Balita

7 Zat Penting Penunjang Kebutuhan Nutrisi untuk Anak

7 Zat Penting Penunjang Kebutuhan Nutrisi untuk Anak

Memenuhi kebutuhan nutrisi untuk anak pada dasarnya sama dengan prinsip yang dilakukan orang dewasa untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Baik anak-anak maupun orang dewasa sama-sama membutuhkan asupan makanan dan minuman dengan gizi seimbang supaya fungsi dan perkembangan tubuhnya bekerja dengan maksimal. Yang membedakan mungkin hanya porsi makan dan jumlah kalori yang dibutuhkan saja. Umumnya, orang dewasa membutuhkan lebih banyak asupan nutrisi dibanding anak-anak.

Apa itu Gizi Seimbang?

Konsep gizi seimbang sendiri sebenarnya sudah sering kita dengar lewat pemaparan istilah 4 sehat 5 sempurna oleh orangtua maupun guru-guru di sekolah dulu. Namun, biasanya pemahaman kita hanya sampai pada jenis-jenis makanan yang termasuk dalam konsep ini seperti; nasi, lauk pauk, sayur-sayuran, buah-buahan, dan susu. Padahal sebenarnya, pemenuhan gizi seimbang juga harus memerhatikan kandungan nutrisi di setiap makanannya.

Selain itu penting juga untuk memerhatikan jumlah nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Kalau merujuk pada Kementerian Kesehatan RI, gizi seimbang juga berarti memenuhi prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih, serta memantau berat badan secara teratur untuk mempertahankan berat badan normal dan mencegah penyakit di kemudian hari. Jadi intinya, asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh harus pas, tidak kurang dan tidak lebih. Setiap orang di setiap jenis usia, kelamin, bahkan profesi, kebutuhan nutrisinya bisa berbeda-beda.

Memastikan gizi seimbang pada anak sangat penting dilakukan orangtua agar pertumbuhan dan perkembangan si kecil di masa-masa golden age-nya berjalan dengan maksimal. Masa-masa inilah yang menentukan kualitas kehidupannya di masa depan. Salah satu cara mengupayakan si kecil mendapatkan gizi seimbang adalah dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi untuk anak. Anak yang mendapat asupan bergizi dan bernutrisi dapat membuatnya tumbuh menjadi manusia dewasa yang mampu berpikir kritis, aktif dan berprestasi, serta meminimalisasi risiko berbagai penyakit.

Nah, jenis nutrisi sendiri terbagi menjadi dua ya, Bu, yakni; makronutrien dan mikronutrien. Keduanya sama-sama berperan penting bagi tubuh. Apa saja zat dalam makanan yang termasuk makronutrien? Dan apa pula yang tergolong mikronutrien?

  1. Makronutrien

    Disebut "makro" karena tubuh membutuhkan nutrisi jenis ini dalam jumlah besar atau banyak. Beberapa di antaranya:

    • Protein

      Protein termasuk nutrisi untuk anak paling krusial. Protein merupakan zat utama pembentuk sel dalam tubuh kita. Hampir seluruh organ manusia membutuhkan zat ini. Protein juga berguna sebagai pembentuk otot, tulang, dan sistem imun tubuh. Karena perannya tersebut, protein menduduki peringkat kedua sebagai zat terbanyak dalam tubuh setelah air.

      Protein juga jadi nutrisi untuk anak yang paling utama. Di masa tumbuh kembangnya, anak membutuhkan asupan yang dapat membantu pembentukan sel-sel dalam tubuhnya, salah satunya bisa diperoleh dari makanan dan minuman yang mengandung protein. Seperti dilansir dari laman Mayo Clinic, beberapa makanan tinggi protein hewani seperti; ikan laut, daging unggas, daging sapi, susu dan turunannya, serta telur. Selain dari hewan, protein juga bisa diperoleh dari sayur dan kacang-kacangan serta sering disebut protein nabati, seperti; kacang polong, edamame, kacang kedelai dan produk turunannya, biji-bijian, dan lain-lain.

    • Karbohidrat

      Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh. Jenis zat ini terbagi jadi dua, yaitu karbohidrat sederhana dan kompleks. Karbohidrat sederhana memiliki rantai molekul yang lebih pendek, maka dari itu ia lebih mudah dicerna tubuh, biasanya terdapat pada gula. Berkebalikan dengan karbohidrat sederhana, karbohidrat kompleks terdiri dari tiga atau lebih molekul gula, biasanya terdapat pada makanan tinggi serat dan pati.

      Nutrisi untuk anak satu ini selain berperan sebagai sumber energi juga berfungsi sebagai “bahan bakar” otak. Anak-anak membutuhkan karbohidrat untuk tetap fokus sepanjang hari. Karbohidrat juga menjaga otak berfungsi dengan baik. Apalagi anak-anak yang sudah sekolah, Bu, karbohidrat penting agar ia dapat berkonsentrasi dalam jangka waktu yang lama. Sumber makanan yang mengandung karbohidrat seperti; beras, kentang, roti, sereal, atau pasta.

