Kesehatan Dibaca 162 kali

Inilah 7 Faktor Penting Dalam Menjaga Metabolisme Tubuh Anak

Share info ini yuk ke teman-teman
Kristal
Inilah 7 Faktor Penting Dalam Menjaga Metabolisme Tubuh Anak

Metabolisme tubuh merupakan proses reaksi kimia dalam tubuh yang mengubah makanan serta minuman menjadi energi. Energi ini nantinya akan dipakai manusia untuk berpikir, bergerak, bernapas, mencerna makanan, mengalirkan darah, membentuk dan memperbarui sel, menjaga suhu tubuh, dan lain-lain.

Ibu perlu tahu kalau metabolisme tubuh juga berperan penting terhadap kenaikan maupun penurunan berat badan pada bayi dan anak-anak. Jumlah kalori minimal yang dibakar tubuh untuk menghasilkan energi ini yang dinamakan dengan Basal Metabolic Rate (BMR).

Bagaimana Metabolisme Tubuh Bekerja?

Seperti dikutip dari KidsHealth, metabolisme tubuh bekerja secara bersamaan melalui 2 proses yaitu katabolisme dan anabolisme.

Katabolisme 

Setelah makanan masuk ke perut, sistem pencernaan akan menggunakan enzim untuk:

  • Memecah protein menjadi asam amino;

  • Mengubah lemak menjadi asam lemak; dan

  • Mengubah karbohidrat menjadi gula (misalnya glukosa).

Nah, gula, asam lemak, dan asam amino ini akan terserap masuk ke dalam darah dan didistribusikan ke sel-sel tubuh. Ketiga senyawa ini merupakan akan diubah menjadi energi atau tersimpan di beberapa jaringan tubuh seperti hati, otot, serta lemak tubuh. Proses inilah yang dinamakan dengan katabolisme.

Anabolisme

Proses metabolisme tubuh yang kedua dinamakan dengan anabolisme, yaitu proses memperbarui serta memperbaiki sel tubuh lewat pembakaran kalori dari energi yang dihasilkan dari proses katabolisme.

Ilustrasi sederhananya, jika anak-anak mengonsumsi makanan/minuman dengan nilai kalori lebih tinggi, maka tubuh akan menyimpan kelebihan energi dalam bentuk jaringan lemak.

Proses metabolisme tubuh yang baik dan lancar akan membuat si kecil lebih sehat secara fisik maupun psikis. Dengan begitu, tumbuh kembangnya juga akan berjalan lebih maksimal sesuai tahapan usianya.

Pentingnya Menjaga Metabolisme Tubuh Anak 

Sebagai orang tua, Ibu pasti ingin si kecil tumbuh dengan sehat dan cerdas, bukan? Nah, untuk mewujudkannya, satu hal penting yang perlu Ibu perhatikan adalah metabolisme tubuh anak. Metabolisme yang optimal akan menghasilkan energi yang maksimal pula. Anak pun bisa lebih aktif dalam melakukan beragam aktivitas sehari-harinya.

Sebaliknya, metabolisme tubuh anak yang tidak optimal akan menyebabkan tumbuh kembang anak mengalami keterlambatan, berat badan tidak ideal, sampai terhambatnya proses berpikir si kecil.

Meski begitu, Ibu perlu ingat bahwa setiap anak mempunyai metabolisme tubuh yang berbeda. Artinya sangat wajar saja jika 2 anak memiliki berat badan berbeda meskipun keduanya mengonsumsi makanan dan nutrisi yang sama persis. 

Faktor yang Memengaruhi Metabolisme Tubuh Anak

Proses metabolisme tubuh anak secara umum sama dengan metabolisme pada orang dewasa. Ada beberapa faktor yang memengaruhi proses metabolisme anak, yaitu:

  1. Ukuran Tubuh

    Anak yang memiliki perawakan tubuh lebih besar dan berotot cenderung mampu membakar lebih banyak kalori, bahkan ketika ia sedang beristirahat. Penyebabnya adalah jaringan otot yang lebih aktif ketimbang jaringan lemak, sehingga proses metabolisme tubuhnya lebih tinggi.

  2. Jenis Kelamin

    Anak laki-laki mempunyai metabolisme tubuh yang lebih tinggi daripada anak perempuan. Penyebabnya adalah jumlah jaringan otot yang lebih banyak dan lemak tubuh yang lebih sedikit daripada yang dimiliki anak perempuan.

  3. Usia

    Pertambahan usia merupakan faktor lain yang menyebabkan turunnya metabolisme tubuh manusia. Umumnya, makin bertambah umur, makin menurunlah jumlah otot dan makin bertambah lemak di tubuhnya. Hal ini pun berdampak pada melambatnya proses metabolisme tubuh anak-anak.

