Kelahiran Dibaca 530 kali

8 Persiapan Trimester Keempat bagi Ibu Melahirkan

Share info ini yuk ke teman-teman
Ismawati

Terakhir diperbaharui 19 Juni, 2018 07:06

8 Persiapan Trimester Keempat bagi Ibu Melahirkan

Ibu melahirkan pasti sangat familiar dengan fase trimester ketiga pada bayi di dalam Rahim. Bayi pada fase trimester berada di tempat yang hangat, gelap dan nyaman. Tidak ada rasa sakit dan haus, ia juga tidak merasakan panas atau dingin, karena ia berada di lingkungan yang sesuai untuknya.

Ibu melahirkan sebaiknya memahami bahwa bayi yang baru lahir masih harus berkembang secara baik. Ia tidak bisa melarikan diri bila merasa dalam bahaya atau takut. Ia mencari ibu untuk memperoleh keamanan atau untuk menyusu ketika ia merasa lapar atau haus. Bayi sepenuhnya mengandalkan ibu untuk memenuhi tiap kebutuhannya.

Penyesuaian bayi terhadap dunia baru dikenal sebagai trimester keempat. Periode ini memberi perbedaan besar dalam beberapa tahap yang terjadi pada bayi. Ibu melahirkan dan ayah juga dituntut untuk belajar menjadi orang tua baru kala bayi berada di trimester keempat.

Trimester keempat bayi dimulai dari saat ibu melahirkan dan berlangsung hingga bayi berusia 3 bulan. Istilah trimester keempat digunakan untuk menjelaskan periode perubahan dan perkembangan besar pada bayi baru lahir, ketika ia menyesuaikan diri dengan dunia barunya di luar rahim.

Istilah “trimester” mungkin terdengar ganjil bagi Ibu melahirkan. Tapi bayangkan bagaimana bayi masih perlu berkembang pada beberapa bulan ke depan, mulai dari mengembangkan semua inderanya dan mengontrol refleks, serta belajar merespon Ibu dan Ayah.

Perkembangan mental dan fisik yang bayi alami selama 3 bulan pertama setelah Ibu melahirkan sama pentingnya dengan perkembangannya pada saat ia berada di dalam rahim.

Trimester keempat juga menjadi waktu bagi bayi untuk terbiasa dengan berbagai suara, cahaya, bau, dan sensasi dari dunia luar. Berpindah dari kenyamanan di dalam rahim yang gelap dan tenang ke lingkungan yang bising dan terang dapat menjadi perubahan besar pada bayi yang baru lahir. Dengan memberikan banyak cinta dan dukungan di 3 bulan pertama setelah melahirkan, Ibu bisa buat transisi ini jadi lebih mudah.

 

Kenapa trimester keempat penting untuk bayi?

Dibanding hewan yang bisa berjalan sejak lahir, bayi manusia sangat membutuhkan ibunya untuk memperoleh perhatian, perawatan, dan cinta. Saat lahir, bayi hanya punya insting dan refleks untuk belajar mengontrol perilaku dan gerakan.

Sesaat setelah ibu melahirkan, bayi masih terbatas dalam mengenali indranya. Ia bisa melihat tapi pandangannya masih kabur. Ia bisa mendengar tapi sulit untuk menangkap suara yang ia dengar. Ia bisa merasakan, tapi kenyamanan di rahim telah terganti oleh lingkungan yang sangat terbuka baginya. Pasca ibu melahirkan, dengan bantuan dan dukungan, trimester keempat jadi waktu untuk bayi beradaptasi dengan semua perubahan ini.

Meski otak bayi berkembang dengan baik saat ia lahir, jalur neural dan sistem sarafnya terus berkembang setelah lahir. Kasus ini sendiri banyak terjadi selama trimester keempat. Otak bayi bagaikan spons, menyerap apa saja yang terjadi padanya. Semakin banyak stimulasi untuk bayi, semakin baik koneksi yang terjadi pada otaknya.

Pasca ibu melahirkan, pada 3 bulan pertama kehidupan bayi, Ibu melahirkan mungkin menyadari kalau ia:

  • Bernapas lebih stabil, kemungkinan mengalami kaget berkurang, dan mengembangkan gerakan yang lebih terkontrol
  • Bisa tidur meski di suasana bising
  • Belajar menenangkan diri atau menangis untuk mendapat perhatian Ibu

Mengembangkan kemampuan sosial untuk bisa berinteraksi dengan keluarga, benda, atau musik dengan perhatian yang lebih besar dan waktu lebih lama.

 

Perkembangan bayi di trimester keempat

Di akhir trimester keempat bayi, pasca Ibu melahirkan, dapat dilihat transformasi fisik dan mental serta sosial yang mengagumkan.

