Kehamilan

3 Jenis dan Manfaat USG Kehamilan

Terakhir diperbaharui

3 Jenis dan Manfaat USG Kehamilan

USG kehamilan merupakan tes diagnostik non-invasif yang menggunakan gelombang suara untuk menciptakan gambar visual bayi, plasenta, dan uterus Anda, serta organ panggul lainnya. USG membantu dokter mengumpulkan informasi penting tentang perkembangan kehamilan dan kesehatan bayi Anda.

Selama USG, dokter mengalirkan gelombang suara berfrekuensi tinggi melalui uterus yang memantul pada bayi. Komputer kemudian menerjemahkan pantulan suara ini ke bentuk gambar video yang menampilkan bentuk bayi, posisi, dan gerakannya. Gelombang yang sama juga digunakan pada alat Doppler yang dipakai untuk mendengarkan detak jantung bayi.

Anda bisa menjalani USG pada kehamilan minggu 6 hingga 10, atau antara minggu 16 hingga 20, waktu Anda bisa mengetahui jenis kelamin bayi. Anda juga bisa menjalani USG sebagai bagian dari tes genetik, seperti nuchal translucency, atau amniocentesis, atau pada waktu lain ketika muncul indikasi masalah pada bayi Anda.

Anda akan memerlukan lebih banyak USG bila mengidap diabetes, hipertensi, atau komplikasi medis lain. Sebaliknya, jika kehamilan Anda baik-baik saja, dokter mungkin tidak akan menawarkan USG sama sekali.

 

Prosedur USG kehamilan

Sebelum menjalani USG, Anda akan diminta untuk berbaring dengan bagian perut terbuka. Perawat akan mengoleskan jel pada kulit perut Anda. Ini untuk mencegah gesekan agar alat USG bisa bergerak lancar di atas perut Anda. Jel ini juga membantu mengirim gelombang suara.

Alat USG mengirim gelombang suara dengan frekuensi tinggi melalui tubuh Anda. Gelombang kemudian menyentuh objek padat seperti organ atau tulang. Lalu gelombang ini dipantulkan kembali ke komputer. Gelombang suara terlalu tinggi untuk bisa didengar manusia. Gelombang ini membentuk gambar yang bisa diterjemahkan oleh dokter.

Anda mungkin perlu berganti posisi agar dokter bisa melihat janin dengan lebih baik. Setelah prosedur ini, jel akan dibersihkan dari kulit. Seluruh prosedur USG biasanya berlangsung kurang dari 30 menit, bergantung area yang diperiksa. Setelah USG Anda bisa melakukan aktivitas seperti biasa.

 

USG kehamilan di trimester pertama

Di kehamilan trimester pertama (minggu pertama sampai 12), USG kehamilan dilakukan untuk:

  • Memastikan kehamilan
  • Memeriksa detak jantung janin
  • Menentukan usia gestasional bayi dan memperkirakan tanggal perkiraan kelahiran
  • Mengecek apakah terjadi kehamilan kembar
  • Memeriksa plasenta, rahim, ovarium, dan serviks
  • Mendiagnosa kehamilan ektopik atau keguguran
  • Mengecek pertumbuhan abnormal pada janin.

 

USG kehamilan di trimester kedua

Selama USG pada pertengahan kehamilan, dokter Anda akan:

