memecahkan masalah, berpikir nalar, memahami gagasan, dan daya tangkap. Kecerdasan ini tentu akan sangat menunjang tumbuh kembang anak dan berpengaruh pada masa depannya kelak. Kabar baiknya, kecerdasan intelektual anak ini, atau yang sering disebut IQ, ternyata bisa dilatih dan sifatnya tidak tetap. Ini dapat berubah seiring dengan berjalannya waktu, dapat diasah, serta bisa terlihat potensinya sejak kecil. 

Namun, perlu orang tua ketahui juga kalau kecerdasan intelektual ini bukan satu-satunya kecerdasan yang bisa dimiliki anak. Ada beberapa jenis kecerdasan lain, yang dapat berhubungan dengan kecerdasan intelektual si kecil. Jenis kecerdasan ini disebut juga sebagai kecerdasan majemuk atau multiple intelligence yang dicetuskan oleh seorang psikolog Amerika bernama Howard Gardners.

Kecerdasan Majemuk pada Anak 

Sebelum kita mengetahui tips apa saja yang harus Ibu lakukan untuk meningkatkan kecerdasan intelektual pada anak, ada baiknya Ibu tahu terlebih dahulu potensi kecerdasan apa saja yang dimiliki si kecil, berikut selengkapnya yang dirangkum melalui huffpost:

  • Kecerdasan linguistik dan verbal 

    Kecerdasan linguistik dan verbal ini berkaitan dengan kemahiran si kecil dalam berkata-kata. Beberapa ciri-ciri yang dapat dilihat dari kecerdasan ini adalah bayi Ibu dapat berbicara lebih awal dari seharusnya, dia senang saat dibacakan cerita, dan bahkan tak jarang ia mampu menceritakan kembali cerita yang ia dengar.

  • Kecerdasan logika

    Bisa jadi si kecil belum begitu pandai berbicara, namun ia cukup pandai dalam memecahkan masalah atau bermain puzzle (teka-teki), bermain balok, atau mungkin saja ia dengan cermat tahu bagaimana mengambil barang yang letaknya lebih tinggi dari nya. Kecerdasan intelektual jenis ini erat kaitannya dengan kecerdasan matematika dan memecahkan masalah logika.

  • Kecerdasan spasial

    Kecerdasan ini merupakan kecerdasan yang berkaitan dengan visual gambar atau melihat gambar. Kecerdasan ini juga ditandai dengan si kecil yang suka menggambar dan fasih dalam menggambarkan apa yang ia lihat atau pernah lihat. 

  • Kecerdasan tubuh dan gerak

    Kecerdasan jenis ini ditandai dengan si kecil yang kemampuan fisiknya lebih lincah dan menonjol. Biasanya ia akan lebih cepat berjalan, memiliki keseimbangan yang baik, dan melakukan gerakan olahraga dengan sangat lihai. Bila si kecil terlihat seperti ini, maka ia memiliki kecerdasan tubuh dan gerak yang luar biasa, Bu.

  • Kecerdasan musikal

    Apa si kecil senang mendengar musik? Atau bahkan ia seperti tahu ritme dan nada meski belum pernah belajar? Asah terus kecerdasan bermusiknya ya, Bu, siapa tahu ini adalah bakat yang ia miliki dan ingin ia kembangkan.

  • Kecerdasan interpersonal

    Bila si kecil terlihat dapat dengan mudah akrab dan berbicara pada orang lain, maka ia memiliki kecerdasan interpersonal yang cukup baik. Ini ada hubungannya dengan kemampuan berkomunikasi si kecil yang luar biasa, Bu. Si kecil dengan kecerdasan ini cenderung memiliki banyak teman dan terbilang memiliki pribadi yang supel.

  • Kecerdasan intrapersonal

    Kecerdasan intrapersonal berhubungan dengan kecerdasan dalam memahami dirinya sendiri. Si kecil tahu saat ia marah, sedang murung, atau sedih. Kecerdasan intrapersonal erat kaitannya dengan kecerdasan emosional anak. Alih-alih merengek untuk mencari perhatian, biasanya ia justru sibuk mencari tahu mengapa ia merasakan hal ini dan ia mampu menyelesaikannya secara alami.

  • Kecerdasan naturalis

    Si kecil lebih suka bermain di luar rumah? Atau dia tertarik dengan serangga, rumput-rumput, bahkan lumpur yang ada di luar rumah? Bila iya, maka kecerdasan naturalis ini sudah mendarah daging padanya. Nantinya ia akan lebih gemar menekuni aktivitas di luar rumah seperti berkebun, berjalan di taman, atau bahkan mendaki tanjakan.

  • Kecerdasan Eksistensial

    Jenis kecerdasan ini berkaitan dengan spiritual dan rasa keingintahuan tinggi yang berhubungan dengan keberadaan manusia. Beberapa pakar menyebut bahwa kecerdasan eksistensial lebih cenderung mengarah pada bidang filsafat.

Tips Meningkatkan Kecerdasan Intelektual Anak 

Untuk mengasah potensi kecerdasan apa yang anak miliki, kita sebagai orangtua harus lebih peka dengan perkembangan anak. Lalu apa sih yang dapat Ibu lakukan untuk mengasah kecerdasan intelektual pada anak? Simak beberapa tips yang kami kutip dari Parenting Science ini yuk!

