Konsepsi

Kehilangan Gairah Seks Setelah Menikah, Penyebab dan Solusinya

Terakhir diperbaharui

Kehilangan Gairah Seks Setelah Menikah, Penyebab dan Solusinya

Seks merupakan bagian penting dari sebuah pernikahan. Seks meningkatkan hubungan emosional dengan pasangan, membangun rasa percaya, dan memberi kepuasan, selain juga menyenangkan.

Tidak heran bila kehilangan gairah seks setelah pernikahan bisa menyebabkan hubungan suami-istri yang tidak bahagia. Wajar bila hasrat seks memuncak atau menurun selama pernikahan. Tapi sadarkah Anda kalau kehilangan gairah seks bisa jadi sebuah masalah besar?

 

Penyebab pasangan bisa kehilangan gairah seks

Berikut ini beberapa penyebab umum kenapa pasangan kehilangan gairah seks dan apa jalan keluarnya:

 

  1. Tingkat testosteron rendah

    Memiliki tingkat testosteron yang rendah bisa menyebabkan masalah seks, seperti libido rendah, disfungsi ereksi, ketidak-mampuan orgasme, dan banyak lagi. Anda mungkin berpikir tingkat testosteron yang rendah hanya mempengaruhi gairah seks pria, tapi tidak demikian kenyataannya. Tubuh wanita juga memproduksi testosteron, dimana hormon ini juga berperan dalam hasrat berhubungan seks. Kekurangan hormon testosteron baik pada pria dan wanita bisa menyebabkan libido rendah.

     

  2. Anggapan negatif tentang seks

    Kadang masalahnya bukan karena tubuh Anda, tapi pengalaman seks di masa lalu yang menghambat gairah seks. Mereka yang mengalami kekerasan seksual atau melihat hubungan seks yang mengganggu melalui film, media, dan pornografi bisa merasa tidak tertarik dengan seks.

     

  3. Obat-obatan

    Obat-obatan tertentu bisa menyebabkan kehilangan gairah seks. Estrogen yang ada pada pil KB bisa menghambat efek testosteron pada wanita dan menurunkan libido. Obat lain, seperti obat untuk depresi, juga bisa memberi efek negatif pada gairah seks.

     

  4. Penyakit kronis

    Mengidap penyakit kronis bisa menyebabkan Anda sering merasa lelah. Lelah bisa menyebabkan kehilangan gairah seks. Atau Anda bisa punya hasrat seks tapi merasa terlalu lelah untuk melakukannya.

     

  5. Perubahan hormon

    Menopause bisa mempengaruhi hormon, menurunkan testosteron, dan juga menurunkan tingkat estrogen. Ini bisa membuat vagina terasa kering dan membuat seks terasa tidak nyaman atau sakit.

     

    Wanita cenderung memproduksi lebih sedikit testosteron setelah menopause, yang menyebabkan wanita pasca menopause mengalami penurunan pada gairah seks. Kehamilan dan menyusui juga bisa menghambat gairah seks untuk sementara waktu.

     

  6. Penampilan tubuh

    Merasa kurang percaya diri karena penampilan tubuh bisa menyebabkan Anda kehilangan gairah seks. Orang yang punya rasa percaya diri rendah atau mengalami perubahan pada berat tubuh bisa menurun intensitas seksnya serta keintiman dengan pasangan.

     

  7. Depresi dan kesehatan mental

    Mereka yang menderita depresi atau masalah kesehatan mental lain, atau mereka yang punya riwayat kekerasan seks atau fisik bisa mengalami gairah seks yang rendah.  Gairah seks Anda juga secara negatif bisa dipengaruhi oleh jumlah stres atau kecemasan.

     

  8. Konsumsi alkohol berlebihan

    Beberapa penelitian menyatakan ketergantungan pada alkohol bisa menyebabkan disfungsi ereksi dan kehilangan gairah seks pada pria. Ketika alkohol masuk ke aliran darah, kemampuan otak untuk menerima stimulasi seks menjadi lemah. Bila Anda terlalu sering mengonsumsi alkohol atau menjadi ketergantungan, ini bisa jadi sebab libido rendah atau sulit melakukan hubungan seks.

     

Apa yang harus dilakukan ketika gairah seks hilang?