  4. Genetik

    Metabolisme tubuh juga sangat dipengaruhi oleh genetik alias keturunan. Pemicunya adalah pertumbuhan dan ukuran jaringan otot tubuh. Alhasil, proses pembakaran energi atau metabolisme tubuh juga ikut terpengaruh.

  5. Aktivitas Fisik

    Aktivitas fisik juga menjadi penentu optimal tidaknya metabolisme tubuh si kecil. Anak yang lebih aktif secara fisik otomatis mempunyai metabolisme tubuh yang lebih tinggi (bahkan saat beristirahat) dibandingkan anak yang lebih banyak diam.

  6. Hormon

    Proses metabolisme tubuh anak juga sangat dipengaruhi oleh kondisi hormon tiroid dalam tubuh. Jika produksi hormon tiroid terganggu, maka metabolisme juga akan ikut terganggu.

  7. Makanan dan Minuman

    Makanan dan minuman adalah unsur penting dalam proses metabolisme tubuh anak-anak. Kurangnya asupan yang masuk ke tubuh akan membuat si kecil mengalami gangguan metabolisme. Akibatnya, tumbuh kembangnya terganggu.

  8. Kondisi Kesehatan

    Saat sakit, kebutuhan kalori biasanya akan meningkat karena tubuh bekerja lebih keras menghasilkan respons imun untuk melawan infeksi. 

  9. Suhu Udara

    Suhu udara juga berpengaruh terhadap metabolisme tubuh si kecil lho, Bu. Cuaca yang terlalu panas atau terlalu dingin akan “memaksa” tubuh bekerja lebih keras agar suhu tubuh tetap normal. Hal ini akan menyebabkan peningkatan kebutuhan kalori.

  10. Defisiensi Vitamin

    Defisiensi vitamin atau mineral tertentu juga akan menyebabkan anak mengalami keterlambatan metabolisme tubuh.

Cara Menjaga Metabolisme Anak Agar Tetap Optimal

Metabolisme yang bekerja secara maksimal akan berdampak baik bagi tumbuh kembang anak secara keseluruhan. Berikut beberapa cara yang bisa Ibu terapkan untuk menjaga metabolisme anak tetap optimal.

  • Penuhi Kebutuhan Nutrisi

    Agar metabolisme si kecil bekerja secara maksimal, pastikan Ibu selalu memenuhi asupan nutrisi hariannya. Cukupi kebutuhan ASI maupun MPASI anak dan berikan makanan dengan gizi seimbang, baik berupa sayur, buah, daging, ikan-ikanan, dll. 

    Sebaiknya hindari makanan yang mengandung gula atau garam terlalu tinggi ya Bu, sebab kebiasaan ini justru bisa mengganggu proses metabolisme tubuh anak-anak.

  • Ajak Anak Tetap Aktif Bergerak

    Menurunnya metabolisme sangat dipengaruhi oleh gerak si kecil. Jadi, pastikan anak tetap aktif setiap hari. Jangan membiarkan anak diam terlalu lama, misalnya menonton TV atau bermain gadget berjam-jam. Sebaliknya, ajak mereka bermain, berolahraga, atau melakukan aktivitas fisik lain yang seru atau disukainya.

  • Tidur Cukup

    Kurang istirahat juga dapat menyebabkan penurunan metabolisme dan kurang maksimalnya penyerapan nutrisi pada anak-anak. Maka, selalu pastikan si kecil selalu mendapat istirahat yang cukup ya, terutama pada malam hari. Durasi tidur anak bisa disesuaikan dengan usianya.

  • Perbanyak Minum Air Putih

    Biasakan anak untuk minum air putih secara rutin setiap harinya ya, Bu. Hal ini sangat bagus untuk membantu meningkatkan metabolisme tubuh mereka. Cukup minum air putih (terutama air putih dingin) akan membuat tubuh membakar lebih banyak kalori.

  • Perbanyak Asupan Protein

    Protein termasuk nutrisi yang wajib ada dalam setiap menu makan anak. Protein inilah yang nantinya akan diubah menjadi asam amino yang digunakan dalam proses metabolisme tubuh.

    Nggak cuma itu, Bu. Makanan tinggi protein juga akan memberikan efek kenyang lebih lama. Ini bagus untuk menjaga berat badan anak agar tetap ideal. Jadi, si kecil bebas dari obesitas maupun kekurangan BB.

    Protein bisa didapat dari telur, susu dan produk olahannya, seafood, tahu tempe, kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran.

Nah, Bu, itulah pentingnya metabolisme yang optimal untuk tumbuh kembang anak. Jika Ibu mendapati si kecil mengalami gangguan maupun kelainan metabolisme, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter, ya.

Penulis: Kristal
Editor: Dwi Ratih