  1. Berolahraga

    Ajak si kecil untuk melakukan kegiatan olahraga yang membuat seluruh badannya bergerak. Sebagai contoh, melakukan senam aerobik akan membantu merangsang pertumbuhan otak dan meningkatkan kemampuan kita untuk belajar. Sebuah studi juga menunjukkan bahwa olahraga dapat membantu anak-anak lebih fokus saat belajar di sekolah. Tapi tetap ya, Bu, olahraga yang baik adalah olahraga tanpa paksaan dan tidak menyebabkan kelelahan berlebihan pada anak.

  2. Bermain

    Biarkan si kecil aktif bermain segala permainan anak untuk proses belajar yang lebih baik. Tak hanya itu, bermain juga akan meningkatkan kinerja memorinya. Bermain juga dapat mengasah kecerdasan pada bahasa, kecerdasan spasial, penalaran kontrafaktual, serta keterampilan matematika selain kecerdasan intelektualnya. Terlebih lagi bila ia bermain dengan teman sebaya, hal ini akan membuat segala aspek kognitifnya berkembang dengan baik.

  3. Melakukan gerakan tangan

    Melakukan gerakan atau isyarat dengan tangan akan meningkatkan kemampuan si kecil dalam hal mengingat dan belajar. Seorang Psikolog Kognitif, Susan Goldin-Meadow dan rekan-rekannya telah melakukan penelitian akan hal ini dan mengungkapkan bahwa anak-anak cenderung lebih mudah mengingat kata-kata, peristiwa, ataupun pelajaran matematika saat mereka melakukan gerakan atau isyarat tangan.

  4. Hubungan yang dekat dengan orang tua

    Anak-anak yang memiliki kedekatan yang baik dengan orang tuanya cenderung memiliki nilai IQ yang lebih tinggi daripada yang tidak. Hal ini dapat membantu meningkatkan kecerdasan intelektual si kecil.

  5. Hilangkan kepercayaan tentang kecerdasan yang sifatnya tak dapat diubah

    Bu, jangan tanamkan kepercayaan bahwa kecerdasan tak dapat diubah ya karena ini akan berakibat tidak baik pada perilaku anak. Sebuah eksperimen pernah dilakukan dan hasilnya, mereka yang percaya bahwa kecerdasan tak dapat diubah justru akan menghalangi kemampuan kita untuk belajar. Orang-orang yang percaya akan hal ini juga cenderung menghindari tantangan. Bila Ibu tanamkan hal ini pada anak, maka jangan heran bila mereka sulit memiliki keinginan untuk maju dan mengasah kecerdasan intelektualnya.

  6. Tidur ada kaitannya dengan kecerdasan

    Waktu tidur untuk anak dipercaya ada kaitannya dengan kecerdasan intelektualnya. Tak perlu tidur dalam waktu yang lama atau semalaman, yang lebih efektif justru tidur siang selama kurang lebih enam puluh menit setelah belajar. Hal ini memungkinkan apa yang anak pelajari di sekolah lebih dapat terekam lama di otak. Namun sayangnya, beberapa sekolah yang kita temui belum menerapkan metode belajar-tidur seperti ini dan beberapa anak yang menempuh pendidikan di rumah (home schooling) atau pendidikan dengan waktu yang lebih fleksibel justru mendapatkan keuntungan tersendiri pada metode belajar-tidur ini.

  7. Coba untuk menggali lebih dalam tentang kecerdasan spasial

    Kecerdasan spasial cukup penting untuk diasah dan dapat membantu meningkatkan kecerdasan intelektual pada anak. Kecerdasan spasial, menurut Parenting Science, adalah kemampuan untuk menghasilkan, mempertahankan, mengambil, dan mengubah gambar visual yang tersusun dengan rapi serta terstruktur. Salah satu permainan yang dapat mengasah kecerdasan spasial adalah bermain lego atau bermain balok. Dengan permainan ini si kecil akan terbiasa berkreasi dengan berbagai bentuk lego atau balok yang ada sehingga imajinasi atau mata pikirannya bekerja lebih baik.

  8. Beri anak kesempatan menentukan pilihannya sendiri

    Menurut Iyengar & Lepper 1999, anak-anak cenderung menunjukkan kinerja lebih baik dan lebih termotivasi bila mereka dapat menentukan pilihannya sendiri. Namun ini tak berlaku pada semua budaya karena beberapa anak terbiasa untuk dipilihkan oleh guru mereka tentang tugas apa yang harus mereka kerjakan. 

  9. Bermain permainan yang melatih keterampilan kognitif

    Coba pilih permainan yang melibatkan keterampilan kognitif dan mengasah kecerdasan spasial si kecil untuk membantu meningkatkan kecerdasan intelektualnya. Penelitian menyarankan anak-anak Ibu untuk mencoba permainan blok atau lego atau sejenisnya untuk mengasah kemampuannya seperti kemampuan bicara, kemampuan matematika, hingga kemampuan menyelesaikan masalah.

Penulis: Luciana
Editor: Dwi Ratih