 

1. Menangis

Ibu melahirkan wajib mengetahui hal ini. Bayi kemungkinan lebih banyak menangis selama trimester keempat dibanding waktu lainnya. Mengetahui kalau hal ini normal akan membantu Ibu mengatasi rasa khawatir dan cemas. Menangis cenderung memuncak sekitar minggu kelima hingga keenam dan biasanya menurun saat bayi mencapai usia 3 bulan.

Bayi baru lahir masih terlalu kecil untuk memiliki jadwal harian, dan mungkin tidak siap untuk punya jadwal harian hingga ia berusia sekitar 3 bulan. Hingga usianya mencapai 3 bulan, bukan masalah jika Ibu langsung menyusui atau menggendong bayi ketika ia menangis. Hal ini tidak akan membuat bayi menjadi manja. Tapi hal ini justru akan membantunya merasa lebih aman. 

 

2. Tidur

Pasca ibu melahirkan, akan terasa bahwa bayi baru lahir akan banyak tidur, terutama di beberapa minggu pertama usianya. Tidur merupakan kegiatan yang bagus untuknya.  Karena hal ini dapat membantu otak memproses semua stimulasi indera yang ia terima di saat ia terjaga.

Tapi, yang perlu diketahui pasca ibu melahirkan adalah bayi butuh waktu untuk terbiasa dengan rutinitas tidur. Karena berasal dari lingkungan rahim yang konstan, bayi tidak mengenal konsep siang dan malam. Akan butuh waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah Ibu melahirkan sampai  bayi bisa menyesuaikan pola tidur hingga tidur lebih lama di malam hari. Jadi untuk saat ini, biarkan bayi tidur kapanpun ia mau.

Meski terkesan aneh pasca ibu melahirkan, tak apa menidurkan bayi di siang hari di lingkungan yang berisik dan terang. Kemungkinan ia bisa mengatasi stimulasi ini dan tertidur, meski tidak semua bayi bisa melakukannya. Pasca Ibu melahirkan, seiring berjalannya waktu, nantinya pasti bisa melihat apa yang paling tepat untuk bayi.

 

3. Menyusu

Sebagai bayi yang baru lahir pasca ibu melahirkan, ia memiliki perut yang kecil sehingga perlu  menyusu secara sering. Ahli gizi menganjurkan untuk memberi ASI setidaknya 8 kali tiap 24 jam.

Pasca Ibu melahirkan, ibu akan semakin mengenal bayi, Ibu juga mulai memahami petunjuk darinya dan mengetahui kapan ia merasa lapar. Mungkin Ibu berasumsi kalau menangis adalah tanda pertama kalau ia lapar, tapi ini bisa juga menjadi tanda terakhir. Tanda awal bayi merasa lapar antara lain adalah menghisap jari, memalingkan kepala, dan membuka mulut.

Mengetahui tanda-tanda ini akan sangat bermanfaat untuk Ibu. Bila bayi menangis karena lapar, ia bisa terlalu kesal untuk melakukan pelekatan dengan baik atau tenang saat menyusu.

Kondisi bayi pasca Ibu melahirkan masih terlalu kecil untuk punya rutinitas menyusu. Susui si kecil sesuai permintaannya, untuk membantu menenangkan dan meyakinkan kalau ia dirawat dengan baik. Bila Ibu memberikan ASI dengan sering akan membantunya untuk menyesuaikan produksi ASI untuk kebutuhan bayi.

Sesi menyusui tidak hanya untuk menghilangkan rasa lapar si kecil. Sesi menyusui juga jadi kesempatan bayi untuk melakukan kontak mata atau kontak kulit dengan Ibu. Bayi Ibu akan menyukai kegiatan ini dan Ibu bisa fokus pada tiap kebutuhannya.

 

4. Perkembangan fisik

Setelah ibu melahirkan, bayi secara fisik hampir tidak berdaya. Ia punya respon insting dan refleks serta bisa menggerakkan kepala untuk mencari payudara.

Tengkurap bisa membantunya berkembang secara fisik. Kalau si kecil rutin diposisikan ke posisi tengkurap, saat usianya 3 bulan nanti, ia bisa mendorong tubuhnya dengan lengan, mengangkat kepala, dan bahkan menahan posisinya selama beberapa saat. Tengkurap membantunya membangun kekuatan otot, jadi Ibu bisa mulai lakukan ini setelah tali pusarnya puput.

