Kelahiran

Apakah Bayi Saya Mendapat ASI Yang Cukup?

Terakhir diperbaharui

Apakah Bayi Saya Mendapat ASI Yang Cukup?

Apakah bayi saya mendapat ASI yang cukup? Pertanyaan ini sering sekali muncul di benak para ibu yang baru menyusui. Ini wajar, karena semua ibu pasti ingin memastikan apakah anaknya mendapat semua nutrisi yang ia perlukan melalui ASI. Sebenarnya Anda tidak bisa memastikan berapa banyak jumlah ASI yang anak dapat selama menyusuinya.

 

Meski banyak ibu menyusui mampu menyediakan ASI yang cukup untuk kebutuhan bayi mereka, tetap ada masa-masa di mana bayi tidak mendapatkan ASI yang memadai. Jika situasi seperti ini tidak diatasi, bayi bisa mengalami dehidrasi dan pertumbuhannya menjadi terhambat. Keduanya memang merupakan kondisi yang jarang terjadi, tapi bisa berakibat sangat serius.

 

Tanda bayi cukup ASI

  • Bunda, Anda bisa memastikan bayi cukup ASI melalui beberapa tanda berikut:
  •  
  • Setelah menyusu, bayi terlihat tenang dan kenyang.
  •  
  • Payudara Anda terasa lebih lembek setelah menyusui karena bayi telah mengosongkan ASI.
  •  
  • Di beberapa hari pertama, saat bayi Anda mendapatkan kolostrum, ia mungkin hanya pipis satu atau dua kali sehari. Setelah ASI keluar, bayi Anda akan pipis 6 hingga 8 kali sehari.
  •  
  • Bayi terus mengalami penambahan berat badan. Umumnya bayi kehilangan 5 hingga 9 persen dari berat badan saat kelahiran lalu beratnya akan bertambah lagi saat mereka berusia 2 minggu. Panduan kasarnya, pada bulan pertama, berat badan si kecil harus naik 142 - 284 gram dalam seminggu. Di bulan 2 dan 3, ia harus menambah berat badan 142 -227 gram tiap minggu. Di bulan 3 hingga 6, ia harus menambah 146 – 128 gram tiap minggu. Mulai usia 6 hingga 12 bulan, ia harus menambah 28 – 85 gram seminggu.
  •  
  • Di bulan pertama, bayi Anda buang air besar sebanyak setidaknya 3 kali sehari. Warna feses kuning cerah pada hari kelima setelah kelahirannya. Frekuensi buang air besar akan berkurang saat ia berumur 1 bulan. Saat ia mulai makan MPASI di umur 6 bulan, buang air besarnya akan teratur setidaknya sekali dalam sehari.

 

Tanda bayi tidak cukup dapat ASI

Waspadai tanda-tanda bayi tidak mendapatkan asupan ASI yang cukup:

  • Payudara Anda tidak terasa lebih lembek setelah menyusui.
  •  
  • Bayi Anda terus mengalami penurunan berat badan. Bicarakan pada dokter bila ia tidak mengalami penambahan berat badan setelah hari kelima dari kelahirannya atau bayi Anda lebih banyak kehilangan berat badan daripada menambahnya.
  •  
  • Setelah usianya lima hari, bayi Anda mengeluarkan feses yang sedikit dan berwarna gelap.
  •  
  • Bayi Anda pipis lebih sedikit dari 8 kali dalam 24 jam setelah lima hari dilahirkan.
  •  
  • Waktu menyusui bisa lebih dari satu jam dan bayi Anda seperti tidak juga merasa kenyang.
  •  
  • Pipis bayi berwarna sangat pekat, seperti warna jus apel. Jika pipisnya berwarna pucat atau cerah, artinya ia mendapat cukup cairan. Jika lebih pekat berarti ia kekurangan cairan.
  •  
  • Bayi Anda selalu rewel. Ia tertidur saat disusui tapi terbangun saat mulutnya lepas dari payudara Anda.
  •  
  • Anda jarang mendengar suara si kecil menelan saat ia disusui. Tapi beberapa bayi memang tidak bersuara saat disusui, jika semua tanda tidak ada padanya, Anda tidak perlu khawatir untuk tanda yang satu ini.