Setelah tahu penyebab kehilangan gairah seks, Anda perlu lakukan sesuatu untuk mengatasinya. Bila Anda mengalami kehilangan gairah seks, jangan buat bingung pasangan atau dokter. Berikut ini hal yang bisa Anda lakukan bila tidak ada gairah seks dalam pernikahan:

 

  1. Berkomunikasi

    Anda tidak bisa mencari solusi bila tidak bersikap terbuka dan jujur tentang masalah yang dihadapi. Satu langkah awal yang perlu Anda lakukan bersama pasangan bila kehilangan gairah seks adalah membicarakannya. Mungkin ini terasa tidak nyaman, tapi bila Anda tidak mengatasi masalah ini, Anda membuat pasangan bertanya-tanya apakah Anda tidak lagi tertarik padanya atau Anda berselingkuh. Kebencian bisa terbangun bila pasangan tidak diberitahu kalau Anda kehilangan gairah seks.

     

  2. Konsultasi tentang seks

    Berbicara pada terapis atau konselor pernikahan tentang libido yang rendah mungkin terdengar seperti mimpi buruk, terutama bila Anda orang yang tertutup. Tapi banyak pasangan mendapat manfaat dari berbicara dengan konsoler berkaitan dengan kehidupan seks mereka. Konselor bisa mengidentifikasi masalah di balik disfungsi seksual atau libido yang rendah, terutama bila masalahnya bersifat emosional.

     

  3. Jangan menjaga jarak

    Salah satu masalah yang menyebabkan kehilangan gairah seks dengan pasangan adalah merasa jauh. Bantu atasi masalah ini dan di waktu yang sama perkuat pernikahan dengan berusaha menjembatani jarak emosi yang terjadi dalam hubungan Anda.

     

    Cari konselor pernikahan dan mulai lakukan kencan teratur setiap minggu. Ini akan membantu Anda merasa dekat kembali sebagai teman dan pasangan yang romantis untuk membangun kehidupan seks di pernikahan.

     

  4. Beri bumbu untuk seks bersama pasangan

    Beberapa orang hanya merasa bosan dengan rutinitas seks. Beri bumbu pernikahan Anda dan coba hal baru bersama. Pasangan yang menciptakan pengalaman baru di kamar tidur, bisa lebih memperdalam hubungan dan merasa lebih berpetualang di aspek kehidupan lain. Anda berdua bisa lakukan hal seperti foreplay dan hal seru lainnya sebagai bagian dari rutinitas seks.

     

  5. Bertemu dokter

    Bagi banyak orang, memiliki libido rendah tidak jadi masalahnya. Konsultasikan ke dokter untuk menentukan faktor apa yang mempengaruhi kehidupan seks Anda. Dokter bisa melakukan tes untuk melihat pengobatan, masalah emosi, atau tingkat testosteron yang menyebabkan Anda kehilangan gairan seks.

     

    Ingat Bunda,  tidak bergairah  dalam berhubungan seks bisa berbahaya bagi kebahagiaan pernikahan Anda. Punya libido rendah bisa disebabkan oleh kehidupan seks yang membosankan, stres karena pekerjaan, obat tertentu, dan koneksi emosi yang buruk dengan pasangan.

     

    Bila ingin gairah seks kembali dan pasangan ingin mengunjungi konselor seks, konsultasikan hal ini dengan dokter keluarga, dan lakukan usaha agar Anda dan pasangan terhubung secara emosi dan fisik setiap hari.

 

Menjaga kehidupan seks setelah punya anak

Kebanyakan orangtua menyadari seks yang berkurang jadi bagian dari kehidupan setelah memiliki bayi. Tapi ketika anak sedikit lebh besar, ketika orangtua tidak terlalu lelah dan punya kesempatan untuk lebih intim, kita bisa mengembalikan kehidupan seks seperti sebelum ada anak, bukan? Rupanya tidak. Menurut survey tentang kehidupan keluarga, orangtua yang paling sedikit berhubungan seks adalah mereka yang punya anak usia remaja. Sebanyak 66 persen responden punya anak remaja, bahkan usianya sudah lebih besar, diikuti oleh pasangan dengan anak usia 5 hingga 12 tahun (49 persen).

 

Tentunya, orangtua kategori ini tidak kekurangan tidur atau kelelahan karena tuntutan untuk merawat bayi baru lahir. Hanya dibawah 45 persen yang mengatakan berhubungan seks kurang dari sekali seminggu, dan lebih dari 23 persen menyatakan tidak berhubungan seks sama sekali.