    • Lemak

      Nutrisi untuk anak yang juga berperan penting bagi tumbuh kembangnya adalah lemak. Umumnya, lemak lebih dikenal karena reputasi buruknya sebagai penyebab kolesterol. Padahal, tidak semua lemak itu jahat. Kita tetap butuh lemak baik, tak terkecuali anak-anak. Lemak baik jadi kunci perkembangan otak dan saraf bagi balita. Dikutip dari WebMD, lemak juga dapat membantu metabolisme yang sehat, pembekuan darah, dan membiarkan tubuh menyerap vitamin.

      Lemak baik dapat diperoleh dari tumbuhan, seperti; minyak canola, extra virgin olive oil (EVOO), atau minyak jagung. Protein dalam ikan dan ayam juga bisa jadi sumber lemak baik lo! Pastikan Ibu membatasi makanan tinggi lemak jenuh, misalnya yang berasal dari; makanan yang digoreng, daging merah, mentega, dan produk susu beserta turunannya

  2. Mikronutrien

    Disebut "mikro" karena tubuh membutuhkan nutrisi jenis ini dalam jumlah sedikit, namun perannya sangat penting bagi tubuh. Beberapa di antaranya:
    • Vitamin

      Vitamin termasuk mikronutrien yang penting bagi anak. Nutrisi untuk anak ini ada banyak jenisnya. Setiap jenis memiliki fungsi yang berbeda-beda namun saling melengkapi satu sama lain. Seperti vitamin A yang berguna bagi kesehatan mata, kulit, serta mencegah infeksi. Vitamin C untuk memperkuat imun, membantu penyembuhan luka, dan memperkuat dinding pembuluh darah. Vitamin D bertugas mengoptimalisasi pertumbuhan tulang.

      Vitamin A jamak ditemukan pada wortel, bayam, labu, brokoli, ubi jalar, kubis, minyak ikan, dan kuning telur. Vitamin C seringkali kita jumpai pada jeruk, tomat, pepaya, melon, stroberi, mangga, kembang kol, brokoli, dan bayam. Sedangkan vitamin D ada pada produk susu dan sereal. Untuk vitamin D memang lebih jarang ditemukan pada makanan, tapi Ibu bisa menyuplainya dari suplemen tambahan atau dari sinar matahari. Namun jangan berlebihan ya karena justru bisa memicu kanker kulit.

    • Kalsium

      Nutrisi untuk anak yang tak kalah penting adalah kalsium. Kalsium sangat dibutuhkan bagi pertumbuhan tulang dan gigi. Sistem saraf dan otot juga membutuhkan kalsium agar berfungsi dengan baik. Kalsium dapat kita temukan pada susu, yogurt, atau keju. Beberapa anak mungkin alergi terhadap dairy products, namun kalsium masih bisa diperoleh dari edamame, sayuran hijau, almond, kacang merah, biji wijen, atau buncis.

    • Zat besi

      Zat besi termasuk nutrisi untuk anak yang perlu ada di menu makanan hariannya. Hal ini karena zat besi berperan membawa oksigen dalam tubuh sehingga organ-organ dapat berfungsi dengan baik. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anak terkena anemia. Beberapa makanan yang mengandung zat besi adalah sayuran berwarna hijau tua, daging tanpa lemak, ikan tuna, biji-bijian, buah-buahan, serta kacang-kacangan. Ibu juga perlu menjaga asupan vitamin C untuk anak agar penyerapan zat besi menjadi lebih optimal.

    • Antioksidan

      Antioksidan sebenarnya merupakan sifat suatu zat. Beberapa zat yang memiliki sifat ini adalah beta karoten, likopen, selenium, zat besi, vitamin A, vitamin C, dan vitamin E. Antioksidan berfungsi untuk melawan efek paparan radikal bebas. Radikal bebas sebetulnya merupakan zat yang secara alami terbentuk dalam tubuh melalui proses metabolisme. Namun, keberadaannya bisa diperparah karena paparan polusi, asap rokok, pestisida, atau konsumsi obat-obatan. Radikal bebas dapat mengganggu susunan DNA, meningkatkan kadar kolesterol jahat, memicu peradangan, serta melemahkan sistem imun. Lebih parah lagi, radikal bebas juga bisa menyebabkan kanker, jantung, dan demensia.

      Maka dari itu, tubuh memerlukan antioksidan untuk melawannya. Sumber antioksidan alami bisa diperoleh dari bayam atau sayuran hijau lainnya, kerang, rumput laut, tomat, wortel, almond, jeruk, mangga, stroberi, dan masih banyak lagi. Semuanya dapat memenuhi kebutuhan nutrisi untuk anak.

Selain berbagai nutrisi di atas, penting juga untuk memastikan kebutuhan cairan anak terpenuhi. Air berfungsi untuk mengirimkan nutrisi-nutrisi penting tadi ke sel-sel tubuh. Pastikan juga air yang dikonsumsi termasuk air putih dari sumber yang bersih ya, Bu. Batasi konsumsi minuman manis yang mengandung gula berlebih atau pemanis buatan. Biar bagaimanapun, nutrisi untuk anak harus tercukupi ya, Bu, supaya tumbuh kembangnya lebih optimal.

Penulis: Darin Rania
Editor: Dwi Ratih