Jika Bunda merasa si kecil belum mendapat ASI yang cukup, jangan ragu untuk menghubungi dokter atau bicaralah pada konselor laktasi. Biasanya Bunda diminta menyusui bayi saat konselor laktasi selama sesi konsultasi. Ia akan memberi tips yang bermanfaat untuk keberhasilan menyusui.

 

Frekuensi bayi menyusu

Bayi menyusu dengan intensitas yang berbeda. Beberapa bayi selalu menyusu tidak hanya untuk memperoleh makanan, tapi juga untuk menenangkan dirinya. Sementara ada bayi yang menyusu karena memang merasa lapar.

 

  1. Usia 1-7 minggu

    Setiap 2-3 jam sekali

    8 - 12 kali setiap hari

    Jumlahnya memang terlihat banyak dan membuat Bunda khawatir apakah bayi cukup ASI  pada setiap waktu menyusui. Ingat saja Bun, bayi yang baru lahir memiliki perut yang kecil hingga perlu diisi sesering mungkin.

     

  2. Usia 2-5 bulan

    Setiap 2,5-3,5 jam sekali

    7-9 kali setiap hari

    Semakin besar si kecil, ia akan semakin jarang menyusu karena setiap sesi menyusu, ia bisa melaluinya dengan efisien dan efektif.

     

  3. Usia 6 bulan ke atas

    Setiap 5-6 jam sekali

    4-5 kali setiap hari

    Di usia ini, kemungkinan ia akan tetap menyusu selama Anda terus memberinya.

 

Penambahan berat badan

Bayi baru lahir normal bisa kehilangan hingga 70 persen berat lahir di beberapa hari pertama. Setelah ASI ibu keluar, rata-rata bayi yang menyusu menambah berat 170 gram/minggu. Periksakan berat bayi di akhir minggu pertama atau awal minggu kedua. konsultasikan dengan dokter dan konselor laktasi bila bayi tidak menambah berat yang diharapkan.

 

Popok kotor

Di hari-hari awal, bayi biasanya mengganti satu popok kotor setiap hari (1 pada hari pertama, 2 pada hari kedua, dan seterusnya). Setelah hari ke-4, feses berwarna kuning dan bayi setidaknya 3 sampai 4 kali buang air besar setiap hari yang seukuran 2,5 cm atau lebih besar. Beberapa bayi buang air besar tiap kali menyusu, atau lebih dan ini normal. Feses normal pada bayi cukup ASI bertekstur lunak (lembut hingga encer) dan bisa berbiji.

 

Popok basah

Di hari-hari pertama, bayi biasanya mengganti satu popok basah untuk tiap hari (1 pada hari pertama, 2 di hari kedua, dan seterusnya). Setelah ASI keluar, bayi berganti popok basah 5 sampai 6 kali setiap 24 jam. Untuk mengetahui seperti apa popok basah, tuangkan 3 sendok makan air ke popok bersih. Satu tissu di popok sekali pakai akan membantu Anda menentukan apakah popok basah.

 

Perubahan payudara

ASI mulai keluar (meningkat kuantitasnya dan berubah dari kolostrum ke ASI matang) antara hari 2 sampai 5. Untuk mengurangi pembengkakan, sering-seringlah menyusui, jangan lewatkan sesi menyusui meski di malam hari, pastikan posisi dan pelekatan yang baik, dan biarkan bayi menyelesaikan menyusu di payudara pertama sebelum menawarkan sisi lain. Untuk menurunkan rasa tidak nyaman akibat pembengkakan, gunakan kompres dingin di sela menyusui. Bila bayi kesulitan melakukan pelekatan karena payudara bengkak, perah ASI hingga puting terasa lembut, lalu coba lakukan pelekatan kembali.

 

Ukuran perut bayi baru lahir

Ketika bayi lahir, ukuran perutnya paling kecil seumur hidupnya. Perutnya akan perlahan merenggang pada beberapa minggu pertama menyusui.

Tapi Anda mungkin merasa payudara tidak memproduksi ASI yang cukup. Atau Anda merasa bayi tidak mendapat cukup ASI di beberapa hari pertama setelah melahirkan. Anda tidak sendirian, tapi jangan cemas.

 

  • Hari 1

    Awalnya, perut bayi bisa menampung satu sendok teh ASI atau sekitar seukuran kelereng besar. Ini terjadi ketika payudara memproduksi kolostrum yang sangat sedikit, tapi padat nutrisi untuk jadi makanan pertama bayi.