 

Ketika berbicara pada para orangtua dengan anak usia remaja tentang kehidupan seks setelah memiliki anak, ada cerita yang mirip. Satu ayah dari 3 orang putri usia 16, 14, dan 11 tahun mengatakan kalau istrinya tidak lagi tertarik dengan seks. Sejak kelahiran putri bungsu, mereka berhubungan seks sangat jarang, mungkin sekali dalam sebulan, dan selalu suami yang memintanya. Si suami beranggapan kondisi ini akan lebih baik ketika anak bertambah besar, tapi ternyata tidak. Saat suami membahas tentang seks, si istri menganggap suami terlalu menuntut. Sebanyak 86 persen responden menyatakan melakukan hubungan seks kurang sering sejak punya anak dan 73 persen mengatakan kehidupan seks jadi buruk setelah anak lahir.

 

Lantas bagaimana cara menjaga kehidupan seks setelah punya anak?

 

Pada orangtua dengan anak lebih besar, masalahnya adalah kurangnya privasi dan tidak punya waktu untuk diri sendiri. Hanya 9 persen orangtua mengatakan tidak menyukai seks, sedang total 46 persen menyatakan privasi lebih atau punya lebih banyak waktu jauh dari anak sebagai cara untuk meningkatkan seks di kehidupan mereka.

 

Seorang ibu single parent mengatakan ia belum kembali menjalin hubungan dengan siapapun, tapi yang jadi masalah adalah tempat tidur anaknya berada di belakangnya, sedangkan dinding kamar sangat tipis dan tidak kedap suara. Si anak sering terbangun dan ibu merasa anak akan mendengar apa yang ia lakukan. Ibu lainnya yang memiliki anak di bawah usia 4 tahun mengatakan, kehidupannya berpusat pada anak dan kadang ia terbebani dengan tanggung jawab ini.

 

Kelelahan dianggap sebagai faktor besar yang mempengaruhi kehidupan seks orangtua di semua kelompok, tidak hanya untuk mereka yang punya bayi baru lahir. Hanya di bawah 27 persen orangtua yang mengatakan mereka tidak punya energi untuk seks dan orangtua lainnya yang berbicara terpisah mengakui mereka jarang merasa di mood yang baik untuk berhubungan seks.

 

Cara meningkatkan kehidupan seks setelah menikah

Kondisi ini normal tapi tidak harus seperti ini. Meski orangtua selalu mendahulukan anak ketimbang berhubungan seks, tapi melakukannya akan bermanfaat tidak hanya untuk Anda, tapi juga untuk seluruh keluarga. Kadang di budaya kita terkesan egois menginginkan seks setelah punya anak. Tapi faktanya, menjalin hubungan yang kuat juga penting untuk anak seperti juga penting untuk Anda.

 

Sebuah survey menemukan 70 persen anak mengatakan orangtua yang punya hubungan baik membuat mereka bahagia, sedang hanya 30 persen orangtua yang merasa ini tidak jadi masalah. Memperkuat hubungan Anda dengan pasangan bukan sikap egois, ini bermanfaat untuk keluarga. Dan kadang seks jadi barometer untuk kondisi hubungan Anda. Jadi bila Anda tidak melakukan ini untuk diri sendiri, lakukanlah demi anak-anak.

 

Kebanyakan pasangan mengalami kesulitan  berhubungan seks dalam periode waktu tertentu. Banyak yang mengalami hal ini di beberapa bulan pertama setelah bayi lahir saat pemulihan setelah persalinan, dan kelelahan fisik menyebabkan sedikit waktu untuk seks.

 

Sebaiknya pasangan tetap bicara tentang perasaan mereka selama tahap ini dan tetap menunjukkan rasa saling cinta, meski tiak siap untuk berhubungan seks. Bersikap jujur meredakan hambatan yang pada gilirannya akan meningkatkan kehidupan seks Anda. Pikirkan seks dengan cara berbeda, tidak harus dengan penetrasi. Coba saling bersentuhan, berpelukan,  atau berpegang tangan.

 

Orangtua dengan anak di usia berapapun perlu membuat rencana berhubungan seks secara teratur ketika punya waktu bersama. Minta keluarga atau teman membantu mengurus anak untuk memberi Anda waktu beberapa jam bersama pasangan setiap minggunya.