 

Cara menciptakan trimester keempat yang nyaman untuk bayi

Trimester keempat bisa terasa menyenangkan dan jadi momen yang menenangkan untuk semua yang terlibat. Lantas, bagaimana agar Ibu melahirkan bisa memberi bayi trimester keempat rasa nyaman dan senang? Berikut ini beberapa cara yang wajib dicoba oleh para Ibu melahirkan:

 

1. Menggendong bayi

Menggendong bayi, baik dilakukan oleh ibu maupun ayah, bisa menghadirkan kembali kondisi seperti bayi berada di dalam rahim. Ketika bayi digendong, ia berada dekat dengan detak jantung ibu, merasa hangat dan nyaman. Tidak heran bila penelitian menunjukkan kalau menggendong bayi membuat bayi lebih sedikit menangis dan rewelnya berkurang hingga 51 persen.

Di periode puncak menangis (di usia 6 minggu), bayi yang digendong akan menangis dan rewel 43 persen lebih sedikit, dan 51 persen menangis dan rewel berkurang di malam hari. Pastikan Ibu memilih gendongan bayi yang aman dan sesuai. Gendongan model pouch dan gendongan menghadap depan tidak bagus untuk tubuh bayi karena memberi beban pada tulang belakang dan tidak baik untuk kesehatan pinggang bayi. 

 

2. Kontak kulit

Kontak kulit atau skin to skin (tanpa gendongan atau bedong) punya banyak manfaat untuk masa transisi bayi pasca ibu melahirkan. Kontak kulit jadi satu hal terbaik untuk membantu mendukung menyusui dan melepas produksi oksitosin (hormon cinta) serta bonding.

Meski bila Ibu telah memberikan susu formula, kontak kulit bisa menjadi cara ampuh untuk meningkatkan bonding dengan bayi. Setelah ibu melahirkan bayi dan setelahnya, kontak kulit memberi manfaat berikut:

  • Bayi lebih mungkin melakukan pelekatan dengan baik
  • Lebih baik dalam menjaga suhu tubuh normal dibanding inkubator
  • Menjaga detak jantung, tingkat pernapasan, serta tekanan darah yang normal
  • Tangisan bayi jadi berkurang
  • Ibu memiliki kemungkinan besar untuk berhasil memberi ASI eksklusif dan menyusu lebih lama

Kontak kulit selama setidaknya satu jam setelah ibu melahirkan sangat dianjurkan disertai lampu temaram dengan kondisi bayi telanjang. Ketika bayi dibedong ia tidak bisa berinteraksi dengan ibu. Dengan kontak kulit, ibu dan bayi bertukar informasi sensori yang menstimulasi perilaku bayi, yakni mencari payudara. Di fase inilah ia juga akan merasa tetap tenang, bernapas lebih alami, tetap hangat, serta suhu tubuh dan gula darah terjaga.

 

3. Mandi

Banyak bayi sangat menyukai mandi dengan air hangat. Beberapa bayi mungkin awalnya tidak suka mandi, karena tidak menikmati sensasi dingin pada kulit ketika baju dilepas. Tapi perlahan bayi justru akan menyukainya. Sebagai Ibu baru pasca ibu melahirkan, adalah hal wajar merasa tidak percaya diri saat memegang tubuh bayi ketika memandikannya. Namun jangan khawatir, Ibu bisa meminta bidan untuk menunjukkan caranya, atau Ibu bisa mandi bersama bayi untuk memperoleh lebih banyak manfaat dari kontak kulit.

Air yang menenangkan dan mengelilingi bayi dapat menciptakan lingkungan yang mirip dengan kondisi di dalam rahim. Gunakan cahaya redup dan masuklah ke dalam air bersama bayi. Ayah juga bisa lakukan ini untuk menikmati waktu bonding bersama bayi.

 

4. Tidur bersama bayi (co-sleeping)

Ada panduan co-sleeping yang aman pasca ibu melahiran. Metode tidur ini rendah risiko bila dilakukan dengan tepat. Seperti telah disebutkan di atas, bayi biasanya rentan dan menangis karena disebabkan oleh sistem rasa takut dan bahaya yang dimiliki bayi. Banyak orang tua juga familiar dengan situasi ketika meletakkan bayi yang tertidur tapi dengan cepat mereka terjaga. Sebenarnya hal ini merupakan mekanisme bertahan hidup untuk melindungi diri mereka agar tidak diabaikan.

Dengan berbagi tempat tidur bersama bayi atau co-sleeping (dengan menggunakan dipan khusus yang menempel pada sisi tempat tidur, agar bayi punya ruang aman sendiri), bayi bisa tidur dengan rasa aman karena mengetahui ibu berada dekat dengannya. Ia bisa mencium bau Ibu dan bahkan menyentuh Ibu.