     

  • Hari 3

    Dalam beberapa hari, perut bayi akan bisa menampung sekitar 29,5 ml ASI atau sekitar seukuran bola ping-pong. Jumlah ASI yang Anda produksi meningkat ketika perut bayi tumbuh dan ASI mulai berubah ke ASI matang.

     

    Mulai dari lahir hingga hari ke-4, semua masih baru dan Anda masih belajar. Berikut yang akan terjadi dan yang perlu Anda lakukan:

    • Payudara Anda tidak pernah kosong
    •  
    • Ketika menyusui dengan baik, bayi biasanya bisa lebih baik tanpa air atau susu formula
    •  
    • Banyak menyusui akan membawa lebih banyak ASI lebih cepat
    •  
    • Kebanyakan ibu mulai memproduksi lebih banyak ASI mulai dari hari 3 sampai 4
    •  
    • Banyak menyusui mencegah payudara bengkak
    •  
    • Kebanyakan ibu bisa memproduksi ASI yang cukup untuk kembar dua, tiga, atau lebih
    •  
    • Selalu lakukan kontak kulit untuk lebih mudah menyusui dan meningkatkan produksi ASI.

     

    Perbanyaklah menyusui. Puting bisa terasa sakit untuk satu atau dua menit pertama lalu terasa lebih baik. Bila bayi rewel, tawarkan tiap payudara lebih dari satu kali. Tidak ada jadwal atau pola menyusu, dan bayi umumnya menyusu lebih sering selama malam hari dibanding siang hari. Ini normal.

     

    Coba menyusui sambil berbaring bersama bayi agar Anda bisa menyusui sekaligus beristirahat. Pastikan bayi menyusu setidaknya 8 kali setiap hari. Bila perlu, pandu bayi untuk menyusu ketika bayi mengantuk dan tidur ringan.

     

  • Hari 4 sampai 6 minggu

    Di periode ini kebanyakan bayi menyusu 8 sampai 12 kali. Bayi bisa menyusu di satu payudara atau perlu menyusu di kedua payudara. Biarkan bayi yang memutuskan. Mengosongkan payudara akan membuat ASI lebih cepat. Payudara penuh membuat ASI lebih lambat.

     

    Di hari ke-10, perut bayi bisa menampung sekitar 59 ml ASI atau sekitar seukuran telur kecil. Saat ini, ASI akan berada di volume penuh dan sepenuhnya berubah dari kolostrum ke ASI matang. Ini membuat kebanyakan ibu merasa nyaman.

     

    Hindari dot sampai bayi mampu melakukan pelekatan dan menyusu secara langsung dengan baik. Bila bayi menyusu dengan baik, Bunda tidak membutuhkan cairan tambahan, seperti susu formula, kecuali dianjurkan oleh dokter.

     

    Berikut beberapa hal yang akan terjadi dalam satu bulan pertama bayi:

    • Bayi akan kembali ke berat lahir di usia 2 minggu.
    •  
    • Bayi kadang ingin menyusu kembali segera setelah menyusu. Ini normal untuk saat ini. Payudara Anda masih memiliki ASI.
    •  
    • Bayi akan banyak terbangun di malam hari. Bayi perlu melakukan ini untuk mendapat cukup ASI.
    •  
    • Beberapa bayi tidur dalam rentang 4 sampai 5 jam. Tapi mungkin tidak di malam hari.

     

    Setelah 2 minggu menerima ASI eksklusif bayi akan mengalami growth spurt dan akan selalu merasa lapar. Ini tidak berarti Anda tidak memproduksi ASI yang cukup atau ada sesuatu yang salah dengan bayi Anda. Tetap tawarkan si kecil untuk menyusu kapanpun ia menunjukkan tanda lapar. Dengan begitu, Anda akan bisa melewati tahapan growth spurt pertama bayi dengan lancar.

     

    Jangan menunggu hingga bayi rewel atau menangis saat ia mau menyusu. Ketika bayi merasa jengkel, Bunda akan lebih sulit untuk menyusuinya dengan baik. Gunakan posisi menyusui yang terasa nyaman untuk Anda dan bayi.

     

    Cari bantuan bila proses menyusui terasa sakit. Perubahan kecil pada bagaimana bayi menerima payudara mungkin yang Anda butuhkan untuk merasa lebih baik.