 

Anda bisa miliki kehidupan seks terbaik. Ingat, seks yang baik jadi bagian dasar pernikahan yang baik. Berikut ini beberapa cara untuk memberi bumbu dalam kehidupan seks Anda:

 

  1. Bicara lebih banyak dengan pasangan

    Selain bicara tentang seks dan berbagi fantasi seks, Anda dan suami perlu bicara tentang hal yang lebih umum. Meningkatkan komunikasi dan saling bicara lebih sering akan membuat Anda berdua lebih dekat. Ini membuat Anda dan pasangan jadi lebih intim ketika bercinta.

     

  2. Lebih banyak foreplay

    Seks harus jadi sesuatu yang Anda nantikan. Foreplay membuat Anda lebih menikmati seks. Foreplay tidak harus terbatas pada 15 menit sebelum Anda ingin melakukan seks. Anda bisa memulainya di pagi hari dengan mengirim pesan seksi, seperti mengirim gambar menarik atau email tentang betapa menarik pasangan Anda. 

     

  3. Seks oral

    Foreplay sering kali dilakukan dengan seks oral oleh pasangan. Seks oral bisa membuat wanita memiliki mood yang baik untuk berhubungan seks. Ketika melakukan seks oral, pria harus menghidari gerakan tajam dengan lidahnya. Gerakan perlahan dan lembut lebih baik. Sedangkan wanita harus hindari mengggunakan gigi pada penis pria dan hanya gunakan bibir dan lidah. Baik pria dan wanita yang melakuan seks oral bisa menggunakan tangan untuk memberi pengalaman berbeda. Biarkan pasangan memandu Anda, jadi Anda tahu apa yang ia inginkan.

     

  4. Coba posisi baru

    Ini sepertinya saran yang sudah jelas, tapi Anda akan terkejut dengan banyaknya pasangan yang menikah dan hanya melakukan posisi seks yang sama lagi dan lagi.

     

    Ada banyak variasi posisi selain laki-laki di atas dan wanita di atas. Anda bisa coba doggy style atau posisi lain. Yang penting adalah mencoba posisi seks baru dan lihat apakah Anda dan pasangan menikmatinya.

     

  5. Klimaks di waktu bersamaan

    Mencapai orgasme di waktu bersamaan lebih mudah teorinya daripada praktiknya. Tapi bila istri bisa orgasme dan ia memberi tanda kalau akan segera terjadi, suami bisa mencapai orgasme bersamanya.

     

  6. Berpakaian seksi

    Memakai baju tidur seksi di balik baju kerja akan membantu Anda merasa seksi dan sedikit nakal. Ini membuat Anda berada di mood yang baik untuk melakukan hubungan seks, dan sepanjang hari Anda bersiap untuk momen berhubungan seks. Ini juga akan jadi kejutan bagi pasangan.

     

  7. Spontan

    Meski sebagian orang punya jadwal seks untuk memastikan ini terjadi, akan lebih menyenangkan bila Anda berhubungan seks dengan pasangan tanpa perencanaan. Bila suami di kamar mandi bersiap untuk bekerja, Anda bisa beri ciuman yang mengarah ke seks, Anda berdua akan memulai hari dengan senyuman. Sofa atau meja dapur jadi alternatif tempat yang bisa Anda coba di rumah.

     

  8. Gunakan pelumas untuk meningkatkan pengalaman seks

    Tak ada salahnya membawa pelumas ke tempat tidur agar seks tidak terasa sakit atau lebih menstimulasi. Beberapa pasangan mencari berbagai cara untuk meningkatkan kehidupan seks. Anda tidak perlu merasa malu dengan pasangan. Tapi Anda perlu bahas cara apa yang menarik. Jangan merasa terpaksa menggunakan sesuatu yang membuat Anda merasa tidak nyaman.

     

  9. Seks cepat

    Di dunia yang serba cepat, kita tidak selalu punya banyak waktu untuk  berhubungan seks. Tapi ini tidak berarti Anda meninggalkannya. Seks cepat di jam makan siang atau sebelum berangkat kerja bisa membuat Anda merasa segar dan puas. Istri yang kesulitan orgasme di waktu yang tepat masih bisa menikmati seks dan kedekatan bersama suami.

(Ismawati)