Ini juga bisa menjadi cara untuk memastikan bahwa pasca ibu melahirkan, ibu bisa mendapat istirahat yang dibutuhkan. Khususnya di trimester keempat, Ibu harus mengabaikan dorongan untuk melakukan pekerjaan rumah atau menjawab panggilan telepon. Bayi yang baru lahir jadi alasan utama untuk mengesampingkan semua hal dan fokus hanya pada apa yang bayi butuhkan.

Tapi pasca Ibu melahirkan justri bisa tidur lebih banyak, hal ini akan memberi perbedaan yang sangat besar. Kurang tidur dapat menjadi salah satu penyebab utama gejala baby blues dan depresi pasca persalinan pada ibu baru. Sehingga memberi perhatian khusus pasca ibu melahirkan adalah hal yang juga dibutuhkan.

 

5. Selalu tawarkan bayi untuk menyusu

Menyusu adalah sesuatu yang sangat familiar dengan bayi, mulai dari waktu setelah ibu melahirkan. Menyusu memberinya rasa nyaman. Bayi baru lahir akan sering menyusu, terutama di minggu-minggu awal, ketika ia mengisi ulang perut yang cepat lapar, melewati growth spurt dan menemukan kenyamanan dan keamanan melalui pelekatan.

 

6. Mengajak bayi keluar

Banyak dari kita merasa kesal dengan lampu lalu-lintas ketika berkendara bersama bayi. Hal ini dikarenakan bayi akan menangis saat lampu merah menyala. Beberapa bayi suka dengan lingkungan yang dirasakan saat mereka duduk di car seat. Pasalnya lingkungan tersebut sangat mirip dengan gerakan yang dirasakan bayi ketika berada di dalam rahim. Jadi jangan takut untuk membawa bayi keluar.

Beberapa bayi yang awalnya membenci mobil dan histeris karena merasa tidak aman dan ingin berada di gendongan ayah atau ibu bisa jadi penyuka berkendara, begitu juga sebaliknya. Hal yang sama berlaku pada kereta bayi. Beberapa bayi menyukainya sementara yang lain lebih suka digendong orang tua.

Bila bayi suka berada di dalam mobil, ini jadi kesempatan Ibu dan bayi untuk mendapat udara segar dan keluar dari rumah yang terasa membosankan.

 

7. Membedong bayi

Membedong bayi dengan cara yang benar dan menggunakan kain yang tepat jadi cara berikutnya untuk menciptakan rasa aman seperti yang dirasakan bayi saat berada di dalam rahim. Membedong bayi bisa membuatnya lebih tenang dan tidak mudah menangis serta memiliki kualitas tidur yang baik.

Tapi orang tua harus berhati-hati ketika membedong buah hati agar tidak membungkus tubuh bayi terlalu kencang. Karena hal ini secara tidak langsung bisa mengakibatkan hip dysplasia, dimana kaki bayi tidak terbungkus kencang dan lurus. Dan jangan lupakan untuk memberi ruang agar pinggang bayi bisa bergerak dengan nyaman.

 

8. Ayunan untuk bayi

Bayi suka berada di Ayunan serta gerakan ketika diayun yang mirip seperti di dalam Rahim sebelum ibu melahirkan. Bayi cenderung lebih tenang dan tidur dengan durasi lebih lama ketika berada di ayunan, yang juga sangat membantu bila bayi mengalami reflukskolik, atau bayi prematur.

 

Pasca Ibu melahirkan, tulisan mengenai bayi trimester tentu bagus walau terdengar sangat melelahkan. Tapi selalu ingat, Ibu, tak ada yang permanen, semua bersifat sementara. Kurang tidur dan rasa tidak nyaman adalah hal wajar yang dialami setelah ibu melahirkan. Tapi tugas ini bisa dibuat jauh lebih mudah dengan berbagi tugas bersama suami. Terima dan minta semua bantuan yang Ibu butuhkan padanya.

Pastikan suami juga meluangkan waktu bersama bayi karena ia juga perlu belajar mengurus bayi. Minta bantuan doula bila Ibu mampu membayarnya. Pastikan Ibu punya waktu untuk beristirahat atau sekedar berjalan-jalan ke supermarket, kedai kopi, atau di sekitar komplek ketika ayah punya waktu untuk bonding bersama bayi.

Cek kembali ekspektasi Ibu. Apakah Ibu berharap terlalu banyak dari diri sendiri dan bayi? Ingat, bayi menangis atau rewel bukan untuk memanipulasi Ibu, tapi untuk memberitahu Ibu apa yang ia butuhkan dan memberi tahu apa yang membuatnya merasa aman dan dicintai. Bertahanlah, nantinya semua akan menjadi lebih mudah setelah Ibu melahirkan!

 

(Ismawati, Yusrina / Dok. Unsplash)