  • Memeriksa detak jantung bayi. Untuk memastikan detak jantung bayi normal, dokter mengukur jumlah detak setiap menit.
  • Menentukan ukuran janin. Dokter akan mengukur tubuh bayi mulai dari tulang tengkorak, tulang paha, dan sekitar perut untuk memastikan ia berada di ukuran yang seharusnya. Jika ini USG pertama dan bayi Anda lebih dari dua minggu lebih besar atau lebih kecil dari yang seharusnya, kemungkinan tanggal perkiraan kelahiran Anda berubah. Jika dokter mencurigai ada masalah pada pertumbuhan janin Anda, ia akan menjadwalkan USG lanjutan untuk memeriksa perkembangannya.
  • Memastikan apakah ada lebih dari satu janin. Saat ini Anda akan tahu jika mengandung bayi kembar. Kebanyakan Ibu hamil anak kembar banyak diketahui pada trimester pertama saat menjalani USG untuk mengetahui jumlah janin.
  • Memeriksa posisi plasenta. Jika plasenta menutupi serviks, bisa menyebabkan pendarahan di kehamilan. Jika dokter mendeteksi kondisi ini, ia akan melakukan USG lanjutan di awal trimester tiga untuk melihat apakah plasenta masih menutup serviks.
  • Mengukur jumlah cairan ketuban di uterus. Jika USG menunjukkan Anda memiliki terlalu banyak cairan ketuban atau terlalu sedikit air ketuban, akan timbul masalah. Anda perlu mengetahui apakah penyebabnya bisa diidentifikasi, dan dokter perlu memeriksa Anda melalui USG teratur.
  • Memeriksa kondisi abnormal pada fisik bayi. Dokter akan melihat dengan teliti anatomi dasar bayi, termasuk kepala, leher, dada, jantung, tulang belakang, perut, ginjal, kandung kemih, lengan, kaki, dan tali pusar untuk memastikan semua berkembang dengan semestinya. Jika Anda mendapat hasil yang mencurigakan atau ada hal yang perlu diteliti, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih mendalam (level II) untuk memeriksa adanya tanda cacat lahir atau Down syndrome.
  • Mengetahui jenis kelamin janin. Jika ingin mengetahui apakah bayi Anda laki-laki atau perempuan, Anda biasanya bisa menjalani USG di pertengahan kehamilan (minggu 16-20), kecuali, misalnya, tangan anak Anda menutupi area genital ketika USG dilakukan. Pada beberapa kasus, penting bagi dokter untuk mengetahui jenis kelamin bayi, misalnya, jika bayi diperkirakan berisiko mengalami kondisi bawaan tertentu.

 

Beberapa dokter secara rutin menyarankan USG pada minggu 6 hingga 9 untuk mengonfirmasi kehamilan, tapi lainnya hanya akan melakukan USG jika mereka punya alasan untuk mencurigai kondisi berikut ini:

 

1. Keguguran

Jika Anda mengalami pendarahan vaginal di awal kehamilan, dokter mencurigai akan terjadi keguguran dan perlu menjadwalkan USG untuk memeriksa bayi. Detak jantung bayi harus jelas terlihat pada minggu 6 kehamilan.

Jika Anda bisa melihat jantung bayi berdetak pada USG setelah minggu 7, kesempatan untuk melanjutkan kehamilan lebih besar dari 97 persen. Jika Anda tidak melihat jantung berdetak pada masa ini, jangan putus asa. Mungkin karena siklus Anda lebih lama dari yang biasa dan bayi Anda berusia lebih muda dari dugaan dokter. Ia mungkin meminta Anda melakukan USG kembali pada minggu berikutnya.

 

2. Kehamilan ektopik atau molar

Pendarahan vaginal dan gejala lainnya bisa mengindikasikan kehamilan ektopik atau molar. Pada kasus kehamilan ektopik, yang bisa terjadi ketika embrio tidak berada di uterus, dokter akan mencoba menentukan dimana embrio berada. Pada kehamilan molar, terjadi kondisi tidak normal pada plasenta dan biasanya janin tidak bisa bertahan.

 

3. Usia kehamilan yang tidak pasti

Jika Anda tidak yakin tentang tanggal Anda mulai periode menstruasi terakhir atau panjang siklus Anda, dokter bisa menyarankan USG pada minggu 6 atau 7 untuk melihat berapa lama Anda telah hamil.

Karena semua janin terlihat memiliki ukuran yang sama di minggu-minggu awal, dokter biasanya menentukan usia janin dan perkiraan tanggal kelahirannya dengan melakukan pengukuran tertentu. Ketika Anda berada di kehamilan minggu 7 hingga 13, mengukur dari puncak kepala hingga bokong akan dapat menentukan usia bayi.

 

USG kehamilan di trimester ketiga

Berikut ini alasan umum dokter meminta dilakukan USG pada kehamilan trimester ketiga:

 

1. Untuk mengetahui penyebab pendarahan vaginal

Pendarahan selama trimester kedua kehamilan bisa disebabkan oleh masalah pada plasenta. USG bisa membantu dokter mencari tahu apa yang terjadi.