     

  • 6 minggu sampai 6 bulan

    Ukuran perut bayi akan menjadi lebih besar dan bisa menampung lebih banyak AS di usia ini. Ia tidak lagi menyusu sesering sebelumnya. Kebanyakan ibu tidak lagi merasakan sensasi penuh pada payudara, meski ada banyak ASI di dalamnya. Kini durasi menyusui jadi lebih sebentar.

     

    Di usia ini, kini bisa menyusu lebih cepat. Bayi yang terbiasa menyusu 40 menit kini bisa melakukannya dalam 10 hingga 15 menit. Beberapa bayi di usia ini lebih sedikit buang air besar tapi menambah berat cukup baik.

     

    Bayi yang lebih besar akan sering melepas payudara, teralih perhatiannya, atau penasaran oleh suara atau apa yang ia lihat selama menyusu. Tapi percayalah, bayi tahu waktu yang tepat untuk menyusu.

     

Berapa banyak ASIP yang harus dipompa agar bayi cukup ASI?

Jika Bunda memompa ASI untuk si kecil, berikut panduan kasar yang bisa Bunda ikuti:

Dari lahir sampai bayi usia 1 bulan, biasanya ia akan minum 2,5 hingga 3 ounce ASI dari botol, sekitar 8 kali sehari, sehingga totalnya 20 hingga 24 ounce dalam 24 jam.

 

Setelah itu, jumlah rata-rata ASI yang diminum hingga umurnya 6 bulan adalah sekitar 26 hingga 28 ounce setiap hari, dibagi menjadi 6 hingga 8 waktu menyusu. Jika makanan padat sudah mulai diberikan sebelum usia 6 bulan, jumlah ASI yang diminum akan berkurang.

 

Ini hanya merupakan panduan kasar saja. Anda tidak perlu memberinya 28 ounce ASI setiap hari jika ia tidak menginginkannya. Tapi jika Anda memberi ASI eksklusif, si kecil perlu menerima setidaknya 25 ounce ASI per hari. Jangan berhenti menyusui ketika ia masih terlihat lapar, tapi jangan memaksanya menyusu hanya karena Anda mengira jumlah ASI yang ia dapat belum mencukupi.

 

Bagaimana cara agar bayi cukup ASI dan tidak sampai kekenyangan saat menyusu?

Bayi yang minum ASI dari botol mudah sekali kekenyangan. Bayi yang minum ASI langsung dari payudara ibu dapat merasa nyaman meski mendapat jumlah ASI yang sedikit atau ia hanya minum secukupnya untuk memuaskan rasa harus. Tapi bayi yang minum dari botol tidak bisa demikian. Jika bayi hanya ingin minum sedikit, biasanya ia akan mendapat lebih banyak dari yang ia inginkan karena aliran ASI dari botol yang sangat cepat dan sulit baginya untuk menghentikannya.

 

Untuk membantu bayi Anda mendapat jumlah ASI yang tepat, susui ia perlahan dan beri jeda untuk mengetahui apakah ia sudah merasa kenyang. Jika bayi Anda terlihat menelan ASI dengan cepat, bantu ia mengambil napas dengan memberi istirahat untuk setiap 10 kali hisapan. Ini penting dilakukan terutama pada beberapa bulan pertama, hingga ia dapat belajar melakukannya sendiri.

 

Kebanyakan bayi usia 7 hingga 11 bulan membutuhkan MPASI dua atau tiga kali sehari, ditambah cemilan, bersama dengan 4 hingga 5 kali menyusu ASIP setiap hari. Wajar jika jumlah ASIP yang si kecil minum berkurang karena mereka sudah merasa kenyang dengan asupan MPASI yang diterimanya.

 

Saat si kecil berumur 1 tahun, bayi Anda bisa diperkenalkan pada susu sapi murni dalam botol atau sippy cup. Ingat, meski susu sapi baik untuknya, jangan berlebihan memberinya karena dapat mengurangi selera makan anak Anda. Terlalu banyak susu sapi bisa mengakibatkan kekurangan zat besi dan anemia. Susu sapi murni sebanyak 16 hingga 24 ounce sehari sudah dirasa cukup.

 

Pemberian ASI bisa dilanjutkan sampai anak berusia 2 tahun atau lebih. Meski anak Anda akan mendapat nutrisi paling banyak dari makanan padat, ASI tetaplah makanan terbaik yang menyediakan kalori, vitamin, dan enzim yang ia butuhkan.

(Isma)