 

2. Untuk memeriksa pertumbuhan bayi

Nantinya, jika ada kekhawatiran bayi Anda tidak tumbuh sebagaimana mestinya, dokter bisa menjadwalkan USG untuk mengukur bagian tertentu dari tubuhnya. Secara khusus, ia akan mengukur ukuran kepala bayi dan panjang tulang paha.

 

3. Untuk memeriksa volume cairan ketuban

Jika Anda didiagnosa memiliki terlalu banyak atau terlalu sedikit cairan ketuban, dokter akan meminta USG teratur selama trimester ketiga untuk memonitor kondisi bayi Anda.

 

4. Untuk menentukan apakah Anda perlu menjalani operasi caesar

Anda perlu menjadwalkan operasi caesar jika bayi terlalu besar atau berada di posisi yang tidak normal atau sungsang, atau plasenta menyumbat jalan bayi untuk keluar dari rahim.


Berbagai penelitian yang telah dilakukan selama 35 tahun terakhir tidak menemukan adanya bukti bahwa USG dapat membahayakan bayi yang sedang berkembang, atau ada efek kumulatif dari USG yang berkali-kali.

Meski ada beberapa penelitian kecil yang menyatakan prosedur ini bisa meningkatkan kemungkinan berat badan rendah, masalah pendengaran dan berbicara, hasilnya tertutupi oleh penelitian yang lebih mendalam dan teliti.

Para ahli memperingatkan tentang USG yang tidak perlu, meski tidak ada efek negatif yang diketahui, USG merupakan bentuk energi, dan mungkin mempengaruhi bayi yang sedang berkembang. Hal ini terutama pada trimester pertama, ketika bayi lebih rentan terhadap faktor eksternal.

Selain itu, Anda harus menghindari USG pada trimester pertama jika Anda mengalami demam di atas 101 derajat Fahrenheit, karena USG bisa meningkatkan suhu tubuh yang bisa berpotensi membahayakan bayi. Ini juga yang menjadi penyebab dokter melakukan proses USG lebih singkat pada trimester pertama.

 

Perbedaan USG 2 dimensi, USG 3 dimensi, dan USG 4 dimensi

USG ada banyak macamnya, meski tujuannya sama. Semakin besar dimensi USG berarti gambaran yang terlihat akan semakin rinci.

 

1. USG kehamilan 2 dimensi

Pada umumnya USG 2 dimensi memungkinkan Anda melihat janin dalam bentuk gambar datar. Secara garis besar gambaran USG kehamilan 2 dimensi hanya bisa dibaca oleh dokter.

Meski begitu, USG kehamilan 2 dimensi bisa digunakan untuk melihat organ penting bayi. Pada kehamilan awal, di trimester pertama, dokter biasanya melakukan USG kehamilan 2 dimensi untuk mengecek kondisi calon bayi.

Di USG kehamilan 2 dimensi, gambar yang muncul tidak  terlalu jelas. Tapi gerakan bayi masih bisa terpantau. Bila dokter merasa ada masalah pada janin, biasanya akan direkomendasikan USG kehamilan dengan dimensi lebih tinggi.

 

2. USG kehamilan 3 dimensi

USG kehamilan 3 dimensi bisa memberi gambaran yang lebih detail kondisi janin di dalam rahim. Dan tidak hanya dokter yang bisa memahami gambarnya, Anda dan pasangan juga bisa.

Anda bisa melihat tubuh janin dengan lebih jelas melalui USG kehamilan 3 dimensi. Bahkan USG kehamilan 3 dimensi bisa mendeteksi kondisi seperti bibir sumbing.

 

3. USG kehamilan  4 dimensi

Di USG kehamilan 4 dimensi Anda bisa melihat janin dengan letih detail dan akurat. Bahkan janin terlihat bergerak layaknya dalam sebuah film. USG ini memungkinkna Anda melihat anggota tubuhnya dengan lebih jelas, misalnya apakah janin memiliki hidung yang mancung atau pesek, Anda bisa melihat ia sedang menghisap jari, menguap, atau memainkan jari-jarinya.

Pemeriksaan dengan USG kehamilan 4 dimensi dapat mendeteksi kelainan pada janin sejak dini. Dengan begitu bisa dilakukan langkah pengobatan lebih awal. USG kehamilan 4 dimensi bisa mendeteksi kelainan plasenta serta kehamilan ektopik. 

Yang menarik Bun, Anda bisa dapatkan rekaman janin di USG kehamilan 4 dimensi dalam bentuk CD.

 

Bila ingin menjalani USG kehamilan 3 dimensi atau 4 dimensi, sebaiknya lakukan setelah janin memiliki struktur tubuh yang terdeteksi atau ketika ada indikasi ada kelainan pada janin. Ini agar pemeriksaan USG kehamilan ini lebih bermanfaat.

 

Adakah risiko dari USG kehamilan?

Tidak ada bukti yang menyatakan USG kehamilan berbahaya untuk janin yang sedang berkembang. Tidak ada hubungan antara USG kehamilan dan cacat lahir, kanker anak, atau masalah perkembangan nantinya. Tapi mungkin saja efeknya teridentifikasi di masa mendatang.

Karenanya dianjurkan pemeriksaan USG kehamilan dilakukan hanya untuk alasan medis oleh tenaga medis yang berpengalaman. Tidak perlu khawatir dengan panas dari mesin USG yang meningkatkan suhu jaringan 1,8 sampai 2,7 F. Ini masih dianggap aman.

Tapi ada penelitian menemukan kalau pemeriksaan USG kehamilan, baik yang biasa atau doppler bisa membuat panas jaringan tubuh di atas suhu aman maksimal, terutama di sekitar area tulang dan terutama ketika alat USG berada lebih lama dari 2 sampai 3 detik.

Selain itu USG doppler terbukti bisa menyebabkan panas, terutama pada bagian otak bayi yang sedang berkembang, yang gelombangnya bisa lebih menimbulkan masalah dibanding USG tradisional.

Penelitian terhadap hewan menemukan hubungan antara USG dan efek negatifnya. Satu penelitian menemukan pendarahan otak pada tikus yang terpapar USG yang sama digunakan pada janin manusia. Penelitian lain menemukan tikus dewasa yang terpapar USG mengalami 22 persen penurunan pada tingkat divisi sel. Tikus ini juga mengalami dua kali lebih banyak kematian sel di usus halus. USG di tingkat diagnostik terbukti menghasilkan kerusakah paru dan pendarahan pada sejumlah hewan mamalia.

Lantas bagaimana dengan manusia? Penelitian di University of Washington menemukan korelasi antara bayi laki-laki yang autis yang menjalani pemeriksaan USG di trimester pertama dan keparahan gejalanya.

Penelitian lain menunjukkan peningkatan risiko keguguran dan kelahiran prematur. Satu penelitian dilakukan pada lebih dari 9000 wanita hamil di dua kelompok, satu kelompok yang menerima USG kehamilan rutin pada minggu 16 – 20 dan satu kelompok yang tidak menjalani USG kehamilan.

Di kelompok yang menerima USG pada kehamilan 16-20 minggu, ada 16 kematian janin setelah 16 – 20 minggu, tapi tidak ada pada kelompok yang tidak menerima USG.

Penelitian di Inggris menemukan ibu dan bayi yang sehat yang menerima dua atau tidak kali pemeriksaan doppler untuk memeriksa plasenta lebih dari dua kali berisiko kematian pranatal dibanding janin yang tidak menjalani pemeriksaan doppler.

Selain itu, sebuah penelitian baru di Cina menunjukkan USG membawa risiko, termasuk autisme, ADHD, kerusakan gen, penyakit kuning, kanker anak, dan alergi.

 

Kapan ibu hamil harus jalani USG kehamilan dan sebanyak berapa kali?

Pemeriksaan dengan USG kehamilan disarankan tidak perlu terlalu sering. USG kehamilan bisa dilakukan setidaknya paling banyak tiga kali. USG kehamilan bisa dilakukan di awal kehamilan, di usia kehamilan 20 minggu, dan saat mendekati tanggal perkiraan kelahiran.

Pemeriksaan USG pada kehamilan awal ditujukan untuk mengetahui detak jantung janin. Pemeriksaan USG kehamilan di pertengahan kehamilan bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya kelainan anatomi. Sedang USG kehamilan yang ketiga untuk mengetahui posisi bayi.

 

(Ismawati / Dok. Freepik)